SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
20


__ADS_3

Waning : Typo bertebaran!



ACARA PERNIKAHAN PUTRA MAHKOTA!!!



***


Warga Auxenia bersorak. Seluruh warga begitu bahagia dengan pernikahan putra mahkota dan calon putri mahkota.


Apalagi semua orang berbicara dengan keanehan malam bulan purnama sempurna yang tidak terjadi apa-apa. Dan semuanya nmengenyahkan pemikiran itu, mengingat bahwa hari ini adalah hari pernikahan putra mahkota.


Para wakil rakyat diundang dalam acara ini. Pun seluruh bangsawan. Rakyat yang tidak bisa memasuki area istana mengadakan perayaan besar-besaran.


Para bangsawan memakai riasan cantik mereka. Namun tidak dengan pemain utama kita, Annaliza.


"Kau akan berdiam saja?" James bertanya saat melewati kamar adiknya dan melihat adiknya tengah melamun.


"Tentu saja tidak! Aku hanya memikirkan, kenapa Luisa mengundurkan diri dari pekerjaan nya? 'Kan aku kesepian!" Ujarnya masih dengan tatapan kosong.


"Bersiaplah sekarang kita akan berangkat menuju istana," Ujar James tenang. Annaliza melirik kakaknya yang berada diambang pintu. Dengan polos berkata "Emang mau apa kita ke isatana?" Tanyanya bingung.


James mendelik-melototi Annaliza. Sedangkan yang ditatap menampilkan ekspresi bingungnya. "Kau sungguh lupa?" Tanyanya seraya berjalan menuju Annaliza yang masih tenang duduk didepan cermin hiasnya.


"Apa?"


"Hari ini putra mahkota menikah, Anna!" Desisnya tajam. Adiknya sudah pikun kah?


"Oh, menikah!" Annaliza memanggut- anggut tanda mengerti. Sesaat kemudian dia melotot pada James, "Apa? serunya heboh.


"Putra mahkota, menikah?"


Kwaeek... Kwaeek...


Suara burung gagak memenuhi gendang telinga para makhluk di mansion Jesincsver.


Mariana melirik sang suami yang sedang merapikan baju kebesaran nya. Dengan lambang Bunga anggrek disisi atas baju itu. Mariana pun sama, dengan gaun panjang bewarna biru muda dan tak lupa sulaman anggrek lambang keluarga Jesincsver.


Merasa dilirik, Raymond menoleh pada Mariana, "Ada apa?"


"Kau tak mendengar apapun kan?"


"Mendengar apa?"


"Suara burung gagak!"


"Dengar!" jawab nya tenang. Mariana melotot pada sang suami. "Kau mendengar dan masih saja tenang?" Serunya tak percaya.


"Memangnya aku harus bagaimana? Bukan kah itu hanya suara burung gagak?"


"Itu pertanda buruk, Raymond!" Ujarnya tak percaya bahwa suaminya tak tahu akan hal ini.

__ADS_1


"Kau terlalu mempercayai takhayul"


"Raymond!" Mariana terlalu gemas pada suaminya."Cepatlah berkemas sebelum acaranya dimulai!" Putusnya. Berbicara dengan suaminya tak akan menemukan titik penghujung.


"Ibu-Ayah!" Annaliza dan James turun dengan pakaian yang serba berlambang bunga Anggrek. Menandakan bahwa mereka bagian dari keluarga Jesincsver.


"Mari berangkat." Ujar Raymond akhirnya.


Annaliza dan James berangkat menggunakan kereta yang sama. Ibu ayahnya pun demikian. Sedangkan untuk hadiah mereka menyimpannya di kereta yang lain. Dengan di kawal begitu banyak pasukan. Juga tak lupa bendera berlambang Anggrek memenuhi jalan menuju istana.


Tiga kereta itu sampai di depan pintu gerbang istana. Pengawal yang tahu akan hal itu pun segera menyilahkan masuk keluarga Jesincsver.


