SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
6


__ADS_3


FLASHBACK! (ANNA 8th DAN REYDAR 15th)



(Mulmed : Annaliza)


****


Sepuluh tahun lalu adalah kisah dimulai dimana Annaliza yang menyukai Reydar dan Reydar menetap kan dalam hatinya akan kepemilikan dirinya terhadap Annaliza.


Dan kisah pun di mulai......


Hari ini adalah hari perburuan yang diadakan oleh pihak istana dan terbuka untuk umum. Dengan syarat, husus untuk seorang lelaki minimal usia 15 tahun.


Kamu tahu Anna, pemberontak dari kecil. Mendengar pengumuman itu Anna berjingkrak senang. Dia ingin mengikuti perburuan namun syarat dan ketentuan yang tidak memperbolehkan dirinya. Tapi ingat bahwa Anna adalah sang pemberontak.


Pagi hari, "ibu Anna ingin ke pasar, ya!" Namun dalam hati berkata lain. Dirinya berniat akan kabur dan mencari sendiri tempat perburuan istana yang katanya di adakan di perbatasan kerajaan Auxenia (timur) dan Kerajaan Joanda (barat).


Dan tempat itu yang ditujunya sekarang. Gadis kecil berusia delapan tahun yang pemikiran nya ntah mengapa dengan orang yang seusia nya begitu berbeda.


(Dari kecil Anna tidak suka keramaian. Tidak suka ikut perjamuan bangsawan. Dari kecil yang diinginkan nya berbakti kepada ayah-ibunya. Menjadi orang yang berguna untuk masa depan. Namun tujuan itu membuatnya terkenal dengan sifat kurang baik. Jadi wajar di usianya yang sekarang Anna sudah kebal dengan ghibahan orang lain).


Di pasar_


"My lady jangan berlari-lari itu tidak mencerminkan sik..." sang mama berkata dan Anna tak suka "sikap bangsawan yang baik! Memang aku tidak baik jadi untuk apa anda susah-susah mengajarkan etiket bangsawan kepada saya" dia penentang Keras tak suka diatur. Mama ini terlalu serakah terhadap harta dan itu membuat Anna semakin tak suka mama ini tak segan-segan meminta bayaran yang tinggi, memang tak tahu malu. Dan Anna? Yang di ajarkan hanya bersenang-senang. Jika ada ibu atau ayahnya dia akan mengajarkan seolah memang guru yang profesional dan tak jarang mama ini menempatkan dirinya dalam suatu kesalahan sehingga ibunya bisa memarahinya. Rasanya dirinya ingin membakar mama ini.


"Mama, Anna ingin duduk di kereta Anna lelah. Bisakah mama meyuruh penjahit untuk membuat kan ku gaun seperti ini!" sambil menyodorkan sebuah lukisan gaun. Mata Mama melebar mungkin dia terkagum saat melihat lukisan itu "wah, lady gambar gaun ini sungguh indah. Apa lady yang menggambar ini!" tanya nya.


"Iya," jawab Anna singkat tak berniat "saya akan menyuruh orang segera!" ujar mama dengan semangat "tapi..."


Mulai deh lah, Anna tahu yang di maksud dengan 'tapi' lalu pluk... "Itu untuk bayaran awal pada si penjahit selebihnya akan aku bayar setelah selesai" ucapnya seraya memberikan sebuah kantong berisi koin.


"Lady...."


"Dan ini untuk mama!"


"Terimakasih my lady!"


Sepeninggal sang mama Anna cepat-cepat keluar, tentu diirnya lolos dari penjagaan. Gadis kecil itu.....


***


"Selain cantik dan baik hati aku ini cerdas, dan sekarang aku bebas dari mama itu," Ujarnya pada diri sendiri.


HUTAN PERBATASAN_ A & J (AUXENIA DAN JOANDA)


"Wah, ternyata ini ya hutan perbatasan!?"Seru nya senang.


"Tak apa dari luar mungkin menakut kan tapi kalo udah ke dalam mungkin akan menyenangkan, Annaliza mari bermain!"


Perburuan di laksanakan di dalam hutan perbatasan sedang kan diluar hutan penjaga kerajaan tengah menjaga dengan ketat. Anna yang melihat dari jauh pun membuang nafasanya dengan kasar. Percuma dirinya kesini jika penjaga itu menjaganya.


