
Warning, Typo bertebaran.
***
ANNALIZA \= ARCANZO \= REVANZA [Hubungan Yang Terlalu Rumit]
***
Hujan bulan Mei mengguyur wilayah kota Utama Auxenia. Deras nya hujan diiringi tangisan rintihan yang keluar dari gadis cantik yang tengah meringkuk dibawah kasur besarnya. Turunnya hujan seakan mewakili perasaan rapuhnya saat ini. Dan dalam lubuk hatinya yang terdalam dia berharap biarkan seperti ini untuk mencurahkan isi hatinya.
Dia Annaliza, yang masih sama dengan keadaanya. Perubahan drastis pada gadis itu terlihat jelas baik dari tampilan maupun dari keadaan.
Annaliza selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Mengapa takdirnya harus seperti ini? Kesalahan apa yang ia lakukan di masa lalu?
Annaliza masih meringkuk, menahan sakit yang ia rasakan di ulu hatinya. Bayangan kabur dan gelap itu senantiasa hadir dan terus menerus. Bayangan dua insan yang tengah berpadu kasih dan dirinya yang melihat hal itu dengan rautan wajah sedih, kecewa dan benci.
Annaliza masih tak mengerti keadaanya untuk saat ini. Dia tak mengerti. Mengapa bayangan itu kabur sedangkan dirinya terpampang jelas seakan dirinya orang ketiga. Namun entah mengapa dia meraskan sakit hati ini. Terasa tercekik dan rasanya bercampur aduk antara marah kecewa dan benci. Sebenarnya apa yang terjadi? Mungkin kah itu masa lalu nya?
Dengan keadaan yang cacat seperti ini, akan pada siapa dia bisa berbagi cerita! Siapa yang mau mendengarkannya?
Dan pada akhirnya penderitaan itu ia akhiri dengan gelapnya dunia.
***
Arcanzo Smith Kierinziraj sebagai keturunan klan iblis dan rajanya adalah dirinya. Canzo, nama yang selalu tersemat di pikiran nya dan di kehidupan nya dulu.
Kenouren, adalah namanya saat ini. Namun meski begitu dalam dirinya dia tetap menjadi Canzo-nya milik Zea.
__ADS_1
Memikirkan hal ini sudut mulutnya terangkat. Menyeringai penuh arti. Di kehidupannya sebagai Canzo, Anzea lah belahan jiwanya. Mungkin!
"Tak lama lagi aku akan mengikat mu, sayang!"
***
Revanza, penyihir yang tersisih kan karena kesalahannya yang terlalu sombong dan menganggap dirinya selalu tinggi. Dia di usir dan dilengserkan dari jabatannya sebagai penguasa tenggara.
Jauh dari permukiman Revanza sendiri saat ini tengah menguatkan pasukan yang ia pimpin dan kendalikan tanpa sepengetahuan orang-orang.
Pasukan yang terdiri dari para monster, dan beberapa penyihir juga para Vampir yang kekuatannya lemah dan dilecehkan se klan nya. Dan Revanza melakukan hal itu hanya untuk membalaskan dendamnya pada Anzea. Atau yang lebih tepatnya pada inkarnasi Anzea.
Kesalahan Anzea adalah, mengapa Anzea harus ditakdirkan menjadi pasangan Arcanzo Smith Kierinziraj?
Kemungkinan semua orang bahkan para klan pun tidak tahu siapa dirinya.
"Aku Resvina dari kehidupan ku dahulu dan akan menghancurkan Anzea di kehidupan sekarang!"
Tak peduli apa yang dilakukan Arcanzo untuk menghancurkan nya pada saat itu namun hatinya tetap akan mencintai iblis itu. Dulu--sekarang-- seterusnya.
***
Saat ini, Ares, Ziyan beserta Azura tengah berdiskusi misi cara untuk menyelamatkan 'Anzea'.
Ares Ziyan maupun Azura tidak pernah mengalami kematian. Pada saat pertempuran antara Anzea juga Arcanzo saat itu mereka di selamat kan oleh Anzea dengan mengorbankan dirinya.
Sedangkan Resvina dia terbunuh oleh Arcanzo saat itu.
Resvina itu, yang membuat mereka selalu darah tinggi. Orang ketiga itu yang menghancurkan hubungan Anzea dan Arcanzo. Meski begitu Ares, Ziyan juga Azura di kehidupan Anzea saat ini mereka akan selalu menjadi pelindung bagi Tuan mereka, Anzea Jesincsver.
"Racun Alfeema?" garis-garis samar terlihat di kening Azura saat Ziyan menjelaskan tentang racun yang bersarang ditubuh Annaliza.
__ADS_1
"Aku pernah mendengar nya!" Sahut Ares yang sedari tadi diam.
"Bukankah itu racun yang dibuat oleh Si penyihir Revanza?" Timpal Azura setelah nama racun itu terasa Familiar.
Merasa tertarik dengan informasi ini Ziyan dengan cepat bertanya "Dari mana kau tahu?"
"Apa kau pernah mendengar legenda penyihir dari Tenggara?" Azura balik bertanya. Ziyan mengangguk. Ares hanya diam dia hanya akan menjadi pendengar bagi kekasihnya serta temannya.
"Aku pernah mendengar itu dari para klan yang selalu membicarakan Revanza. Penyihir itu terkenal dengan kesombongannya dan sangat arogan. Juga dia yang menemukan racun Alfeema. Mayoritas orang tidak tahu siapa yang menyebarkan racun ini. Namun rahasia nya telah terbongkar dan itu akibatnya Revanza diusir dan dicabut dari gelar penyihir dari Tenggara. Karena Revanza membuat cacat para petinggi di benua Soreaclet dengan penemuannya. Apalagi telah di ketahui motif Revanza melakukan hak itu hanya untuk menguasai Benua Soreaclet."
Ujar Azura panjang lebar. "Dan sampai saat ini belum ada penawarnya!" akhirnya Ares angkat bicara. Diam-diam Ziyan merasa rendah karena dalam hal ini pun dia tak tahu.
"Ada yang lebih penting dari itu!" Awas berkata dengan serius. Ziyan dan Azura saling beetatapan. Apakah ada yang lebih serius dari Annaliza yang sekarang cacat?
"Inkarnasi Resvina telah lahir dua tahun lebih awal dari Anzea?"
"Mana bisa!?"
"Bagaimana mungkin?"
Ziyan dan Azura terkejut. "Bukankah jiwanya sudah tidak bisa terlahir kembali?" tanya Azura meledak.
"Aku juga tidak tahu. Mengenai informasi ini aku baru tahu tadi pagi!"
"Sial!" Azura berdecak.
"Akankah terjadi seperti dulu lagi?" Ziyan bermonolong. Ingatannya hadir pada masa-masa dulu waktu yang sangat jauh.
Begitu juga dengan Ares dan Ziyan. Mereka tak dapat memprediksi bagaimana kehidupan kedepannya.
Dalam hati mereka masing-masing berharap hal itu tidak akan terjadi lagi.
__ADS_1
Namun, ketiganya belum mengetahui bahwa inkarnasi Resvina telah memulai rencananya untuk menghancurkan inkarnasi Anzea.
***