
RAHASIA ANNALIZA DAN ULANG TAHUN PUTRA MAHKOTA (2),
Dua rasa yang tak di ketahui!
****
Pria itu mengejar Luisa karena perintah dari sang tuan. Dan ntah kenapa tuannya menugaskan hal ini. Apakah tuannya ini menyukai gadis buruk rupa itu?
Tubuh Luisa menegang, yang di pikirannya adalah hantu. Bulu kuduknya meremang membuat Luisa memegang refleks tempat itu.
"Siang siang begini adakah hantu?" Gumamnya.
Pluk...
"Ah,.tolong jangan makan aku. Jangan, aku masih belum menikah," Tapi pria yang mengikuti tadi hanya menatap Luisa yang sedang menunduk sambil menutup wajah nya.
Hah? Kok diam harusnya kalo di depan ku, ini hantu biasanya akan nyerang?
Luisa berbalik meyakinkan dirinya agar tidak takut. Tangan mungil itu terbuka, lalu kedua mata Luisa terbuka Sempurna.
"Ah, kau membuatku terkejut. Aku kira kau hantu!" ucapnya saat dirinya melihat seorang laki-laki berpakaian husus pengawal" Kau siapa, dan mau apa?" tanya Luisa to the point.
"Salam putri!"
"Oh iya, ya aku lupa sekarang kan aku jadi putri"
"Iya, ada apa?"
"Tidak apa-apa saya hanya ingin melihat anda,"
Mendengar jawaban yang kurang bermutu itu Luisa pergi meninggalkan pengawal tadi.
"My Lady tunggu," luisa berhenti. "Tuan ku menyukai mu,"ucapanya.
"Emang saya bertanya, nggak kan?" Luisa malsa meladeni orang seperti itu. Gak jelas! Pertama bertemu mengatakan suka pada nonanya. Apakah Anna pernah keluar mansion saat menjadi Annaliza. Perasaan tidak...
Si pengawal diam mendengar ucapan Luisa. Tuannya kan menyukai Annaliza, pasti setiap orang tahu dirinya ini siapa dan jungjungannya ini siapa. Jungjungan yang selalu di puja dan sialnya adalah lelaki pemain.
__ADS_1
"Apakah dia tak tahu siapa aku? Dalam sejarah kehidupan selama ini tidak ada orang yang tidak mengenali ku meski aku hanya pengawal pribadi pengeran pertama!" 'teman maaf aku tumpang tenar'
Aula, AUXENIA KINGDOM...
"Kak liza lihat yang narinya, mirip monyet"
"Kak masih cantik kakak, aku tak suka dia mengganggu kak Ernest"
"Kak Lily, ya ampun anggun nya!"
"Aku malas melihat kakak ku yang pertama, datar dan tidak punya ekspresi,"
"Ayah dan ibunda sperti nya senang sekali"
Annaliza atau sekarang sebagai Raidencs, hanya menanggapi dengan senyuman atau anggukan mendengarkan ocehan si kecil. Mengkritik orang lain, memuji orang lain... Raidencs hanya tersenyum. Tapi mau memang begitu juga yang berada di pikirannya.
"Kak mau kah kau menikah dengan kak Ernest!"
"Ya kakak mau,eh!" Raidencs melotot ke arah Putri Cindy yang mengerjai nya. "Kamu ngomong apa?"
"Kakak aku dari tadi ngoceh kaka hanya membalasnya dengan 'ya' 'setuju' 'benar'!" putri Cidny merengut
"Kak, kakak beri hadiah apa untuk kak Reydar?" Meski begitu, saat ini mereka masih menikmati pertunjukan, sesi pemberian hadiah akan di berikan nanti.
"Kak menurut kakak siapa ya, yang pantas menjadi putri mahkota?" Raidencs terdiam dia tak berniat menjawab segera dirinya mengalihkan pembicaraan saat sesi pemberian hadiah di umumkan. Belum di lanjut juga Putri Cindy mengoceh lagi "kak, aku ingin belajar menari,"
"Eh, bukan kah Sisi sering belajar, ya!'
