
👻Chapter 35👻
Raven belum menjadi manusia seutuhnya. Saat ini Raven masih dalam wujud makhluk halus yang tidak dapat dilihat kecuali Yuna.
Jam pelajaran pertama yaitu Matematika. Yuna memang sangat lemah dalam pelajaran Matematika ini. Tetapi, karena Raven sangat jago.. Raven akan mengajari Yuna
Raven : kamu kenapa Yun?
Yuna : huh soal matematika ini agak rumit, aku memang lemah dalam pelajaran ini
Raven : oh itu mudah bagiku, mau ku ajarkan?
Yuna : eh? Apa katamu?
Raven : aku sangat jago matematika, mau ku ajarkan?
Yuna : eum iya deh boleh
Raven : tapi ada syaratnya
Yuna : eh? Syaratnya apa?
Raven : beritahu aku apa yang kamu bisikkan pada teman-temanmu tadi
Pipi Yuna langsung memerah dan jantungnya berdetak
Raven : loh kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?
Yuna : eeh tidak kok, aku baik-baik saja
Raven : lalu, kenapa?
Yuna : ah sudah lah tidak perlu dibahas, ayo cepat bantu aku menjawab soal ini:(
Raven : hm iya
Raven mengajarkan matematika kepada Yuna, Yuna mengamati yang dijelaskan oleh Raven. Yuna sangat begitu heran, mengapa Raven dapat memegang pulpen? Bukankah hantu tidak dapat memegang apapun
Begitu dekatnya kepala Raven dan Yuna. Mereka pun duduk berdekatan, Yuna semakin salting disebelah Raven
Raven : Yuna? Kamu kenapa? Apa ada sesuatu hal yang kamu sembunyikan?
Yuna : eh tidak tidak, aku baik-baik saja
Raven : beneran? Ku kira kamu kenapa-napa
Yuna : oh iya Raven, sekarang usiaku 18tahun. Berarti usiamu sekarang 21tahun yaa?
Raven : hm iya, darimana kamu tau?
Yuna : aku ingat kata-katamu waktu awal kita bertemu. Usiamu kan 3 tahun lebih tua dariku
Raven : ah iya juga, ya sudah cepat kerjakan soal ini
Yuna mengangguk dan melanjutkan menyelesaikan soal matematika
゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚
👻Chapter 36👻
Jam istirahat pertama tiba • Yuna beserta teman-teman berkumpul di kantin bersama
Mereka sangat asyik bersenda gurau, tiba-tiba Akira dan Mira datang ke tempat perkumpulan mereka
Stevia : eh temen-temen lihat itu, Akira dan Mira lewat ke arah sini
Naya : halah yaudah biarin aja, mau ngelabrak sini ayok
Akira dan Mira hanya sekilas lewat saja, mereka kira Akira akan melabrak Yuna lagi
Stevia : eh tumben Ra, kok nggak marah-marah lagi?
Akira menoleh kebelakang karena mendengar suara Stevia
Akira : kamu menyebut namaku?
Stevia : yaiyalah, siapa lagi coba. Tumben baik amat ni bocah, biasanya marah-marah
Akira : hey jaga ucapanmu ya, aku tak ingin berdebat lagi dengan kalian. Dan aku sudah tak ingin melabrak Yuna lagi. Jadi jangan menantang-nantang ya
Stevia : ou benarkah? Ku pikir kamu akan berbuat seperti itu lagi
Naya : heh Akira! Kamu penakut ya!? Dasar, begitu saja sudah lemah!
Akira mulai merasa agak sedikit marah, karena Naya memancing emosinya
Akira : Naya! Apa-apaan kamu! Mengapa memancing emosiku seperti itu? Bukankah sudah aku bilang, aku tak ingin berdebat lagi! Hey Yuna, jaga ucapan temanmu ini
__ADS_1
Yuna : eeh? Iya iya, maafkan sikap temanku ya Akira
Naya : lah kok kamu maafkan dia sih Yuna, seharusnya beri dia pelajaran dong! Kan selama ini Akira membully mu!
Akira dan Mira tak menghiraukan yang diucapkan Naya, mereka langsung pergi dari kantin
Stevia : sudah sudah Naya, kalau dia memang mau bertaubat, ya sudah itu tidak apa
Naya : huh iya deh iya
Karina : oh iya Yuna, ada apa kamu suruh memanggil kami ke kantin?
