
Warning : Typo bertebaran
DIA MEMANG IBLIS!!!
"Eh?" Annaliza menatap bingung pada orang yang berada di belakang James. Seorang laki-laki yang Annaliza yakini seumuran dengan kakaknya. Lalu seorang gadis kecil kemungkinan berumur 8 tahun.
James menoleh kebelakang dia melihat putri Cindy juga pangeran putra mahkota. Apa yang mereka lakukan disini? James pun memberikan hormat pada ke dua orang keluarga kerajaan itu. Diikuti oleh Annaliza yang masih linglung.
"Kak Liza!" Putri Cindy memanggil Annaliza lagi. Seraya melambaikan tangannya. Dan Annaliza pun membalas lambaian itu. Tersenyum kaku.
"Kak Liza apa yang kau lakukan disini?" Annaliza manatap bingung James yang sama-sama masih berdiri. Seakan bertanya "apakah aku kenal dia?"
"Kak Liza??"
"Sisi, kak Liza sekarang sedang sakit. Dan ingatannya hilang," Reydar segera menyahuti perkataan adiknya.
"Tapi kak Liza malah makan mie sih?" Putri Cindy melihat mangkuk milik Annaliza yang masih terdapat mie.
"Silahkan duduk?" Cindy dan Reydar ikut bergabung dengan meja Annaliza juga James. Dan Annaliza ini sungguh canggung.
"Putra mahkota, apa yang anda lakukan disini?" James bertanya dengan sopan. Mendengar kata putra mahkota bukan kah yang luisa ucapakan adalah putra mahkota yang menyelamatkan nya.
Meski James berteman dengan Reydar tapi itu tidak bisa mengurangi rasa hormatnya.
Percakapan aterbangeydar dan James berhenti. Itulah percakapan tentang kerajaan dan Annaliza hanya menyimak.
"Terimakasih putra mahkota, berkat Anda saya selamat," Ujarnya tiba-tiba.
Putri Cindy merasa diabaikan. Ketiga orang dewasa didepannya ini sangat menyebalkan. Apalagi Kak Liza-nya yang tampak biasa saat bertemu dengannya. Dan itu membuat Cindy geram.
"Tidak apa," jawab putra mahkota tenang.
James tak tahu bahwa dulu Annaliza menyukai Reydar begitu pula sebaliknya. Jadi dia diam dengan tenang. Lalu menatap putra mahkota,"Apakah upacara pernikahan mu telah di sepakati?" Tanya James yang tahu bahwa pangeran di depan nya ini akan menikah dengan keluarga Frederick.
__ADS_1
"Satu bulan lagi, mungkin!" jawab putra mahkota masih ragu. Lalu menatap Annaliza dengan pandangan yang sulit diprediksi. Mendengar hal itu Annaliza tenang tanpa terganggu dengan percakapan mereka. Dan mengobrol dengan putri Cindy yang tadi merajuk padanya yang katanya merasa di abaikan.
Reydar tidak bisa menolak perjodohan antara dirinya dan Amora Federick.
Di Auxenia terdapat sepuluh keluarga yang paling berpengaruh. Termasuk keluarga Sillvator. Apalagi sekarang putra tertua Sillvator menjadi Raidencs utama.
"Apakah putri tidak mau memesan?" Tanya Annaliza yang sedari tadi baru sadar bahwa kedua keluarga kerajaan ini tidak memesan apapun. Dirinya pun sudah menghabiskan mie extra pedas nya tanpa kesusahan.
"Kami kesini hanya ingin melihat mu," jawab putri cindy. Tadi di luar dirinya melihat Kak Liza, dan dengan sengaja mengajak kakaknya untuk bertemu disini.
Annaliza menganggukkan kepalanya. Tanda mengerti.
Setelah lama berbincang dengan putri Cindy. Juga Putra mahkota Reydar yang membahas tentang kerajaan, mereka pun berpisah jalan untuk pulang ke kediamannya masing-masing.
"Kak!" Annaliza menatap kakaknya lekat.
"Ada apa?" jawabnya acuh tak acuh.
"Kapan kau rencana menikah? Ibu pengen cucu loh," Annaliza tahu? Tentu karena pelayannya Luisa memberitahukan seluruhnya segalanya.
"Dia pengen cucu dari mu!" masih acuh tak acuh. James berjalan di depan Annaliza. Dan Annaliza menggerutu di balik punggungnya.
"Derita mu itu,"
"Dasar James durhaka,"
Annaliza segera berlari mengikuti James di belakang. Dan segera menyamakan langkahnya.
"Terimakasih," ujar James pada penjaga Kuda mereka. Annaliza kekeh dengan penderiannya bahwa ingin menaiki kudanya sendiri. Jadi yah sperti ini sekarang.
***
Benua Xsheria....
Krosveen kingdom...
"Kau tidak bisa melakukan nya sekarang. Lakukanlah pada tanggal genap. Jika kau melakukan nya pada tanggal ganjil. Konsekuensi nya harus kau tanggung sendiri," Pria yang berjubah putih itu berbicara dengan santai nya. Pada yang seperti ini. Entah muridnya kenapa menjadi seperti ini. Kejadian masa lalu bisakah terulang kembali? Harus memilih diantara dua. Itulah takdir pemuda yang sekarang menjadi muridnya.
