SCHOOL GHOST

SCHOOL GHOST
School Ghost Ep 35 - 36


__ADS_3

👻Chapter 35👻


Raven belum menjadi manusia seutuhnya. Saat ini Raven masih dalam wujud makhluk halus yang tidak dapat dilihat kecuali Yuna.


Jam pelajaran pertama yaitu Matematika. Yuna memang sangat lemah dalam pelajaran Matematika ini. Tetapi, karena Raven sangat jago.. Raven akan mengajari Yuna


Raven : kamu kenapa Yun?


Yuna : huh soal matematika ini agak rumit, aku memang lemah dalam pelajaran ini


Raven : oh itu mudah bagiku, mau ku ajarkan?


Yuna : eh? Apa katamu?


Raven : aku sangat jago matematika, mau ku ajarkan?


Yuna : eum iya deh boleh


Raven : tapi ada syaratnya


Yuna : eh? Syaratnya apa?


Raven : beritahu aku apa yang kamu bisikkan pada teman-temanmu tadi


Pipi Yuna langsung memerah dan jantungnya berdetak


Raven : loh kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?


Yuna : eeh tidak kok, aku baik-baik saja


Raven : lalu, kenapa?


Yuna : ah sudah lah tidak perlu dibahas, ayo cepat bantu aku menjawab soal ini:(


Raven : hm iya


Raven mengajarkan matematika kepada Yuna, Yuna mengamati yang dijelaskan oleh Raven. Yuna sangat begitu heran, mengapa Raven dapat memegang pulpen? Bukankah hantu tidak dapat memegang apapun


Begitu dekatnya kepala Raven dan Yuna. Mereka pun duduk berdekatan, Yuna semakin salting disebelah Raven


Raven : Yuna? Kamu kenapa? Apa ada sesuatu hal yang kamu sembunyikan?


Yuna : eh tidak tidak, aku baik-baik saja


Raven : beneran? Ku kira kamu kenapa-napa


Yuna : oh iya Raven, sekarang usiaku 18tahun. Berarti usiamu sekarang 21tahun yaa?


Raven : hm iya, darimana kamu tau?


Yuna : aku ingat kata-katamu waktu awal kita bertemu. Usiamu kan 3 tahun lebih tua dariku


Raven : ah iya juga, ya sudah cepat kerjakan soal ini


Yuna mengangguk dan melanjutkan menyelesaikan soal matematika


゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚


👻Chapter 36👻


Jam istirahat pertama tiba • Yuna beserta teman-teman berkumpul di kantin bersama


Mereka sangat asyik bersenda gurau, tiba-tiba Akira dan Mira datang ke tempat perkumpulan mereka


Stevia : eh temen-temen lihat itu, Akira dan Mira lewat ke arah sini


Naya : halah yaudah biarin aja, mau ngelabrak sini ayok


Akira dan Mira hanya sekilas lewat saja, mereka kira Akira akan melabrak Yuna lagi


Stevia : eh tumben Ra, kok nggak marah-marah lagi?


Akira menoleh kebelakang karena mendengar suara Stevia


Akira : kamu menyebut namaku?


Stevia : yaiyalah, siapa lagi coba. Tumben baik amat ni bocah, biasanya marah-marah


Akira : hey jaga ucapanmu ya, aku tak ingin berdebat lagi dengan kalian. Dan aku sudah tak ingin melabrak Yuna lagi. Jadi jangan menantang-nantang ya


Stevia : ou benarkah? Ku pikir kamu akan berbuat seperti itu lagi


Naya : heh Akira! Kamu penakut ya!? Dasar, begitu saja sudah lemah!


Akira mulai merasa agak sedikit marah, karena Naya memancing emosinya


Akira : Naya! Apa-apaan kamu! Mengapa memancing emosiku seperti itu? Bukankah sudah aku bilang, aku tak ingin berdebat lagi! Hey Yuna, jaga ucapan temanmu ini

__ADS_1


Yuna : eeh? Iya iya, maafkan sikap temanku ya Akira


Naya : lah kok kamu maafkan dia sih Yuna, seharusnya beri dia pelajaran dong! Kan selama ini Akira membully mu!


Akira dan Mira tak menghiraukan yang diucapkan Naya, mereka langsung pergi dari kantin


Stevia : sudah sudah Naya, kalau dia memang mau bertaubat, ya sudah itu tidak apa


Naya : huh iya deh iya


Karina : oh iya Yuna, ada apa kamu suruh memanggil kami ke kantin?