Yuna : jadi begini.. Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke hutan daerah SD aku dan Stevia dulu
Putri : hm? Seriusan mau kehutan? Emangnya mau ngapain Yun?
Yuna : mencari mayatnya Raven, siapa tau saja masih ada bangkainya disana. Jadi kita bisa melihat-lihat
Naya : wah benarkah? Apakah hutan itu sedikit menakutkan?
Yuna : tidak. Sepulang sekolah kita langsung ke hutan yang ada didekat SD lamaku dulu. Ya walaupun aku sudah agak lupa nama sekolahannya
Theo : baiklah, aku akan membantu
Mereka sudah membincangkan rencana untuk menemukan mayatnya Raven sepulang sekolah nanti
°°°Skip - sepulang sekolah, Yuna dan teman-temannya langsung datang ke SD lamanya Yuna. Tepatnya mereka akan mencari hutan yang didekat SD
Rafael menemukan sebuah hutan dibelakang sekolahan
Rafael : Yuna, Yuna. Itu disana ada hutan
Yuna : Raven? Apa benar itu hutan tempat kamu dibuang ayahku?
Raven : iya benar
Yuna : ya sudah, teman-teman ayo cepat masuk kesana. Kita cari mayatnya apakah masih ada
Yuna dan teman-temannya berjalan menelusuri isi hutan tersebut. Hutan ini tidak terlalu membahayakan. Mereka mulai berpencar untuk mencari bau-bau mayat
Sudah hampir setengah jam mereka belum menemukan jejak apapun. Akan tetapi...
Karina : teman-teman! Kemari lah! Aku menemukan sebuah bangkai
Mendengar teriakan Karina, semuanya pada berkumpul di tempat yang sama
Stevia : ada apa Rin?
Karina : lihatlah itu, dipinggiran pohon sebelah sana ada sesuatu bangkai. Bisa saja itu mayatnya Raven
Theo : wah bener juga Karina, ayo ayo cepat selidiki
Mereka melihat sekilas mayat yang sudah menjadi bangkai tersebut. Raven mendekati mayatnya dan mengeluarkan air mata
Yuna : eh Raven! Janganlah menangis, ada kami disini:'(
Teman-temannya pun berpelukan, meskipun Raven tidak dapat dilihat. Tapi dapat dirasakan bersama
Theo : tenanglah Raven, kami akan segera membantu!
Karina : iya jangan khawatir, ada kami disini yang senantiasa akn menjadi teman baikmu
Begitu mengharukan, mereka semua bersedih dan saling mendukung satu sama lain.
Yuna : teman-teman, karena kita sudah menemukan mayatnya Raven, bagaimana kalau nanti malam kita selesaikan semua masalah ini? Kalian datang kerumah ku nanti malam untuk berbicara kepada ibuku, aku mau masalah ini terselesaikan malam ini juga!
Putri : hem ide yang bagus sekali itu, baiklah nanti malam aku datang
Naya, Stevia, Karina, Theo, Rafael : iya! Kami juga akan membantu!
Yuna : bagus, ini akan terselesaikan semua. Ayo kita segera keluar dari hutan ini
Yuna dan teman-temannya mencari jalan keluar dari hutan tersebut dan mereka kembali kerumah masing-masing. Karena malam ini mereka akan menyelesaikan masalahnya Raven👻Chapter 36👻
Jam istirahat pertama tiba • Yuna beserta teman-teman berkumpul di kantin bersama
Mereka sangat asyik bersenda gurau, tiba-tiba Akira dan Mira datang ke tempat perkumpulan mereka
Stevia : eh temen-temen lihat itu, Akira dan Mira lewat ke arah sini
Naya : halah yaudah biarin aja, mau ngelabrak sini ayok
Akira dan Mira hanya sekilas lewat saja, mereka kira Akira akan melabrak Yuna lagi
Stevia : eh tumben Ra, kok nggak marah-marah lagi?
Akira menoleh kebelakang karena mendengar suara Stevia
__ADS_1
Akira : kamu menyebut namaku?
Stevia : yaiyalah, siapa lagi coba. Tumben baik amat ni bocah, biasanya marah-marah
Akira : hey jaga ucapanmu ya, aku tak ingin berdebat lagi dengan kalian. Dan aku sudah tak ingin melabrak Yuna lagi. Jadi jangan menantang-nantang ya
Stevia : ou benarkah? Ku pikir kamu akan berbuat seperti itu lagi
Naya : heh Akira! Kamu penakut ya!? Dasar, begitu saja sudah lemah!