Dan saat telah tiba didepan istana. Mereka dikejutkan dengan telah kehadirannya seluruh bangsawan, membuat Raymond menatap isterinya yang kini keluar dengan menggenggam tangannya.


"Semua ini salah mu yang telah membual tentang gagak," Raymond mendesis menyalahkan Mariana. Dan Mariana tidak menanggapi ucapan suaminya. Dia berjalan lurus dengan senyuman yang terangkat mengembang.


Di kerta yang lain, James melakukan hal yang sama dengan ayahnya, dengan senang hati Annaliza menerima uluran tangan itu lalu berkata "lihatlah bangsawan sudah hadir. Ini semua salahmu yang baru memberitahu ku tentang pernikahan putra mahkota. Kalau tidak, mungkin kita tidak akan telay seperti ini," Annaliza Menyalahkan James...


James,"...."


Apa salah ku?


Rombongan keluarga itu memasuki istana dengan Raymond--Mariana berada di depan diikuti Annaliza--James.


Penjaga pintu ruangan membuka aula istana. Mempersilakan keluarga Jesincsver masuk.


Semua orang yang berada di Aula membalikan badan mereka melihat anggota Keluarga Jeisncsver memasuki ruangan. Melihat tatapan itu Annaliza merasa ditelanjangi, dan merengkuh lengan James dengan kuat. James menatap adiknya "Ada apa?"


James tersenyum menatap Annaliza lagi, "Apa yang aku bilang kau itu harus menggunakan cadar." Ujarnya. Memang tadi pagi James menyarankan Annaliza untuk bercadar mengingat wajah adiknya ini yang akan menggemparkan acara. Apalagi pada saat penurunan pangkat nya sebagai Raidencs. Tentu Annaliza sekarang tidak mengingatnya sama sekali tentang ke-Jenderal-an. Dan tadi pagi Annaliza menolak dengan alsan yang klise, Pengap!


"Aku setuju dengan, mu. Wajahku ini terlalu cantik untuk diperlihatkan!" ujarnya bangga. Dan James merasa ingin muntah. Namun apalah daya itu memang kenyataan.


***


Raja dan ratu serta para putranya telah duduk di singgah sananya masing-masing. Begitupula dengan para bangsawan. Setelah meminta maaf atas keterlambatannya Keluarga Jesincsver duduk ditempat yang telah disediakan.


Aula kembali terbuka menampilkan kedua pasangan utama hari ini. Pangeran putra mahkota--Reydar bersama dengan putri mahkota--Amora.


Acara pernikahan pun berlangsung dengan ucapan janji suci serta pengikatan mereka berdua untuk hidup abadi selamanya. Tidak lupa para pendeta yang mengucapkan begitu kebaikan untuk calon pemimpin masa depan ini.


"Kak Liza!" merasa dipanggil dengan nama akhiran nya Annaliza menoleh kebelakang melihat gadis kecil yang tengah memegang gaunnya. Dia ingat bukankah ini gadis cilik bernama Cindy. Putri bungsu sang Raja? Untuk apa menemuinya. Annaliza bingung da sempat melirik ooara pelayan yang menjaga putri Cindy seakan bertanya 'ada apa?' dan saat itu pula para pelayan menundukkan kepalanya. Membuat Annaliza berfikir 'Akankah kecantikan dirinya telah menurun?"


"Kak Liza!" panggil putri cindy lagi.


Annaliza bergeming, menatap gadis yang tingginya hanya sepinggang dirinya. "Ada apa?" ujarnya lembut.


Putri Cindy yang tahu bahwa Kak Liza nya hilang ingatan pun tidak berbuat gegabah. Dia ingin bercerita dengan kak Liza-nya lagi dan jangan lupa kak lizanya juga telah berhenti bermain bersamanya.


Annaliza yang melihat raut sedih Putri Cindy pun panik. Kenapa? Apakah wajahnya menjadi buruk rupa dalam sekejap. Bukan kah tadi pagi James mengatakan bahwa dirinya ini cantik bak bidadari?


