SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
18


__ADS_3

Warning : Typo bertebaran!



KELUARGA SILLVATOR!!



***


Dua minggu lagi adalah peresmian calon putri mahkota menjadi putri mahkota. Amora Federick, salah satu kandidat terkuat yang telah dipilih oleh penatua kerajaan Auxenia.


Keluarga Federick merupakan salah satu dari sepuluh keluarga berpengaruh di Auxenia. Konon, orang berkata meski keluarga Federick tidak menempati posisi ke dua dari urutan kebangsawanan, tapi keluarga Federick memiliki pendukung yang kuat di belakang layar.


Keluarga Federick berpusat pada dagangan restoran, dan hal lainnya yang berhubungan dengan masalah ekonomi. Pencapaian setiap bulan bahkan hampir sama dengan Keluarga kerajaan.


Sedangkan keluarga Jesincsver, turun temurun keluarga itu berpusat pada ahli persenjataan juga kemiliteran. Jadi, tidak heran bahwa keluarga Jesincsver di takuti oleh Auxenia. Bahkan keluarga kerajaan pun segan akan keluarga Jesincsver.


Nilai utama dari pemilihan putri mahkota pada awalnya tertuju pada gadis keluarga Jesincsver yang tak lain adalah Annaliza Jesincsver. Namun karena dari awal telah tersebar rumor, maka pemilihan terjatuh pada keluarga Federick. Yang telah memiliki timbangan dari awal.


Sedangkan utuk keluarga Sillvator, Dilianzia dan sebaris keluarga berpengaruh lainnya, orang-orang juga telah berkata putri mereka semua telah memiki pasangan masing-masing, entah rumor atau apa.


Dalam pemilihan putri mahkota, Auxenia tidak mengadakan acara namun penatua memilih berdasarkan potensi yang mereka lihat dari latar belakang hingga kemampuan.


Apalagi bahwa tercatat, Amora Frederick merupakan pengendali dengan dua element, pandai bertarung, juga telah menguasai teknik menyulam dan hal lainnya. Kualifikasi itulah yang membuat penatua lebih memilih Amora Frederick. Dan salah satu orang yang tidak memiliki rumor kedekatan dengan seseorang.


Dua minggu pun bukan waktu yang lama, acara ini telah dipersiapakan dengan matang jauh jauh hari. Sehingga saat ini di istana Auxenia para pelayan hanya mengatur ulang dekorasi, serta bahan makanan atau bahan yang di butuhkan selama acara berlangsung.


Sedangkan istana dalam perencanaan, maka di Mansion Jesincsver. Annaliza dan James tengah mengobrol, lebih tepatnya Annaliza yang terus bertanya pada James.

__ADS_1


Pak... Annaliza memukul lengan James dengan keras hingga sang empu meringis kesakitan.


"Setelah hilang ingatan kamu mau tau aja kehidupan ku! Sebelum hilang ingatan mana ada kita sedekat ini," James mencibir. Sikap adiknya ini rasanya ada yang berubah meski 99% banyak kesamaan. Bahkan dari tadi adiknya ini terus menerus menanyakan keapan dirinya akan menikah. Ya, Tuhan. Bahkan calon pun belum ada.


"Mending kakak nikah sama keluarga Sillvator. Lagian Kak Sellya belum mempunyai tunangan," Celetuk Annaliza. Dirinya telah mendengar dari Luisa, seperti biasalah! Luisa informan yang serba tahu.


Sillvator? James mengernyit tak suka mendengar ucapan Annaliza. Sillvator... Bahkan dirinya tidak sedekat itu dengan Sellya. Dirinya hanya pernah sekali menolong gadis itu saat akan di rampok. Dan sialnya Aiden, sang kakak dari Sellya. Menuding bahawa kejadian saat itu adalah rencananya.


Dan James tak suka.


Raut wajah James memerah menandakan bahwa dirinya sungguh marah. Tapi Annaliza mengartikan lain raut wajahnya itu. Lalu dirinya tersenyum miring, "kalau suka bilang aja, kak!" Godanya.


Annaliza berkata hal demikian bukan tanpa alasan. Saat dinyatakan hilang ingatan , dirinya pernah keluar dari Mansion Jesincver secara diam-diam. Dan secara tak sengaja dirinya melihat Sellya Sillvator yang berkumpul alias sedang berbelanja di butik bangsawan. Dan dengan disengaja dia mendengarkan bahwa Sellya Sillvator menyukai James Jesincver. Yang katanya James ini adalah kakanya.


Pokoknya secara garis besar bahwa Annaliza mendukung untuk agar James menikah dengan Sellya Sillvator.


***


"Kemungkinan seluruh orang tahu bahwa Kaln iblis telah musnah. Namun nyatanya tidak begitu," sang bawahan bernafas lega saat tuannya berkata. Meski terkesan dingin tapi menurutnya lebih baik dari pada ada dalam kecanggungan ditambah dengan ketakutan bercampur kegugupannya.