"Aish, kenapa susah sekali? Padahal aku hanya ingin melihat yang berburu. Tapi hutan perbatasan ini 'kan kerajaan Joanda dan Auxenia. Apa kerajaan joanda itu ikut berpartisipasi?"


"Dari pada memikirkan hal ini lebih baik aku memikirkan agar lolos,"


"Tapi kenapa dijaga di luar. Seharusnya yang keluar terlebih dahulu serta mendapatkan hewan buruan itu yang menang. Lah ini?"

__ADS_1


Anna melihat kontes perburuan yang di adakan ini terlalu aneh. Padahal disini (di tempat sekarang berada) di adakan sebuah tenda atau apa. Dan mana raja dan ratu? Perburuan macam apa ini?


"Karena aku sudah lelah kemari. Jadi, Anna jangan sia-siakan perjuangan mu! Semangat!"


***


Anna lolos? Pasti, dengan kecerdikan gadis kecil ini pasti lolos.


Dalam hutan__


"Untung aku membawa obat-obatan dan serbuk penidur kalo tidak! Aku tak akan masuk ke dalam hutan ini. Paman penjaga yang baik hati, maaf kalian harus tidur terlebih dahulu.


Cerita nya seperti ini. Jadi Anna pura-pura kesakitan dan berteriak sekencangnya. Sehingga menarik lima penjaga kerajaan. Dan dirinya menjalankan aksinya. Setelah para penjaga itu mendekat barulah dirintya menaburkan bubuk penidur. Dan jadinya kalian tahu sekarang.


Back story!


Anna berjalan kadang dirinya menggerutu mengapa tidak menemukan acara yang diadakan?


"Apa Ini berita bohong? Kalo tidak di mana kah acaranya?"


Dia terus mendumel tidak jelas periha ini. Sangat menguras energi jasmani dan rohaninya. Dia dengan sabar harus menjelaskan pada sang mama dan berlarian samapai kesini. Dan apa hasilnya? Mana perburuan itu?


"Terlanjur. Mending lanjutin ah!"


Berjalan dengan semaunya berharap menemukan acara peburuan itu. Dia tak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian...


Srekkk...


Anna was-was bagaimana pun dirinya adalah anak kecil dan kekuatan pengendalian nya terhadap elemen itu kurang. Maksudnya belum terlalu mahir.


Bagaimana jika perampok? Aduh aku lupa bawa uang🙀🤦🏼 Anna membatin.


"Apakah hantu bisa minta tolong, ya?"


Anna berjalan mendekati asal suara. Daaan


"Kyaaaa, monster, hantuuuuu," teriaknya menggema.


Krik...krik....krik....


"Eh?" Anna membuka matanya secara perlahan dan hati-hati siapa tahu bahwa hantu itu pura-pura tak melihatnya. Anna emang sedikit gesrek.


Mengerikan, satu kata yang bisa mendeskripsikan seseorang di hadapannya ini. Dan tentu bukanlah hantu, ya!


Orang itu yang tak lain putra mahkota, menetap dingin ke arah gadis kecil di hadapannya ini. Hantu? Orang tertampan di daratan Borealis di sebut hantu? Kamu melucu ya?


"Saya bukan hantu," ujarnya dingin. Oke, dirinya akui dirinya tersinggung. Tapi mau bagaimana lagi. Lagian yang Anna lihat adalah hal yang nengerikan.


Coba bayangkan, wajah putih itu nampak pucat dengan darah yang bercipratan hampir di seluruh wajahnya. Rambut yabg berantakan seperti gembel. Baju yang compang camping. Mau tidak kaget gimana coba?


Ntah jelmaan apa yang berada di harapannya ini. Namun satu hal lagi yang Anna baru sadari 'dia terluka' lelaki yang usianya hampir seumuran dengan kakanya ini terluka.


"Apakah kau terluka?" itulah pertanyaan yang ambigu. Sudah tahu malah nanya.


Diam. Tak berekspresi. Dingin. Memebangunkan jiwa bar-bar Annaliza.


"Apakah setiap hari kau seperti ini dengan orang lain?..."


