
👻Chapter 33👻
Seusai bercerita, teman-teman mulai memberi pendapat masing-masing
Yuna : jadi begitu ceritanya.. Menurut kalian gimana?
Karina : wah aku juga baru pertama kali ini mendengar hal seperti ini. Raven beneran hantu?
Yuna : iya Rin, kita harus bisa mengembalikan dirinya menjadi manusia seutuhnya seperti kita sekarang
Putri : hehe kalau seandainya nanti Raven sudah menjadi manusia, pasti dia akan lebih tampan melebihi mu Theo (hahaha)
Theo : huh apaan sih, tidak apa-apa kok, aku mau berteman dengannya jika Raven sudah menjadi manusia. Aku tak akan memandang fisik
Karena mereka sibuk mengobrol bersama, Stevia merasa cemburu ketika Yuna berdekatan dengan Raven. Apa jangan-jangan Stevia jatuh cinta kepada Raven?
Terlalu sibuk mengobrol bersama, akhirnya Stevia menghampiri Yuna
Stevia : hey Yuna
Yuna : eh Stevia, ada apa?
Stevia : tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin bicara sesuatu padamu, tapi kalau disini mungkin sedikit memalukan. Ayo ikut aku
Yuna : hm? Mau kemana?
Stevia : ikut saja
Stevia menarik tangan Yuna dan membawanya jauh dari sekitaran taman
Yuna : eeh? Kenapa narik-narik? Ada apa Stev?
Stevia : aku ingin mengatakan sesuatu
Yuna : hm? Apa itu? Katakan saja
Stevia : untung saja kamu masih sahabat terbaikku, jika aku boleh jujur.. Kemarin saat aku dan Raven ke kantin bersama. Aku terjatuh dan ditangkap oleh Raven, disitu lah aku mulai merasa menyukainya. Maka itu kami sedikit canggung dihadapan mu.. Tapi aku rasa, Raven akan lebih menyukaimu
Yuna : hah? Apa maksud mu mengatakan itu? Kamu benar-benar menyukai Raven? Lalu kenapa dibandingkan dengan aku? Hey Stevia, ku beritahu padamu.. Kalau kamu memang suka kepada Raven, jadikan lah dia sebagai milikmu. Tidak usah mengkhawatirkan aku, aku tidak apa-apa
Stevia : huh, tapi... Aku yakin dia lebih menyukaimu daripada aku
Yuna : ah sudah lah, jangan memikirkan hal itu. Lebih baik kita semua adalah teman!^^
Stevia : sungguh? Iya deh, kita semua akan menjadi teman baik^o^
Yuna : nah begitu dong senyum! Ayo kita bermain bersama mereka
Stevia : iya!
Yuna dan Stevia kembali ke tempat pohon taman tadi. Teman-teman masih sibuk bersenda gurau
__ADS_1
Yuna : hey teman-teman, bagaimana kalau sore ini kita bermain bersama? Pasti akan lebih seru, bukan? ^^
(Iya kami setuju!)
Semua teman-temannya setuju untuk bermain di taman saat sore hari. Itu akan lebih menyenangkan sekaligus membuat sebuah kenangan indah. Mereka tertawa dan bercanda bersama.
Stevia : hey Theo! Kembalikan es krim ku!
Theo : hahahaha tidak mau, kejar aku kalau bisa!
Stevia dan Theo bermain kejar-kejaran°°
Naya : putri, ayo kita berfoto dipohon ini. Tentu akan sangat cantik!
Putri : iya menarik sekali pemandangan suasana sore di taman ini^^
Naya : senyum!;)📷
Naya dan Putri berfoto dibawah pohon taman°°
Karina : Rafael! Lihat, bunga ini sangat indah sekali, bukan? Bagaimana kalau kita tanam saja disini?^^
Rafael : iya boleh juga
Karina dan Rafael menanamkan beberapa tanam hias di pekarangan taman°°
Sedangkan Yuna dan Raven berjalan mengelilingi taman sambil bergandengan tangan°°??