Yuna : jadi begini.. Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke hutan daerah SD aku dan Stevia dulu


Putri : hm? Seriusan mau kehutan? Emangnya mau ngapain Yun?


Yuna : mencari mayatnya Raven, siapa tau saja masih ada bangkainya disana. Jadi kita bisa melihat-lihat


Naya : wah benarkah? Apakah hutan itu sedikit menakutkan?


Yuna : tidak. Sepulang sekolah kita langsung ke hutan yang ada didekat SD lamaku dulu. Ya walaupun aku sudah agak lupa nama sekolahannya


Theo : baiklah, aku akan membantu


Mereka sudah membincangkan rencana untuk menemukan mayatnya Raven sepulang sekolah nanti


°°°Skip - sepulang sekolah, Yuna dan teman-temannya langsung datang ke SD lamanya Yuna. Tepatnya mereka akan mencari hutan yang didekat SD


Rafael menemukan sebuah hutan dibelakang sekolahan


Rafael : Yuna, Yuna. Itu disana ada hutan


Yuna : Raven? Apa benar itu hutan tempat kamu dibuang ayahku?


Raven : iya benar


Yuna : ya sudah, teman-teman ayo cepat masuk kesana. Kita cari mayatnya apakah masih ada


Yuna dan teman-temannya berjalan menelusuri isi hutan tersebut. Hutan ini tidak terlalu membahayakan. Mereka mulai berpencar untuk mencari bau-bau mayat


Sudah hampir setengah jam mereka belum menemukan jejak apapun. Akan tetapi...


Karina : teman-teman! Kemari lah! Aku menemukan sebuah bangkai


Mendengar teriakan Karina, semuanya pada berkumpul di tempat yang sama


Stevia : ada apa Rin?


Karina : lihatlah itu, dipinggiran pohon sebelah sana ada sesuatu bangkai. Bisa saja itu mayatnya Raven


Theo : wah bener juga Karina, ayo ayo cepat selidiki


Mereka melihat sekilas mayat yang sudah menjadi bangkai tersebut. Raven mendekati mayatnya dan mengeluarkan air mata


Yuna : eh Raven! Janganlah menangis, ada kami disini:'(


Teman-temannya pun berpelukan, meskipun Raven tidak dapat dilihat. Tapi dapat dirasakan bersama


Theo : tenanglah Raven, kami akan segera membantu!


Karina : iya jangan khawatir, ada kami disini yang senantiasa akn menjadi teman baikmu


Begitu mengharukan, mereka semua bersedih dan saling mendukung satu sama lain.


Yuna : teman-teman, karena kita sudah menemukan mayatnya Raven, bagaimana kalau nanti malam kita selesaikan semua masalah ini? Kalian datang kerumah ku nanti malam untuk berbicara kepada ibuku, aku mau masalah ini terselesaikan malam ini juga!


Putri : hem ide yang bagus sekali itu, baiklah nanti malam aku datang


Naya, Stevia, Karina, Theo, Rafael : iya! Kami juga akan membantu!


Yuna : bagus, ini akan terselesaikan semua. Ayo kita segera keluar dari hutan ini


Yuna dan teman-temannya mencari jalan keluar dari hutan tersebut dan mereka kembali kerumah masing-masing. Karena malam ini mereka akan menyelesaikan masalahnya Raven👻Chapter 36👻


Jam istirahat pertama tiba • Yuna beserta teman-teman berkumpul di kantin bersama


Mereka sangat asyik bersenda gurau, tiba-tiba Akira dan Mira datang ke tempat perkumpulan mereka


Stevia : eh temen-temen lihat itu, Akira dan Mira lewat ke arah sini


Naya : halah yaudah biarin aja, mau ngelabrak sini ayok


Akira dan Mira hanya sekilas lewat saja, mereka kira Akira akan melabrak Yuna lagi


Stevia : eh tumben Ra, kok nggak marah-marah lagi?


Akira menoleh kebelakang karena mendengar suara Stevia

__ADS_1


Akira : kamu menyebut namaku?


Stevia : yaiyalah, siapa lagi coba. Tumben baik amat ni bocah, biasanya marah-marah


Akira : hey jaga ucapanmu ya, aku tak ingin berdebat lagi dengan kalian. Dan aku sudah tak ingin melabrak Yuna lagi. Jadi jangan menantang-nantang ya


Stevia : ou benarkah? Ku pikir kamu akan berbuat seperti itu lagi


Naya : heh Akira! Kamu penakut ya!? Dasar, begitu saja sudah lemah!