__ADS_1
"Semua akan terulang?" Gumam pemuda tampan itu. Pemuda itu pergi meninggalkan gurunya yabg kembali bertapa.
Gunung yang asri dengan ketinggian menjulang. Hutan memancar kan cahaya hijaunya yang damai. Semilir angin menerpa rambut pemuda berwajah tampan itu. Tatapan nya menusuk yang berpusat pada satu titik. Di depannya seorang paruh baya beringsut ketakutan saat menatap manik hitam pekat milik pemuda itu.
Sang pemuda menyeringai penuh misteri. Lalu dengan gerakan ringan mengecap darah yang keluar dari jari telunjuk kanannya.
"Ahhh," pemuda itu merasa senang. Apalagi saat melihat lawannya yang beringsut-ingsut. Jiwa liarnya meronta-ronta.
"Ku mohon lepaskan saya," Dia semakin ketakutan saat melihat gigi taring milik pemuda itu. Ini salahnya. Yang telah mengusik ketenangannya. Awalnya dia tak mau datang ketempat bak neraka ini. Siapa yang tak tahu bahwa Krosveen merupakan negara maju yang apabila kalian mengusik salah satu penduduknya maka nyawa kalian bayarannya.
Perintah atasannya untuk mengambil obat yang seluruh orang yakini hanya ada satu dan obat itu hanya terdapat di Benua Xsheria yang lebih tepatnya berada di Kerajaan Krosveen.
Dirinya merupakan ahli sihir yang diakui oleh kerajaan nya. Tapi ketika berada di Xsheria, siapalah dirinya? Waktu sampai di Xsheria dirinya langsung menuju Hutan Coara, salah satu hutan terbesar di Xsheria. Yang sialnya berada di kawasan Krosveen. Mau tak mau diapun memasuki hutan tersebut. Namun siapa sangka, saat memasuki hutan dirinya di suguhi pemandangan yang sangat mengerikan. Banyak monster berkeliaran di Hutan Coara. Dan hal itu membuatnya ketakutan. Saat melawan para monster itu, dia oun tak menyadari letak kesalahan nya di mana, sehingga pemuda di depannya ini marah dan mencoba menyerangnya.
"Vampir?" Gumam pria paruh baya itu. Untuk saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah meninggalkan hutan ini, tapi itu mustahil. "La Verda Xela roius!" Paruh baya itu berteriak. Lalu tak lama sebuah sulur panjang hijau mencoba mengarahkan serangannya menuju pemuda itu. Dia yakin mantra untuk vampir ya g diciptakannya akan mampu menyerang pemuda itu.
Sang pemuda tersenyum remeh saat melihat melesatnya sulur tersebut. "Virgourin Arenxareyen," Serangan kembali dari pemuda itu. Namun bukan hal itu yang membuat paruh baya terkejut. Namun pemuda itu saat mengatakan sebuah mantra sihir. Apalagi mantra sihir yang digunakan pemuda itu bukan lah mantara sibir biasa. Hingga membuat dirinya pias. Siapakah pemuda ini? Vampir? Penyihir?
Dan benar tebaknnya serangan itu melesat menuju padanya. Cambukan api itu melesat menuju padanya. Hingga saat dirinya lengah "Cetar," Satu cambukan yang sangat-sangat kuat membuatnya lemah tak berdaya. Sihir apa yang di gunakan pemuda vampir itu? Sehingga dalam mantra sihirnya pun terdapat sesuatu yang menguras energi dalamnya.
Pria paruh baya itu pingsan. Dan sang pemuda melaju menuju pria paruh baya dengan kecepatan kilat. Tanpa aba-aba dirinya menggigit pria itu di bagian lehernya. Lalu menghisap dengan kuat sehingga terkuras habis ebergi kehidupannya. Dan pria paruh baya itupun meninggal dengan mengenaskan.
Luka bakar dibagian hampir seluruh tubuhnya lalu luka yang dibagian leher setelah pemuda itu menggigitnya. Perlahan namun pasti luka gigitan menyebar dibarengi dengan bau busuk yang menyengat. Sehingga dapat terlihat tulang leher pria paruh baya itu.
Pria Itu berjalan menjauhi mayat pria paruh baya. Lalu...
'Prak' Sayap hitam pemuda itu terbuka lebar. Raut wajahnya masih sama, dingin. Lalu dirinya meraung menunjukkan gigi taring tajamnya. Menengadah, melihat langit yang tadinya biru kini mendung. Sesutu telah terjadi...
Dengan sekali kepakan pemuda itu tervang melesat. Meninggalkan perkara yang belum dituntaskannya.
Dia telah pergi...
Sehingga tak sadar perlakuannya tadi, telah di tonton oleh sebuah kelompok yang terdiri dari 4 orang berbaju hitam.
Sehingga salah seorang diantara mereka berkata "Dia memang iblis yang kita cari,"
Yang lain menyahuti " Laporkan pada tuan!"
__ADS_1
***
See You Next Partš¤©