SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
11


__ADS_3


KEJADIAN PADA MALAM BULAN PURNAMA SEMPURNA



***


Typo bertebaran


***


Dibalik keberhasilan pasti ada pendukung yang selalu berada di balik layar.


Begitupun dengan Annaliza rahasia paling besarnya adalah bahwa mereka tak tahu yang sebenarnya. Dia menyimpan nya, sendirian. Bukan, Annaliza bukan memiliki pendukung yang berada dibalik layar. Namun dia memiliki sesuatu yang tak bisa di ungkapkan.


Kemarin salah satu rahasianya sudah terbongkar--diungkap kan. Dua minggu ini dia meneyendiri di mansionnya. Tidak perduli di dunia luar sedang membicarakan dirinya. Dua minggu ini berita ini tidak redup. Kala pernah redup tapi seseorang menyalakan api kembali. Hingga saat ini berita itu masih berlanjut. Hingga sampai ke negara tetangga.


Besarnya rakyat Auxenia tidak mempersalahkan hal atas kebohongannya pada mereka. Mengingat betapa besarnya jasa Annaliza pada Auxenia.


Namun juga bagian kecilnya mereka membenci Annaliza, dengan dalih alasan membohongi rakyat Auxenia. Namun pada dasarnya, mereka membencinya karena Annaliza berbeda dengan rumor. Sebagian besar yang membencinya adalah ibu-ibu serta putri-putri mereka yang iri terhadapnya. Iri karena Annaliza yang di rumorkan jelek buruk rupa dan tidak memiliki kemapuan apapun ternyata jauh berbeda dengan yang di nyatakan oleh rumor.


Rumor memang hanya sekedar rumor...


Dan dalam dua minggu ini Annaliza menyembunyikan rahasianya.


Mimpi-mimpi yang sering berdatangan dalam tidur nya terus-menerus menghantuinya. Tak ada satupun orang terdekat nya yang tahu selama ini yang dia sembunyikan.


Malam ini, malam bulan purnama sempurna. Cahaya yang dipantulkan di balik kaca besar kamarnya membuat bulan itu tidak lebih bersinar. Annaliza menatap bulan itu. Pemikiran dan tindakannya bertentangan. Dia seakan terhipnotis oleh indahnya cahaya bulan itu. Pikirannya mulai akan pulih lalu dirinya mencoba menghindari untuk menatap cahaya bulan. Namun lagi, Annaliza tidak bisa. Akal sehatnya sudah tercuci oleh indahnya cahaya bulan itu. Dia masih ingat kejadian bulan lalu yang menggemparkan Auxenia dan dia tak ingin itu terjadi lagi.


Annaliza memegang dadanya yang terasa perih. Tak ada rintihan kesakitan namun terlihat jelas bahwa ekspresi Annaliza saat ini memang benar-benar sakit. Dia menggertakan giginya bibirnya bergetar dan mulai pucat. Bukan hanya bibirnya namun seluruh wajahnya serta badannya. Gaun hitam yang dia pakai sungguh kontras dengan warna kulit Annaliza yang pucat. Rambutnya terurai dan Annaliza ambruk dengan keadaan duduk karena tangannya lah yang menjadi penopang tubuhnya.


Mata hitam pekatnya kini lebih hitam. Namun terlihat jelas dalam manik hitam itu terdapat sebuah kekosongan. Annaliza masih memegang dadanya yang terasa semakin perih. Tidak, dia harus menahannya.


Perlahan air mata Annaliza turun dari sudut matanya. Dia harus menahan nya. Namun, dia tak kuat....


Hingga....

__ADS_1


Krek.. Bunyi suara tulang patah memenuhi betapa sunyinya kamar Annaliza.


Perlahan sesutu muncul di belakang punggungnya. Gaun itu robek dengan muncul nya sebuah pasang sayap dari tubub Annliza. Sayap hitam yang cocok dengan gaunnya yang tiba-tiba berubah memanjang menutupi betis polos Annaliza.


Dan saat itu pula dia tidak mengenali dirinya sendiri namun dalam pikiran kecilnya dia masih ingat siapa dirinya. Annaliza terbang dengan kedua sayapnya. Lalu tangannya ia ulurkan pada jendela kaca besar kamarnya. Syush... Jendela terbuka tanpa persiapan.


Mata hitam pekat kosongnya membuat siapa saja bergidik ngeri. Annaliza masih diam berdiri dengan sayap hitam nya.


"Nona!" Suara Luisa bergema di luar kamar Annaliza. Namun Annaliza tak menyahutnya membuat luisa berfikir hal yang buruk tentang junjungan nya itu. Pasalnya nona-nya tidak pernah keluar dari kamarnya setelah penurunan pangkat nya sebagai jenderal.


"Nona-nona apakah kamu masih di dalam?" Luisa berteriak. Tangannya terus menggedor-gedor pintu kamar Annaliza. Luisa mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu sehingga dirinya lupa bahwa dia mempunyai kekuatan untuk membuka pintu tanpa menjadikan badannya terasa nyeri.


Annaliza berdiri lalu menerobos jendela kamar sehingga dirinya terbang dengan tinggi. Mata hitam pekat kosongnya berniat mencari mangsa. Dia pergi meninggalkan mansion serta kamarnya dimana Luisa berlari mencari-cari nya.


