SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
16


__ADS_3

Warning : Typo bertebaran



BERTEMU DUA MAKHLUK KERAJAAN!



***


"Nona, apa yang anda lakukan disini?" gadis itu menoleh--melihat pelayannya yang sedang berjalan menuju kearahnya." tidak lama lagi anda dan putra mahkota akan mengadakan acara resmi sebagai mempelai. Ada baiknya jika nona mempersiapkan diri untuk itu,"


Yap, dia adalah putri kedua dari keluarga Federick, Amora Federick.


Bingung, dengan segala yang terjadi. Annaliza Jesincsver adalah seorang monster. Dan dia tidak bisa menahan untuk tidak mengatakan pada orang lain.


***


"KAKAK!!" Suara nyaring Annaliza terdengar oleh seluruh orang di mansion. Suara yang begitu menggelegar dan tak pernah hilang meski gadis itu hilang ingatan.


Pagi ini seluruh orang Mansion Jesincsver mencari keberadaan James yang tidak terlihat bak hantu. Pasalnya nona mereka dari tadi pagi-pagi berteriak. Dan itu sungguh mengganggu aktivitas pagi mereka dengan suara cempreng nya.


Meski mencoba pura-pura tuli pun tidak bida kenyataan nya suara itu terdengar seperti akan memecahkan gendang telinga.


Reymond dan Mariana yang masih berada di kamar saling memandang saat mendengar teriakan itu untuk ke sekian kalinya. "Dia memang putri kita," ujar mereka bersamaan.


Pasalnya, dari awal mereka tak percaya, takutnya bahwa dia itu bukan Annaliza dan menyamar masuk ke keluarga Jesincsver dengan alasan hilang ingatan.


Di luar, lebih tepat nya di aula mansion. Annaliza masih berkacak pinggang mencari sang kakak "Kau mengganggu aktifitas pagi ku saja, huh!" James datang turun dari tangga. Dia merasa kesal dengan teriakan adiknya yang mengganggu aktifitas paginya yaitu tidur pagi.


Annaliza menoleh ke arah tangga, melihat kakaknya yang tampak kesal dengan tingkahnya. "Pergi ke pasar rakyat, lalu makan mie yang extra pedas dan pergi ke butik, yah!" Annaliza mencerocos tak peduli dengan mimik muka James yang menghitam. Ya ampun Annaliza... Ingin rasanya James berteriak pada gadis yang merangkap menjadi adiknya ini. Ingatlah ini masih pagi. Bukan tapi sangat pagi bahkan matahari pun belum menunjukkan batang hidungnya.


Tapi gadis iniiiii, geram rasanya. Pagi buta berteriak memanggilnya membuat seluruh orang mansion berkecimpung mencari dirinya. Yang padahal dirinya masih setia dengan kasur empuk kesukaanya.


Sarapan aja belum dan sekarang harus pergi kepasar rakyat?


Makan mie extra pedas?


Pergi ke butik?


Pagi-pagi begini?


"Tidak mau! Kau telah menggangu tidur ku," sanggah James cepat.


Annaliza mendelik kakanya tidak berperi ke kakak-an. "Kau kakak durhaka. Adikmu ini ingin pergi ke pasar kau tinggal ikut saja. Atau kau ingin aku menghilang lagi? Jadi kau bahagia begitu? Oh aku tahu, kau...hummmp" Annaliza tak meneruskan perkataannya sebab James telah membekap nya dengan tangan besarnya. James gemas dengan adiknya yang tengah hilang ingatan ini.


"Kau pura-pura hilang ingatan 'kan?"

__ADS_1


"Lepaskan!" dalih menjawab Annaliza berteriak. Sehingga tangan besar James ditariknya paksa. "Tanyakan saja pada dokter," ketusnya.


"Aku tanya sekali lagi, ikut enggak kalau enggak aku pergi sendiri aja," James tampak berfikir. Annaliza mencibir "Percuma punya kakak yang tak berguna sperti ini," Lalu melengos pergi berniat meninggalkan James.


"Oke, aku pergi,"pada akhirnya James mengalah pada adiknya. Kasihan kan, dia baru bangun dari hampir kematiannya?!!


Annaliza tersenyum penuh kemenangan di balik punggungnya.


***


"Aku ingin gelang ini"


"Bros ini juga bagus,"


"Wah lucunya kucing kecil ini!"


"Gantungan kunci berbentuk bulan sabit bagus gak?"


Dan lain-lain..


"Huh!" Entah ke sekian kalinya James menghela nafas kasar. Adiknya ini!!! Jika bukan adiknya mungkin gadis itu akan dia cingcang dan menjadi danging yang enak.


Suara alunan cempreng milik Annaliza mengayun di gendangnya. Berlarian seperti anak kecil dari toko sini ke toko situ. Dan hal hal itu membuat James lelah. Jujur kenapa adiknya menajdi seperti ini?