Akira mulai merasa agak sedikit marah, karena Naya memancing emosinya


Akira : Naya! Apa-apaan kamu! Mengapa memancing emosiku seperti itu? Bukankah sudah aku bilang, aku tak ingin berdebat lagi! Hey Yuna, jaga ucapan temanmu ini


Yuna : eeh? Iya iya, maafkan sikap temanku ya Akira


Naya : lah kok kamu maafkan dia sih Yuna, seharusnya beri dia pelajaran dong! Kan selama ini Akira membully mu!


Akira dan Mira tak menghiraukan yang diucapkan Naya, mereka langsung pergi dari kantin


Stevia : sudah sudah Naya, kalau dia memang mau bertaubat, ya sudah itu tidak apa


Naya : huh iya deh iya


Karina : oh iya Yuna, ada apa kamu suruh memanggil kami ke kantin?


Yuna : jadi begini.. Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke hutan daerah SD aku dan Stevia dulu


Putri : hm? Seriusan mau kehutan? Emangnya mau ngapain Yun?


Yuna : mencari mayatnya Raven, siapa tau saja masih ada bangkainya disana. Jadi kita bisa melihat-lihat


Naya : wah benarkah? Apakah hutan itu sedikit menakutkan?


Yuna : tidak. Sepulang sekolah kita langsung ke hutan yang ada didekat SD lamaku dulu. Ya walaupun aku sudah agak lupa nama sekolahannya


Theo : baiklah, aku akan membantu


Mereka sudah membincangkan rencana untuk menemukan mayatnya Raven sepulang sekolah nanti


°°°Skip - sepulang sekolah, Yuna dan teman-temannya langsung datang ke SD lamanya Yuna. Tepatnya mereka akan mencari hutan yang didekat SD


Rafael menemukan sebuah hutan dibelakang sekolahan


Rafael : Yuna, Yuna. Itu disana ada hutan


Yuna : Raven? Apa benar itu hutan tempat kamu dibuang ayahku?


Raven : iya benar


Yuna : ya sudah, teman-teman ayo cepat masuk kesana. Kita cari mayatnya apakah masih ada


Yuna dan teman-temannya berjalan menelusuri isi hutan tersebut. Hutan ini tidak terlalu membahayakan. Mereka mulai berpencar untuk mencari bau-bau mayat


Sudah hampir setengah jam mereka belum menemukan jejak apapun. Akan tetapi...


Karina : teman-teman! Kemari lah! Aku menemukan sebuah bangkai


Mendengar teriakan Karina, semuanya pada berkumpul di tempat yang sama


Stevia : ada apa Rin?


Karina : lihatlah itu, dipinggiran pohon sebelah sana ada sesuatu bangkai. Bisa saja itu mayatnya Raven


Theo : wah bener juga Karina, ayo ayo cepat selidiki


Mereka melihat sekilas mayat yang sudah menjadi bangkai tersebut. Raven mendekati mayatnya dan mengeluarkan air mata


Yuna : eh Raven! Janganlah menangis, ada kami disini:'(


Teman-temannya pun berpelukan, meskipun Raven tidak dapat dilihat. Tapi dapat dirasakan bersama


Theo : tenanglah Raven, kami akan segera membantu!


Karina : iya jangan khawatir, ada kami disini yang senantiasa akn menjadi teman baikmu


Begitu mengharukan, mereka semua bersedih dan saling mendukung satu sama lain.


Yuna : teman-teman, karena kita sudah menemukan mayatnya Raven, bagaimana kalau nanti malam kita selesaikan semua masalah ini? Kalian datang kerumah ku nanti malam untuk berbicara kepada ibuku, aku mau masalah ini terselesaikan malam ini juga!


Putri : hem ide yang bagus sekali itu, baiklah nanti malam aku datang


Naya, Stevia, Karina, Theo, Rafael : iya! Kami juga akan membantu!


Yuna : bagus, ini akan terselesaikan semua. Ayo kita segera keluar dari hutan ini


Yuna dan teman-temannya mencari jalan keluar dari hutan tersebut dan mereka kembali kerumah masing-masing. Karena malam ini mereka akan menyelesaikan masalahnya Raven?

__ADS_1


*:..。o○ ○o。..:**:..。o○ ○o。..:**:..。o○ ○o。..:*


__ADS_2