
Warning : Typo bertebaran!
***
AKU TAHU ITU DIA!!!
***
Aku dimana?
Aku siapa?
Pertanyaan pada isi kepala gadis itu tak pernah hilang. Selalu tersemat bagaikan sebuah ingatan yang dipaksa selalu ada.
Kemarin seseorang yang dipanggil nya Luisa memberitahukan seluruh kejadinnya dan siapa dia sebenarnya. Meski dalam hati dia tidak percaya. Tapi melihat bagaimana perilaku orang-orang mansion ini terhadapnya membuatnya mau tak mau percaya bahwa dirinya adalah Annaliza Jesincsver.
Jujur sebenernya kemarin dirinya teras reflek mengucapkan nama Luisa. Meski begitu dia tak terlalu mengingat bagaimana kehidupan dirinya dan Luisa.
Kemarin juga Luisa mengatakan bahwa dirinya telah hilang selama 3minggu ke belakang. Hilangnya tak ada bekas ataupun pertanda. Semuanya lenyap bak di sambar angin.
Dan sekarang semuanya biarlah ceritanya mengalir. Melakukan hal normal dan tidak melenceng dari kebiasaan seorang putri. Luisa juga berkata bahwa Annaliza atau dirinya itu tidak suka hal yang berbaur dengan namanya perempuan. Seperti menyulam, melukis dan hal lainnya.
Saat ini Annaliza berada di taman belakang yang selalu dikunjunginya. Luisa juga berkata ini adalah tempat favoritnya dan benar meski dirinya tak ingat masa lalu tapi saat melihat taman ini dia langsung jatuh hati. Kesan yang elegan juga tak terlalu norak. Menurutnya.
Taman yang hanya menyisakan satu bangku yang menatap hamparan padang rumput. Juga beberapa tanaman hias yang mengelilingi taman itu.
Dia duduk di bangku itu dengan semua alat lukis yang berada dalam penglihatan nya. Dia tadi menyuruh para pelayan untuk menyiapkan hal ini.
__ADS_1
Luisa yang masih berdiri ikut bingung namun dengan cepat menetralkan wajahnya. Kemampuan nona nya biasanya tak akan diumbar seperti ini. Tapi Sekarang? Ah, sudahlah mungkin ini efek dari hilang ingatan. Namun dia ragu apakah nonanya ini benar-benar bisa melukis? Dulu sat sebelum hilang ingatan jujur dirinya tak pernah melihat sang nona melukis. Hanya saja dirinya Pernah beberapa kali melihat beberapa lukisan yang terdapat di belakangan almari nonanya. Dan saat itu nonanya berkata bahwa itu adalah hasil ciptaan nya. Dan dia tak percaya begitu saja.
Gadis yang selalu memberontak dan pernah menjadi jendral perempuan di Auxenia ini bisa melukis?
"Nona apa kau benar-benar bisa melukis?" dengan rasa penasaran tinggi dia akhirnya menyuarakan isi hatinya.
"Kenapa kau bertanya padaku? Bukan kah aku yang harus bertanya kepada mu?" melirik Luisa dan mengangkat sebelah alisnya "Apakah aku bisa melukis?"
"Kenapa jadi nona ya g bertanya padaku?"
"Karena kau yang selalu di dekat ku bahkan entah mengapa waktu bangun saat itu aku hanya bisa mengingat nama mu," ujarnya sambil menarik Luisa agar duduk dengannya di kursi yang sama. Luisa berteriak kaget"akhhh,nona?"
"Apakah kau orang yang spesial dalam hidup ku?"
"Itu seharunya nona bertanya pada diri sendiri. Dan hati nona yang tahu itu,"
"Apakah aku benar lupa ingatan?" pertanyaan menyeleneh dari Annaliza membuat Luisa gemas. Nona-nya ini!! Entah keberapa kalinya dia bertanya seperti ini.
***
Krosveen's kingdom...
"Jika kau terlalu menyukai ataupun mencintai maka tubuhmu yang bisa menanggung akibat nya," pria tua berambut putih itu berkata dengan raut cemas.
"Lalu apa penawar nya?"