"Nonaaaa"


***


Dua hari berlalu setelah kota Utama terjadi penyerangan oleh makhluk yang telah beberapa bulan ini menyerang Auxenia. Dan kejadian ini terjadi setiap malam bulan purnama sempurna. Awal nya mereka hanya merespon biasa tapi melihat sering terjadi dalam enam bulan ini akhirnya mereka sadar bahwa ada makhluk yang ingin menghancurkan Auxenia.


Bukan hanya itu juga, kejadian dua hari lalu juga menggemparkan warga Auxenia. Kabar duka menyelimuti keluarga bangsawan nomer dua Auxenia. Tentu itu adalah keluarga Jesincver. Di mana putri mereka Annaliza Jesincver di katakan menghilang. Belum berita tentangnya yang menjadi Raidencs mereda kali ini kabar tentang nya juga menjadi topik panas bersamaan makhluk itu. Sudah dua hari keluarga Jesincsver memerintahkan para pengawalnya untuk mencari Annaliza. Dan dalam dua hari ini juga mereka belum menemukan bukti apapun. Kecuali saat Luisa datang pada mereka bahwa Annaliza menghilang dengan pintu jendela terbuka lebar.


Mariana monolong kosong. Dia ingat bahwa putrinya itu tidak ingin dijodohkan. Dan apakah ini alasan putrinya itu kabur atau lebih tepatnya menghilang?


Di depannya suaminya yang terus berjalan mondar-mandir. Mungkin dia juga sama seperti dirinya yang menghawatirkan putri satu-satunya mereka.


"Apakau sudah menemukan adikmu?" tanya Raymond pada James saat pemuda itu berjalan masuk menuju orang tuanya yang berada di ruangan keluarga. Dia menggelengkan kepalanya dengan lesu. Bagaimana Annaliza adalah adik satu-satunya. Dan dia sungguh ceroboh. Bagaimana Annaliza di luar sana? Apakah dia sudah makan atau belum? Itulah yang mereka pikirkan.


Raymond dan Mariana menghela nafasnya yang entah sudah ke berapa kalinya. Rasa rindu menyelimuti mereka putri yang selalu menantang mereka. Dia Rindu, Mariana rindu bagaimana mulut kecil putrinya yang selalu mengomel jika berurusan tentang perjodohan atau pernikahan.


"Kita hubungi saja guru nya. Bukankah ayah pernah bilang Annaliza tidak pernah mengikuti pelajaran ke akademik?"


Raymond berpikir keras. Menghubungi dia memang bukan hal sulit. Namun mereka harus ke Kerajaan MorenaSky terlebih dahulu. Karena dia berada di kerajaan itu. Kerajaan terbesar yang berada di daratan Borealis.


Perjalanan nya tidak mudah harus memerlukan waktu paling lama sebulan atau dua bulan. Jika saja dia mempunyai orang yang mempunyai kemampuan pikiran pasti dia bisa menghubungi dia. Atau juga bisa dengan kekuatan teleportasi. Tapi sangat susah untuk mencari orang yang berkemampuan seperti itu.


"Akan ayah usahakan. Agar bisa menghubungi dia,"

__ADS_1


***


Dia menatap dirinya dalam pantulan air yang hanya diterangi oleh bulan purnama ke-3. Annaliza menatap sendu pada penampilan nya yang seperti ini.


Wajah nya sama namun mengapa terasa berbeda?


Annaliza meraba bagian seluruh wajahnya, mata hidung serta bibirnya. Tak ada perbedaan apapun kecuali manik mata hitamnya berubah menjadi sangat lebih hitam.


Dan dirinya, sayap hitam dipunggung nya telah menjadi teman dalam tiga hari kebelakang ini. Dia ingin menghilangkan itu namun tak bisa. Seketika air mata yang dia tahan selama tiga hari ini ikut menetes di barengi dengan langit yang sangat tiba-tiba turun hujan lebat. Sehingga membuat Annaliza tak memperlihatkan tangisan nya. Annaliza menengadah menatap hitamnya langit serta menghilang nya bulan tertutup awan.


'Dirinya pembunuh!'


'Dirinya di kutuk!'


Apa yang harus dia lakukan? Tiga malam yang lalu, serta malam bulan purnama sempurna enam bulan lalu menjadi saksi bahwa dia melakukan hal yang menjijikkan sebagai manusia. Dia telah membunuh seseorang yang tak pantas dia bunuh.


Malam itu malam tiga hari yang lalu. Perasaan bersalah menghinggap pada dirinya. Dia tak merasakan hal itu namun melihat bukti-bukti nya menuju kearahnya. Dia sadar setiap malam bulan purnama sempurna adalah malapetaka bagi dirinya.


Tepat kejadian lima tahun yang lalu. Dan ternyata kejadian itu benar. Dia benar-benar tidak melepaskan nya. Apa salahnya? Apa salahnya pada dia? Dosa apa yang terjadi di masa lalu sehingga dia memperlakukan nya seperti ini.


Dia orang jahat sama seperti dia!


Membunuh orang yang tak bersalah.


Semua ini juga salahnya. Kenapa Tuhan mempertemukan dirinya dengan dia? Jika tahu begini pada waktu itu dirinya tak kan melakukan hal itu.


Dia menyesal, Annaliza menyesal,,, sungguh!


***


Jangan lupa Vote...


Makasih🤗😘


***


See you next part!!

__ADS_1


__ADS_2