"Kita hidup memiliki kelebihan masing-masing. Orang mayakini bahwa klan iblislah yang paling kuat. Namun mereka begitu bodoh sehingga tak tahu kebenarannya. Apa kau tahu?" Pria tua yang diyakini adalah seorang tuan melirik oada bawahannya dengan tatapan mengintimidasi. Dan pria itu menggeleng, menjawab bahwa pertanyaan tuannya yang memang dirinya belum tahu.


"Kau bodoh sekali. Aku suruh kau membaca buku yang ku berikan seminggu yang lalu! Tapi apa? Kau... Ah sudahlah berbicara tentang mu membuatku muak," Pria bawahannya bergetar. Tuhan, dari pada tuannya seperti ini, lebih baik kembalikan sifat dinginnya. Dingin, menakutkan. Apalagi sifat frontal seperti ini membuat bulu kuduknya meremang.


Tuannya akan lebih ganas untuk meyiksanya lebih keras. Ya Tuhan, selamatkan saya dari ketidak pastian hidup ini. Jerit hati sang pria muda.


"Ayah?!!" Spontan pria itu memanggil tuannya dengan kata 'ayah'. Wajah sang tuan menggelap, sang bawahan senang.


"Anak nakal!" hardiknya "kau berani memanggilku ayah. Sedangkan kau tak pernah berbuat selayaknya anak." Wajah pria itu memerah tanda marah. Namun si pemuda cengengesan bak orang bodoh.

__ADS_1


"Apa salahnya aku memanggil mu ayah. 'Ken memang kenyataannya begitu," si pemuda berkata dengan enteng. Dia suka melihat ayahnya yang wajahnya merah padam. Menandakan sifat kesabarannya, sudah diujung tanduk. 'Kan kalau seperti ini hukumannya pasti tidak akan berat "Sekeras apapun anda menyangkal. Takdir telah berkata demikian bahwa saya anak biologis anda," Ucapan formal yang begitu frontal, malah membuat pria tua itu memerah marah.


"Aiden Sillvator?" Serunya. "Kau ingin mati heh? Anak durhaka kamu memainkan perasaan ayahmu?"


Ya dia adalah Aiden Sillvator. Putra tertua keluarga Sillvator. Yang bahwa sifatnya selalu mengerjai orang dan membuat orang menderita adalah hobinya.


Aiden tertwa terbahak-bahak melihat ayahnya yang memerah. Sikap kebangsawanan nya hilang seketika. Ketakutannya hilang dalam sekejap. Ayahnya memang dingin, dan dirinya takut. Apalagi kalau ayahnya bersikap biasa, itu lebih menakutkan. Dan pasti ayahnya wjan menghukum nya dengan keras. Percuma dirinya tidak melawan seperti ini, karena oada dasarnya masih sama. Ayahnya ajan benar-benar menyiksanya. Jadi gunakanlah waktu untuk ayahnya menderita dengan kejahilannya.


"Baca buku sejarah ini dalam waktu kurang seminggu," Perintahnya. Dan wajah Aiden memucat, buku setebal ini? Kemungkinan bibirnya pasti akan kram setelah membacanya. Wajah Aiden berubah pias saat mendengar kelanjutan perkataan ayahnya "Dan selain seluruh nya dengan tulisan mu. Tanpa terlewati,"


"Ayah!" Wajah Aiden memelas. Meminta agar hukumannya di ringankan. Untuk membacanya mungkin Aiden sanggup, meski bibirnya taruhannya. Namun, menulis buku yang super tebal. Sangat tebal mungkin 10 cm atau 7 cm - an. Dan menulisnya dalam waktu kurang seminggu? Tunggu?


Aiden merasa ini adalah hal baik. Dan tanpa ayahnya sadari dirinya tersenyum miring.


Hahahaha... Seminggu kurang kemudian dia akan menertawakan ayahnya.


"Ayah, ibu memanggil mu!" ujar seorang perempuan muda dengan tampak garangnya. Mendengar hal itu entah kenapa Aiden merasa sangat bahagia.


"Rasakan hukuman mu ayah. Dan aku, Aiden Sillvator akan menjalankan hukuman dari mu dengan lapanv dada," ujar Aiden dramstis.


"Apa-apaan kau kakak!" Seru adiknya Sellya, "kau pun dipanggil oleh nya,"


Sektika dunia Aiden runtuh. Dan sang ayah tertawa diatas penderitaan anaknya sendiri.


"Apa yang akan ibu/isteri ku lalukan padaku?" begitulah batin keduanya. Lalu saling melirik dan sedetik kemudian mereka berdua menangis.


***


See you next part🤩

__ADS_1


__ADS_2