**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
°°Kembali dihari sekolah°°
Teman-teman beserta Stevia dan Raven masih mengobrol didalam kelas. Sedangkan Yuna sendirian di perpustakaan
•|Di perpus|• Yuna sibuk mencari-cari sebuah buku
Ternyata didalam rak buku yang penuh berserakan, Yuna tertarik dengan satu buku yang bersinar dimatanya. Buku itu berjudul “Make Love To A Ghost”. Yuna langsung mengambil buku tersebut dan membacanya
Yuna : Make Love To a Ghost? Bercinta dengan seorang hantu? Yah.. Padahal aku ingin membantu Raven menjadi manusia, bukan untuk bercinta denganya. Huh ya sudah lah, coba saja aku baca-baca dibeberapa halaman buku ini. Siapa tau ada sesuatu hal penting
Yuna sibuk mencari beberapa bagian penting didalam isi buku yang di pegangnya. Akhirnya terdapat kata-kata kecil di akhir halaman buku itu
”if you want to make a ghost completely human. There are the following ways :
”likes himself with all his heart and kissed her for a long time in order to melt the ghost's heart. Then the ghost will fall in love with you and he will as a completely human”
Yuna terkejut setelah membaca beberapa kalimat diakhir buku tersebut. Dan jantungnya mulai berdebar-debar
Yuna : hah? Ciuman? Dan jatuh cinta kepada hantu? Apa itu benar.. Lalu, kenapa perasaan ku aneh begini
__ADS_1
Yuna masih terkejut dan ia memegang dadanya yang berdetak dengan kencang
Yuna : huh? Apa-apaan ini.. Kenapa jantungku berdetak dengan cepat sekali...
Heum, tetapi.. Jika itu memang dapat merubah hantu menjadi manusia seutuhnya. Apa boleh buat, aku akan mencobanya!
Dengan tekad dan rasa kasihan terhadap Raven, Yuna akan berusaha keras untuk Raven
Yuna menutup kembali buku tersebut dan meletakkannya pada rak buku
Yuna keluar dari perpustakaan dan berjalan menuju arah kelas.
Karena guru-guru belum datang, masih ada kesempatan baik buat Yuna bercerita kepada teman-temannya. Yaitu Stevia, Karina, Putri, Naya, Theo, dan Rafael. Sedangkan Raven tidak boleh tau, karena Yuna agak malu
Yuna : teman-teman, berkumpulah sini.. Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan lagi
Teman-teman datang dan berkumpul di sebelah bangku Yuna
Stevia : ada apa Yun?
Yuna : satu persatu, aku akan membisikkan ke telinga kalian. Aku tak mau membicarakannya langsung, aku malu..>////<
Yuna membisikkan satu persatu temannya tentang isi buku yang ia baca di perpus tadi
Selesai berbisik, tiba-tiba Theo terkejut juga
Theo : hah? Apa itu benar Yuna? Kamu yakin akan benar-benar mencium Raven?
Karena suara Theo agak berisik, Yuna langsung menutup mulut Theo agar Raven tak mendengarkannya
Yuna : sssttt diam Theo! Jangan bicara terlalu keras
Theo : ups maaf, tapi apa itu benar?
Yuna : ya sejujurnya aku malu, tetapi ini demi mengembalikan Raven menjadi manusia
Lalu Karina dan Putri berkata barengan
Karina & Putri : Yuna! Kami akan mendukung mu! Lakukanlah apapun yang kamu inginkan, wujudkan mimpimu agar bisa menjadikan Raven manusia seperti kita. Kami yakin kamu bisa Yuna!
Yuna : hiks, iya makasih Karina, makasih Putri. Ya! Aku akan mencobanya! (Tekad dari hati Yuna)
Stevia mulai melamun mendengarkan bisikan Yuna tadi.
Dalam hati Stevia : sebenarnya aku tak ingin Yuna dan Raven berjodohan. Tapi, sudah lah aku tidak akan mengejar Raven lagi^^ aku sudah yakin Raven dan Yuna memang benar-benar serasi
Kriiingggg - bel masuk kelas berbunyi
Yuna : eh teman-teman, sudah bel masuk. Cepet duduk ke bangku masing-masing, nanti istirahat kita kumpul dikantin bersama yaa
(Iya Yuna! - kata teman-temannya dengan serentak)
__ADS_1
Mereka kembali ke tempat duduknya masing-masing, segera menunggu kedatangan guru mata pelajaran
⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