Lalu kenapa putri ini menangis saat melihatnya. Bahkan para pelayan pun menundukkan kepala mereka tak ingin menatapnya.


Annaliza mengedarkan pandangannya. Dan melirik setiap ekspresi orang yang melihatnya. Mayoritas laki-laki menatapnya memuja membuat nya terasa melayang. Namun saat dirinya mentap para bangsawan wanita. Dia melihat delikan tajam seolah-olah ingin membunuhnya.

__ADS_1


Dan tatapan lainnya.


Annaliza menundukan--menyamakan tinggi nya dengan putri Cindy dan Annaliza merasa deja-vu. "Kamu kenapa? Takut ya melihat wajah kakak buruk?!" Suara Annaliza rendah namun masih bisa terdengar oleh putri Cindy. Dan menurut putri Cindy, merasa lucu akan ucapan Annaliza. Mana ada dirinya takut melihat wajah yang begitu mempesona. Dirinya hanya sedih memikirkan bahwa kak-liza nya hilang ingatan dan tak mengingat nya.


"Bay! kak liza!" ujarnya meninggalkan Annaliza dalam mode cengo.


Seketika dirinya ingin berteriak namun tentu saja ia tahan, "putri Cindy GaJe! Gak Jelas!" makinya dalam hati.


Dengan perasaan dongkol Annaliza berdiri dengan cepat sehingga tak menyadari di belakangnya terdapat seorang pelayan. Hingga...


Bruk...


Prang...


Kejadian ini tidak diharapkan oleh Annaliza. Sungguh! Kejadian yang sangat memalukan. Dan lihatlah tatapan semua orang padanya. Tatapan menyedihkan dan tatapan mencemooh. Dan di dalam relung jiwanya dia tak suka ketika orang menatapnya seperti itu.


Gaun putih halus berlambang Anggrek itu telah ternodai anggur merah. Dengan sopan pelayan itu meminta maaf pada Annaliza. Dan apa kata hati Annaliza? Tentu dirinya ingin marah, kalau bisa dia ingin menghanguskan aula istana ini. Namun, keinginannya dia tahan karena harus menjaga imejnya selaku putri bangsawan terhormat. Meski Luisa bilang dirinya telah menempati posisi tertinggi di Auxenia dengan rumor paling banyak.


Hening...


Annaliza mencoba meramah tamah dengan si pelayan. Tapi apa coba? Si pelayan malah menunduk ketakutan seakan dirinya menggertak pelayan ini. Dan membuat para bangsawan salah paham. Apalagi raja dan ratu serta putra mahkota-putri mahkota dan pangeran lainnya menonton aksi memalukannya.


Annaliza menjerit dalam hati saat melihat tingkah pelayan ini semakin membuatnya dilanda amarah level dewa, "Tuhan matikan aku sekarang juga!"


Memohon pada yang kuasa!


James yang pertama bertingkah saat melihat adiknya itu. "Kau tak aoa?" Dia bertanya dengan nada lembut. Air mata Annaliza hampir lolos sebelum James menghampiri nya. Dan dengan kecerdasan tingkat tinggi Annaliza...


"Kakak!" ujarnya tertahan.


Bruk...


Orang yang hadir lebih dikejutkan saat Annaliza tiba-tiba pingsan.


"Kak Liza!"


"SiRaidencs!"


"Anna!"


"Putriku!"


Sehingga mereka baru tersadar dari mode berbinar bahwa Dia adalah Annaliza Jesincsver. Perempuan pertama yang pernah menjadi Jenderal di seluruh kerajaan.


Annaliza Jeunscsver! Yang baru saja pingsan!


"Aku tak suka kau menjadi pusat perhatian orang,"Seseorang melihat dengan tatapan bencinya.


***


See You Next Part!!!


***

__ADS_1


__ADS_2