SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
22


__ADS_3

Warning : Typo bertebaran


***



ORANG YANG WAJIB DILINDUNGI! KETURUNAN KLAN IBLIS KUNO!



***


Pada bulan Maret pertengahan tahun ini, Kota Utama Auxenia di lanada hujan deras beserta kilat yang saling bertentangan. Annaliza merasa entah kenapa hal ini merasa bahwa menyatakan peperangan.


Penghuni kediaman mansion Jesincsver sepi. Tak ada keceriaan dari wajah masing-masing penghuni. Sekalipun itu seorang maid.


Hati semua orang kosong atas insiden dua hari yang lalu. Seakan kediaman Jesincsver telah kehilangan inti dari kebahagiaan.


Mariana dan Raymond beserta James duduk di ruang keluarga. Ketiganya diam dengan beribu pikiran yang berkecamuk. Tatapan mereka kosong.


Para maid pun hanya bisa mendesah melihat para tuannya. Ini akibat ditimbulkan karena musibah yang terjadi pada nona kedua. Mereka juga bersedih akan hal ini, menurut mereka Annaliza adalah seseorang yang periang. Dan yang paling penting dia tak pernah sombong meski dirinya adalah seorang bangsawan.


James telah menindak lanjutin kasus ini. Dan telah terungkap bahwa memang pelayan istana yang telah membuat adiknya menderita. Dan dia tak tahu siapa pelaku yang sebenarnya. Karena saat masa introgasi pelayan itu tetap bungkam mulut. Dan lebih memilih bunuh diri. Hal ini membuat pihak istana merasa bersalah. Karena kurangnya penjagaan yang ketat. Bagaimana pun Annaliza adalah mantan Jenderal istana.


***


Brak


Reydar menutup pintu kamarnya dengan keras. Terlihat Amora yang sedang menyisir rambut hitam panjangnya. Reydar menatap tajam Amora yang terlihat sangat santai.


"Kau!" Reydar murka. Jarinya ia tunjuk Amora yang diam-diam tersenyum palsu.


"Ada apa sayang?" Tanyanya menggoda.


"Kau puas heh! Puas menyakiti orang yang ku sayang!" Reydar berteriak. Annaliza tidak dapat bicara dan semua ini karena orang yang sekarang telah menjadi istrinya.


"Puas. Sangat puas!" Jawab Amora acuh.

__ADS_1


"Kau...." belum sempat Reydar berkata lagi. Rasa nyeri tiba-tiba hinggap di dadanya. Ini sungguh menyakitkan.


Hahaha... Sakit?" Dia menatap kasihan pada Reydar. "Sakit ini tak seberapa dengan rasa sakit yang selalu ku terima, Kak Reydar!" Reydar tersentak mendengar panggilan dari Amora. Panggilan yang telah lama ia tak dengar.


Amora melanjutkan kata-katanya dengan tawaran sumbang dan mata berkaca "Kau tahu! Sedari kecil aku selalu menyukaimu, kak! Tapi apa! Yang kau pikirkan hanya Annaliza, Annaliza dan Annaliza! Kapan kau memikirkan ku?"


Inilah yang menjadi perbincangan utama alasan Amora ditentukan menjadi isteri Reydar karena semua orang tahu bahwa Amora dan Reydar adalah teman masaa kecil. "Aku selalu memikirkan mu Mora. Tapi kau berubah, kau bukan Mora-ku yang dulu," Jerit Reydar, memegang dadanya yang masih terasa nyeri.


"Kau yang membuatku berubah Rey!"Balas Amora tak kalah. Dia menangis tersendu. Hatinya menjerit. Lalu tiba-tiba tertawa dengan menyeramkan mengandung kejahatan. "Haha.... Meski kau hanya ingin dengan si Annaliza. Kau tidak dapat meninggalkan ku..." ujarnya seraya menggantungkan ucapannya.


Seakan mengerti, Reydar menatap tajam Amora yang terlihat kesetanan. "Apa yang kau lakukan?" Reydar mendesis saat rasa sakit di dadanya semakin menjadi. Rasanya seperti saat sesuatu dalam tubuhnya dicabut secara paksa.


"Tepat seperti yang kau pikirkan. Keluarga mu berada dalam genggamanku!" Reydar percaya. Karena dia tahu lebih tentang Amora.


"Kau sungguh Kejam, Mora!"


"Aku tak peduli. Yang penting kau selalu bersamaku!"


Brukkk...


Pertahanan tubuhnya runtuh. Reydar masih memegang dadanya yang terasa sakit. "Berfikiran positif padamu adalah salah. Aku sungguh bodoh bisa mengenal orang seperti mu!" Dan saat itulah menjadi ucapan terakhir nya. Setelah seteguk darah keluar dari mulut Reydar.


***


"Lepaskan aku!" ujar Luisa tertahan. Dia memegang tangan besar yang melingkari lehernya.


"Kau sudah melewati batasan mu, Azura!" Ujar Ares. Dia masih mencekik Luisa yang kini terbatuk.


"Kau sudah dibutakan cintamu pada Anzea, Ares!" Ujarnya mempertahankan kekuatannya. Ares melepasnya karena merasa tidak berguna jika berhadapan dengan Azura.


