
👻Chapter 05👻
Malam hari pun tiba - orangtua mereka sangat gelisah ketika anaknya belum kembali kerumah sampai saat ini
Ibu Sheila (ibunya Yuna) : aduh kenapa Yuna belum pulang sampai malem begini, aku takut dia kenapa-napa. Bodohnya aku tidak bisa menjaga anakku sendiri
Sementara kedua orangtua Stevia. Ayahnya dan ibu nya pun gelisah
Ibu Vivi (ibunya Stevia) : aduh Stevia anakku, kamu kemana nak. Kenapa belum pulang sama sekali
Ayahnya : coba kita telepon gurunya dulu
Ibu Vivi : udah tadi, kata bu Naranya mereka semua udah pulang. Dan disekolah udah kosong
Semuanya tentu panik bukan, ketika anaknya belum kembali kerumah
Sementara ditempatnya Yuna dan Stevia. Mereka masih dalam berpakaian sekolah. Mereka hanya duduk berdua didalam kegelapan disana. Stevia meringis ketakutan, sementara Yuna hanya terdiam.
Tiba-tiba ada suara orang yang berteriak. Suara itu semakin dekat. Stevia dan Yuna mengamati sumber suara tersebut
Stevia : Yuna, suara apaan tadi itu. Ngeri banget
Yuna : ah entah lah aku juga tidak tau. Ya sudah ayo kita tidur saja
Stevia dan Yuna memejamkan mata. Mereka pun tertidur didalam gudang tersebut.
~keesokan pagi harinya - didalam UKS~
Ramai anak-anak dan para guru diruangan sana. Tampak Yuna dan Stevia yang berbaring diruang tersebut. Mereka semua heran mengapa Yuna dan Stevia bisa berada didalam gudang
Yuna dan Stevia belum sadarkan diri. Mereka masih tertidur pulas. Pakaian mereka penuh berlumuran darah. Semua orang tentu nya heran sekali bukan?
2 jam kemudian - setelah pelajaran berlangsung
Semuanya sudah bubar dari UKS tadi, hanya masih ada ibu Nara yang menemani mereka
Yuna dan Stevia pun perlahan membuka matanya. Mereka pun duduk terlebih dahulu. Sehingga mereka begitu kaget melihat pakaian mereka yang berlumuran darah
Yuna : hah! Kenapa baju ku penuh darah?!
__ADS_1
Stevia : wah iya aku juga sama! Apa yang terjadi...?
Ibu Nara pun menenangkan mereka berdua
Ibu Nara : tenang anak-anak, kalian jangan takut
Yuna : loh ibu Nara kok bisa disini?
Stevia : eh bukannya tadi malam kita digudang?
Ibu Nara : tenang tenang dulu, sekarang ibu yang bertanya. Siapa yang mengunci kalian digudang?
Yuna : hmm kami tidak tau ibu, kejadian horror disekolah ini memang sering terjadi kepada kami
Stevia : iya bu, semalam kita habis piket pintu kelas langsung terkunci. Dan tadi malam kita tidur digudang, sekarang ga tau kenapa baju kita ada darahnya
Ibu Nara mendengarkan semua keluhan mereka. Ibu Nara juga heran dengan kejadian ini
Pertanyaannya :
"Siapakah Seseorang Yang Mati Di Sekolah Itu?"
*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿ *・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿
2 Tahun kemudian - Setelah beberapa tahun kejadian tersebut berlalu.
Kini mereka semua sudah menaiki kelas 6 SD semester Genap. Yuna selalu mendapatkan ranking 1 disekolah itu. Stevia tentunya mendapatkan ranking 2
Sementara itu, timbul lah rasa iri dan dengki terhadap seseorang. Yaitu Akira beserta teman-teman nya.
Akira berusaha mempermalukan Yuna dihadapan semua orang. Bahkan Akira sekarang sudah memiliki rencana busuk kepada Yuna.
Kini sudah berganti wali kelas, yaitu ibu Airin.
Kelas 6 Semester Genap. Tinggal beberapa bulan lagi mereka akan lulus SD.
Ini sudah memasuki ujian kelulusan. Semua murid wajib mempersiapkan diri dan menjawab soal dengan kejujuran. Ya, tentu saja harus jujur. Meskipun nilai rendah tetapi hasil sendiri tentunya nilai itu akan menjadi nilai halal buat masa depan. Apabila nilai tinggi namun hasil contekan, nilai itu bisa jadi nilai haram buat masa depan kita nanti.
Hari ini, ibu Airin memberikan soal-soal ujian. Semua murid wajib menjawab dengan baik. Ibu Airin hanya mengawasi
__ADS_1
Akira mulai berpikiran busuk, ia sengaja menaruhkan kertas jawaban diatas mejanya Yuna. Lalu, Akira menyogok dan menuduh Yuna sebagai pelaku pencontekan.
Akira : ibu Airin!
Ibu Airin : ya Akira, ada apa nak?
Akira : lihat ini bu! Yuna menyontek!
Akira menujukan kertas jawaban tadi yang ia letakkan di atas mejanya Yuna. Lalu menuduh, namun Yuna hanya terdiam tidak tau apa-apa.
Akira : ini bu bukti kertas jawaban nya!
(Menyerahkan kunci jawaban)
Ibu Airin membacanya, lalu datang ke mejanya Yuna dengan nada marah
Ibu Airin : Yuna! Apa benar kamu menyontek?!
Yuna terkejut, seakan-akan dia tidak percaya hal itu. Stevia memberanikan diri untuk melawan perkataan ibu Airin
Stevia : heh ibu! Jangan asal menuduh Yuna dong! Yuna itu sudah terkenal anak yang baik dan jujur! Selama dia ranking disekolah ini, dia tidak pernah mencontek! Heh kamu! (Menarik baju depannya Akira)
Kurang ajar banget kamu ya! Beraninya mempermalukan Yuna! Rasain nih!
Akira merasa tercekik, dan Akira tidak bisa melawan.
Ibu Airin menampar Stevia yang sudah berani melawan guru
Stevia : apa-apaan nih bu! Orang dia yang salah, malah saya yang ditampar! Hukum saya aja bu! Tapi untuk Yuna, jangan!
Stevia terus membentak dengan lancang, ibu Airin mengusir Stevia dari kelas
Sementara Yuna diejek oleh teman-teman sekelasnya.
"Huuu dasar ga tau malu!"
"Huuu dasar tukang nyontek!"
"Ranking curang! Hahahaha!"
__ADS_1
Itulah semua ejekan dari teman sekelasnya. Namun, Yuna menahan tangis dan tetap bersabar
✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*