"Hah?" si lelaki menatap dengan mata pertanyaan. "Kau terus bersikap dingin, kenapa. Memang aku salah mengira kamu hantu. Tapi aku sungguh minta maaf," ujar Anna panjang lebar.

__ADS_1


Dan diam lagi.


"Untuk menebus kesalah pahaman maka aku akan mengobati lukamu," ucap Anna tulus. Tak sia-sia dirinya membawa kanting obat-obatan ini. Tanpa meminta persetujuan pihak lain. Anna segera menjongkok dan mencoba untuk mengobati pemuda di harapannya ini.


"Apakah kau bisa mengerti ilmu medis," dia tidak bisa sembarang percaya terhadap orang lain. Dirinya putra mahkota siapapun mengincar nyawanya. Bisa jadi, ka n gadis kecil di hadpannya ini bagian dari mereka.


Anna memberhentikan tangannya di udara saat Pemuda di hadannya ini berkata seperti meremehkan nya.


"Aku tahu!" sahutnya malas "jangan kira aku tidak tahu ya! Meski pun masih kecil aku tahu tentang pengobatan, yah meskipun aku tidak sehebat para dokter,"


"Kamu percaya aku atau tidak?"


Mendapat pertanyaan dari gadis dihadapannya ini, ntah mengapa dirinya merasa terikat dan langsung mengangguk tanpa ragu.


Luka itu terdapat luka cakaran di bagian sikut serta robekan di bagian lutut dan tak lupa sayatan di bagian wajahnya.


Anna membersihkan darah terlebih dahulu setelah dirinya mendapati air dari sungai yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Lalu mengoleskan obat berawarna hitam pekat pada sang luka. Kadang putra mahkota meringis perih saat Anna menempelkan obat tersebut.


Brekkk....


Anna menyobekkan bagian bawah bajunya untuk melilit bagian luka di lutut dan sikut. Untuk bagian wajah Anna tak menutupnya karena obat yang di gunakan berbeda. Karna apa? Karena kulit wajah berbeda dengan kulit yang lainnya. Dimana kukit wajah mudah sensitif.


Reydar menatap hal yang di lakukan Anna, karena gadis ini dengan mudahnya meeobekkan pakainnya apalagi hanya untuk menolong seseorang yang tak di kenal nya. Dan kenapa gadis ini tidak memiliki etiket bangsawan, dirinya dapat melihat pakaian yang di pakai gadis itu.


"Selesai!" ujar Annaliza bangga setelah melihat kerja kerasnya. Anna pun membereskan kembali obat-obatan tersebut.


"Namaku Reydar Alvegarzz," sambil mengulurkan tangan kanan nya dan berharap gadis di depannya ini membalasnya.


Alvegaruzz? Bhaknnya itu adalah anggota kerajaan?


Anna mengangguk mengerti, pantesan bajunya berkualitas itu menyilaukan mataku.


"Oh!" ujar Anna acuh. Apakah dia tak terkejut bahwa aku putra mahkota?


"Terimakasih!" ucap Reydar tulus.


"Luka anda akan cepat sembuh kok, Pangeran. Asalkan luka mu tidak terlalu sering terkena air?"


Anna menengadah, melihat langit yang terik hampir berganti. Dirinya harus pulang.


"Maaf pangeran saya harus


Pergi!" Anna dengan formal berbicara pada Reydar. Dan pergi meninggal kan Reydar.


"Hei tunggu, aku belum tahu namamu!"


"Annaliza Jesincsver!" jawab singkat Anna berteriak namun pelan. Reydar tersenyum melihat Anna yang berlari tanpa di cegahnya.


"Lima tahun kemudian datang ke acara ulang tahun ku," dan saat itu pula kau akan ku pilih sebagai ratuku, gadis kecil"


***


Pangeran Reydar tidak tahu apakah Anna menyukainya atau tidak begitu juga sebaliknya.


"Mengapa aku seperti ini? Bahkan aku tudak berani menyatakan suka ku!"


***


"Awal bertemu aku langsung menyukainya. Putera mahkota Auxenia aku menyukai mu. Tapi apa kau juga menyukai ku? Ah tentu itu mustahil. Aku hanya pernah menolong mu...." kau telah memiliki dia dan aku menyerah.

__ADS_1


***


__ADS_2