Akira mulai merasa agak sedikit marah, karena Naya memancing emosinya
Akira : Naya! Apa-apaan kamu! Mengapa memancing emosiku seperti itu? Bukankah sudah aku bilang, aku tak ingin berdebat lagi! Hey Yuna, jaga ucapan temanmu ini
Yuna : eeh? Iya iya, maafkan sikap temanku ya Akira
Naya : lah kok kamu maafkan dia sih Yuna, seharusnya beri dia pelajaran dong! Kan selama ini Akira membully mu!
Akira dan Mira tak menghiraukan yang diucapkan Naya, mereka langsung pergi dari kantin
Stevia : sudah sudah Naya, kalau dia memang mau bertaubat, ya sudah itu tidak apa
Naya : huh iya deh iya
Karina : oh iya Yuna, ada apa kamu suruh memanggil kami ke kantin?
Yuna : jadi begini.. Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke hutan daerah SD aku dan Stevia dulu
Putri : hm? Seriusan mau kehutan? Emangnya mau ngapain Yun?
Yuna : mencari mayatnya Raven, siapa tau saja masih ada bangkainya disana. Jadi kita bisa melihat-lihat
Naya : wah benarkah? Apakah hutan itu sedikit menakutkan?
Yuna : tidak. Sepulang sekolah kita langsung ke hutan yang ada didekat SD lamaku dulu. Ya walaupun aku sudah agak lupa nama sekolahannya
Theo : baiklah, aku akan membantu
Mereka sudah membincangkan rencana untuk menemukan mayatnya Raven sepulang sekolah nanti
°°°Skip - sepulang sekolah, Yuna dan teman-temannya langsung datang ke SD lamanya Yuna. Tepatnya mereka akan mencari hutan yang didekat SD
Rafael menemukan sebuah hutan dibelakang sekolahan
Rafael : Yuna, Yuna. Itu disana ada hutan
Yuna : Raven? Apa benar itu hutan tempat kamu dibuang ayahku?
Raven : iya benar
Yuna : ya sudah, teman-teman ayo cepat masuk kesana. Kita cari mayatnya apakah masih ada
Yuna dan teman-temannya berjalan menelusuri isi hutan tersebut. Hutan ini tidak terlalu membahayakan. Mereka mulai berpencar untuk mencari bau-bau mayat
Sudah hampir setengah jam mereka belum menemukan jejak apapun. Akan tetapi...
Karina : teman-teman! Kemari lah! Aku menemukan sebuah bangkai
Mendengar teriakan Karina, semuanya pada berkumpul di tempat yang sama
Stevia : ada apa Rin?
Karina : lihatlah itu, dipinggiran pohon sebelah sana ada sesuatu bangkai. Bisa saja itu mayatnya Raven
Theo : wah bener juga Karina, ayo ayo cepat selidiki
Mereka melihat sekilas mayat yang sudah menjadi bangkai tersebut. Raven mendekati mayatnya dan mengeluarkan air mata
Yuna : eh Raven! Janganlah menangis, ada kami disini:'(
Teman-temannya pun berpelukan, meskipun Raven tidak dapat dilihat. Tapi dapat dirasakan bersama
Theo : tenanglah Raven, kami akan segera membantu!
Karina : iya jangan khawatir, ada kami disini yang senantiasa akn menjadi teman baikmu
Begitu mengharukan, mereka semua bersedih dan saling mendukung satu sama lain.
Yuna : teman-teman, karena kita sudah menemukan mayatnya Raven, bagaimana kalau nanti malam kita selesaikan semua masalah ini? Kalian datang kerumah ku nanti malam untuk berbicara kepada ibuku, aku mau masalah ini terselesaikan malam ini juga!
Putri : hem ide yang bagus sekali itu, baiklah nanti malam aku datang
Naya, Stevia, Karina, Theo, Rafael : iya! Kami juga akan membantu!
Yuna : bagus, ini akan terselesaikan semua. Ayo kita segera keluar dari hutan ini
Yuna dan teman-temannya mencari jalan keluar dari hutan tersebut dan mereka kembali kerumah masing-masing. Karena malam ini mereka akan menyelesaikan masalahnya Raven?
__ADS_1
*:..。o○ ○o。..:**:..。o○ ○o。..:**:..。o○ ○o。..:*