"Pakai wajah asli mu Azura. Kau telah mengkambing hitamkan gadis pemilik wajah ini!" Titah Ares dingin.


"Kau!" Seru Luisa. Dia pun berdiri dengan anggun. Menetralkan aura-aura yang berada di sekitarnya. Luisa memjamkan matanya. Dengan perlahan wajah Luisa berubah dengan sendirinya. Dia Azura. Perempuan dengan iris mata berwarna kecoklatan itu menatap tajam pada Ares yang tepat berada di depannya.


Azura cantik. Cantik yang mematikan.


"Kita se-klan, Azura! Kau seharusnya menghapus kan dendamu pada Anzea. Dia telah tiada tepat ratusan tahun ke belakang. Kau seharunya bisa mengerti dan menerimanya. Aku tahu kau tak sebodoh itu. Kau tak sebenci itu pada Anzea. Biarkan dia tenang!" Ujar Ares panjang lebar. Dia menatap sendu Azura.

__ADS_1


Tubuh Azura melemas. Mana bisa dia membenci sahabatnya sendiri. Sahabat seperjuangan nya. Mana bisa.


Namun dia hanya iri. Bahkan lebih tepatnya Anzea adalah orang yang terpenting dalam hidupnya. Namun setelah kenal dengan Ziyan dan Ares. Hubungannya dengan Anzea serasa terdapat batasan. Dia tak bisa secara bebas jika ingin menemui Anzea. Selalu terhalang dengan kedua lelaki di depannya ini. Ares dan Ziyan. Dia merasa terkekang.


Seharusnya Anzea selalu bersama nya. Bukan mereka berdua. Hingga dirinya melampiaskan kekesalannya pada Anzea dengan cara ingin membunuhnya. Menurut nya jika dirinya tidak bisa bersama Dengan Anzea, maka orang lain pun tidak bisa.


Ada satu kisah yang tak kan pernah orang lain mengerti. Anzea adalah segala baginya. Orang terpenting dalam hidupnya hingga dia tak kuasa untuk berbagi dengan orang lain.


Ares dan Ziyan adalah yang di bencinya. Namun meski begitu hati nya tidak bisa untuk membenci.


"Aku.. Aku .." tubuh Azura bergetar.


"Kami adalah pelindung Anzea, Azura! Dan kamu tahu itu. Kami tak akan menyakiti tuan kami. Seharusnya kau sama seperti kami jika kau sungguh menyayangi Anzea. Sebagai pelindung keturunan terakhir dari klan iblis kuno!"


Azura menangis. Dia sungguh tak tahan, tak kuat. Dan ingin menumpahkan segalanya. Seharusnya dia percaya saat Anzea berkata "Kau akan di hati Anzea, Azura! Menjadi nomor satu!"


Namun dia menghancurkan semuanya karena cemburu akan Ares dan Ziyan yang selalu bersama dengan Anzea.


Anzea adalah seorang bangsawan. Dan dirinya hanya seorang rakyat jelata yang Anzea perlakukan bak seorang saudara. Anzea memberikan segalanya baginya. Kasih sayang yang berlimpah. Bukan diukur dengan materi.


Namun karena sesuatu, Anzea harus selalu berlatih dengan Ares dan Ziyan demi kelangsungan klannya. Hingga waktu bersama dirinya mulai berkurang. Dan itu menuntut pada Anzea yang menurutnya Anzea tidak bisa menepati janjinya.


Azura hanya tak suka ada seseorang yang lebih dekat dengan Anzea selain dirinya. Menurutnya Ares dan Ziyan yang menghancurkan kedekatannya. Dan merasa Anzea lebih mementingkan Ares dan Ziyan.


Bruk...


"Seharusnya kamu tak merasa kesepian. Karena aku, Ziyan dan Nona Anzea selalu bersama mu!" Ares memeluk Azura erat. Membiarkan dia menangis dalam dekapannya.


"Aku selalu mencintai mu Azura! Ingat itu!" Ares mendesis.


Azura tahu lelaki didepannya ini selalu mengatakan tentang cinta padanya lebih dari seratus kaki. Dan dirinya sungguh tak tahu apa itu cinta. Karena menurutnya yang nyaman adalah sesuatu yang perlu ia pertahankan. Pelukan ini, pelukan rasa aman yang serasa dengan pelukan Anzea. Aman, nyaman. Seakan pelukannya mengatakan bahwa dirinya adalah hal yang paling spesial dalam hidupnya.


Memikirkan hal ini membuat tangisan Azura berhenti. Ares mencoba melepaskan. Namun siapa sangka gadis itu malah mengeratkannya kembali. Azura tersenyum dan semakin mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada Ares. Ares membalasnya lalu tersenyum pula.


Ziyan yang melihat sepasang kekasih ini merasa terabaikan. Lalu turun dari pohon yang sedari tadi dia menonton. Lalu berkata dengan polos menggangu ketenangan ke dua insan itu "Anzea telah tiada. Annaliza telah di racuni. Seharusnya kita lebih selangkah dari mereka. Dan kita telah tertinggal."


***

__ADS_1


See You Next Part!


***


__ADS_2