"Kemungkinan kau pun sudah tahu. Namun ingat perkataan ku. 'Hanya dua pilih satu, yang sebenarnya, yang tulus, dan yang paling penting temukan siapa yang mempunyai tanda bintang sebenarnya. Bukan bayangan atau yang kedua,"
"Jadi harus apakan jika ada bayangan?"
"Hancurkan karena dia bisa menjadi duri dalam kehidupan mu. Namun ini hanya ramalan benar atau tidaknya akan terjadi di masa depan. Dan saat itu pula siapkan pemikiran mu menjadi lebih dewasa. Bukan bocah sperti ini!" pria itu memberi nasihat sekaligus mencibir. Pemuda tampan di hadapannya ini memang kekanakan, menurut nya. Bukan menurut isu yang menyebar ke seluruh daratan.
__ADS_1
***
Luisa membopong sebuah lukisan yang berhasil Annaliza lukis dengan sempurna. Sangat sempurna. Itu adalah lukisan dirinya yang tengah duduk ditaman.
Dia tak tahu harus bagaimana. Dan beberapa kali dirinya mengucapkan terimakasih pada Annaliza.
"Apakah berat?" Annaliza yang berada di depan Luisa menoleh ke belakang melihat bagaiaman abdinya itu membopong hasil karyanya tanpa niat membantu tak urung untuk bertanya.
"Tidak nona, ini sangat ringan, ringaan sekali," ujarnya sambil tersenyum manis. Meski sebenarnya dalam hati merutuk 'Berat? Tentu. Bukan hanya berat juga ini mengapa sangat besar? Sabar Luisa yang penting wajahmu tidak rusak,'
Annaliza mengangguk dan segera pergi kearah berlawanan dengan Luisa. Memang tadi Annaliza menyuruh Luisa untuk menyimpan lukisan itu terlebih dahulu.
***
Pada di saat yang bersamaan. Seorang perempuan bermonolong diam tanpa mengatakan apapun. Pikirannya berkelana pada ingatan malam itu.
Malam yang terjadi selama enam bulan ini. Malam bulan purnama sempurna. Kejadian dimana makhluk yang selalu menghantui Auxenia itu. Diirnya tahu...
Tak terasa tubuh nya bergetar. Mengingat makhluk apa yang meresahkan Auxenia. Wajahnya, tatapannya, dan semua nya tentang makhluk itu dirinya tahu. Haruskah dirinya jujur mengatakan makhluk itu siapa.
Pertama dirinya melihat adalah ketika waktu berada di hutan Fushu,,, hutan yang kaya dengan obat-obatan. Dan pada saat itu bertepatan dengan malam bulan purnama sempurna. Dirinya keluar dari mansionnya secara diam diam. Setelah sampai , dirinya melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat. Makhluk itu makhluk yang sama dengan deskripsi yang orang-orang Auxenia katakan. Ciri-ciri nya sama. Dan pada saat itu dia melihatnya.
Makhluk itu membunuh dengan sadis para lawannya. Dan dengan gigi taring nya dia menyesap seluruh darah dari mangsanya. Dan disaat dia lelah hal yang membuat dirinya lebih terkejut adalah dia makhluk itu, bagaimana mungkin? Dia adalah orang yang di kenal nya selama ini. Wajah baru yang telah menyatakan bahwa dirinya turun dari pangkat nya. Dia adalah putri Annaliza Jesincsver. Bagaimana bisa? Seperkian detik orang yang berbaju cyan itu adalah makhluk yang sangat menyeramkan. Dan sekarang? Wajah sempurna bak giok itu tengah pingsan.
Pada saat itu pula seseorang yang yang bernampilan seperti Annaliza tadi menghampiri Annaliza yang tengah tergeletak setelah habis menyerap energi kehidupan dua orang di depannya.
Dirinya masih berdiri bersembunyi di balik pohon yang rindang. Dan sesekali melirik kearah dua makhluk itu. Di saat itu pula makhluk yang sama yang dirinya yakini berjenis kelamin laki-laki menggendong Annaliza dan membawa nya melesat pergi meninggalkan hutan fushu.
Dia masih bergetar ingatan itu selalu hadir. Dan selama ini dia memendam rahasia itu. Karena makhluk itu berkata "Jika kau memberitahukan orang-orang maka keluarga Federick akan musnah saat itu juga."
"Lady?! Apa yang anda lakukan disini?"
__ADS_1
***
See You Next Part!!!