Perasaan dari dulu dia tak pernah dekat dengan adiknya. Tapi sekarang?


Bahkan mengunjungi pasar rakyat pun belum pernah dan ini adalah kalo pertamanya. Mungkin James lupa bahwa Annaliza pernah menjadi Raidencs dan hidupnya bergantung pada diri sendiri dan harus bisa hidup sendiri.


James tersadar lalu menatap Annaliza tajam, "Aku jengah dengan mu. Dari tadi kau cuman keliling saja dan barang pun belum ada yang kau beli."


"Kan bingung. Banyak sekali barang disini,"


"Apa susahnya sih? Kau bisa menyuruh Luisa pergi ke pasar, kan?" Ujar James. "Dari dulu kau seperi itu. "Aku tak ingin ke pasar kau saja Luisa," ucapnya mengikuti gaya Annaliza.


"Oh iya kah? Aku tak ingat pun," Ogeb. Annaliza kan hilang ingatan. James yang bodoh atau Annaliza yang terlalu pintar sih?


"Dari pada kau jenuh kali ini aku yang traktir. Mati kita makan,"


"Tapi kau belum selesai belanja,"


"Kata siapa? Aku sudah memesan baju dari dua hari yang lalu. Dan hari ini adalah hari sampai nya. Aku kesini hanya ingin makan bukan beli baju,"


"Kalo mau makan kenapa gak di pasar bangsawan saja?" Pasar bangsawan adalah pasar sesuai dengan namanya khusus bagi bangsawan. Karena di pasar ini khusus bagi orang yang memiliki uang... Kekusasaan.


"Jangan salah!! karena aku ini suka barang yang murah,"


***

__ADS_1


Annaliza masuk ke dalam Restoran rakyat yang menurut mereka adalah restoran yang  paling bagus. Nama Xzyn terpampang di atas restoran.


Lalu mereka memilih tempat duduk. Yang berada di ujung. Annaliza yang memaksa James oke!


Jujur dia takut saat tatapan orang menatap nya dengan lapar. Karena apa? Tentu karena dirinya tidak menggunakan cadar. Toh mungkin tidak apa-apa karena rumornya telah terlampau luas.


Jadi Annaliza duduk di paling pojok untuk menghindari tatapan orang lain.


Orang mulai berbisik. Mungkin mereka penasaran dengan  menghilang nya Annaliza. Tapi, Annaliza tak perduli oke.


Seorang pelayan datang dan membungkuk denga  hormat "my lord, my lady. Apa yang ingin anda sekalian pesan?"


"Mie kuah extra pedas," melirik James, "kau?"


"Samakan saja,"


Pelayan itu pergi...


"Kau yakin mau makan disini?" James bertanya dengan nada yang menjijikkan. Lalu mengedarkan pandangan nya pada tempat ini. Yah, memang ini restoran ini tidak sebagus restoran biasa para bangsawan. Namun James merasa jijik akan hal ini.


"Yakin!" jawabnya mantap, "Coba kau rasakan gimana posisi kita tertukar. Hari ini mungkin kita seorang bangsawan, namun siapa yang tahu esok hari kita yang menjadi rakyat biasa. Itulah mengapa aku ingin merasakan apa yang mereka rasakan," Jawabannya membuat James diam. Lalu menatap nya takjub.


"Kau memang adikku. Tak akan pernah berubah meski kau hilang ingatan,"


Percakapan pun berakhir. Setelah itu pelayan datang membawakan pesanan mereka berdua.


"Aku baru tahu kau suka mi,"


"Karena kau tak tahu. Kau kan hilang ingatan," Ujar James seraya mengambil sepasang sumpit.


"Tapi Luisa kata kau tidak suka,"


"Itu karena di mansion masakannya tidak enak,"


"Lalu kau percaya disini akan sesuai dengan selera mu?"


"Kau suka aku pun suka. Lagian kau juga tak pernah makan mie di mansion kita,"


"Iya kah?"


"Sudahlah kita makan,"


Kedua nya makan dengan khidmat.  Ak memperdulikan tatapan kagum ppada dua orang ini. Siapa yang tidak tahu itu adalah Lord James, putra pertama dari keluarga Jesincsver. Yang terkenal dengan sikap dinginnya dan ketampanannya.


Dan yang disamping nya adalah putri pertama keluarga Jesincsver, Annaliza Jesincver. Rumor yang terkenal buruk rupa dan tsk memiliki keahlian apapun. Namun mengapa bisa menjadi Jenderal kebanggaan Auxenia? Dan memang benar rumor hanyalah rumor.


"James," suara bariton berat nan dingin itu James kenal.

__ADS_1


"Kak liza," lalu diiringi suara cempreng milik gadis kecil yang James yakini itu adalah suara putri Cindy.


Next part!!😘


__ADS_2