"Bukan tarian seperti itu tapi tarian pedang seperti kakak tadi!" dia cemberut dan membuat gemas Raidencs "aku lelah, setiap hari belajar menyulam, membaca buku tatakrama, padahal kita pengendali kenapa tidak di kembangkan kekuatan kita?" Dia mengabaikan saat orang satu persatu maju memberikan hadiah.
"Putri, kita akan memasuki akademi saat umur genap 10 tahun. Itu masih dua tahun lagi dari sekarang untuk putri berusia sepuluh tahun," Raidencs yang berdiri di samping belakang berkata dengan pelan karena dirinya tak ingin mengganggu a.k.a membuat berisik apalagi saat ini acara pemberian hadiah. Tak ada pembicaraan lagi antara dirinya dan putri Cindy. Putri Cindy sekarang dalam mode kecewa, mungkin. Tapi itu tak membuat Raidencs untuk merayunya agar seperti biasa. Jika seseorang terus di manja kapan akan dewasa-nya?
Raidencs Annaliza, Anna mengeluarkan sesuatu dari balik baju zirahnya. Dua buah benda berbentuk matahari dan bulan sabit yang dalam keadaan menyatu. Dingin. Itu jika dirasakan saat seseorang menyentuh nya selain dirinya.
Dia tersenyum dan menggenggamnya erat, lalu membuka genggaman itu lagi. Itu adalah es keabadian yang sengaja dirinya buat untuk hadiah ulang tahun putra mahkota. Mungkin terlihat sederhana tapi dirinya membuat nya dengan tulus. Di dalamnya terdapat api biru.
Dia sudah belajar teknik ini. Dimana api dan es menyatu tapi tidak saling menyerang.
"Dan ntah mengapa aku menyukainya sampai sekarang!" Anna membatin. Inilah rahasianya menyukai seseorang yang bisa di katakan jauh dari jangkauan nya. Dia adalah putra mahkota Kerajaan Auxenia, sang penerus kepemimpinan. Seseorang yang penuh dengan kewibawaan, seseorang yang di senangi rakyat meski belum memiliki kepempimpinan Auxenia. Seseorang yang memang pantas untuk Raja di masa depan.
Dia adalah Reydar Alvegaruzz, terkenal dengan pengendalian terhadap tiga unsur elemen di mana hanya orang tertentu dan pilihan lah yang memiliki elemen lebih dari dua. Karena bagaimana pun seseorang yang memiliki dua elemen adalah mayoritas.
__ADS_1
"Dan juga, mengapa ada rasa terhubung bersama mu. Padahal kita berada di istana taj terlalu dekat. Hanya sekedar menyapa. Tapi ada juga hati yang merasa sesak dan aku tidak tahu itu. Pangeran Reydar bisakah aku menjadi ratu di hatimu?"
Dia memang jenderal, tapi merasa dirinya terlalu rendah. Siapakah dirinya jika dia tidak mempunyai nama 'Jesincsver' di belakang nya. Terkenal buruk rupa apakah, pangeran Reydar mempercayainya? Hanya dua orang yang tahu bahwa dirinya putri kediaman bangsawan Jesincsver. Luisa dan putri Cindy.
Mungkin dia tak tahu bahwa gadis yang imut di hadapannya ini telah membocorkan rahasia nya pada orang yang menyukainya.
Pangeran pertama! Ernest Alvegaruzz.
Raidencs mengedarkan pandangannya dan tepat saat matanya bertemu dengan arah pandangan putra mahkota. Segera dirinya tersenyum kikuk. Lalu mengalihkan pembicaraan nya lagi.
Dia terlalu kaku berbicara, tak pernah berinteraksi dengan gaya bahasa seperti orang lain. Meski begitu ntah mengapa rakyat Auxenia mengagumi dirinya sebagai penerus tanpa ada tentangan. Apa yang di lihat rakyat Auxenia dari seorang datar tanpa ekspresi sperti nya. Dia mengakui dirinya kurang ekspresi dan kalian jangan menghujatnya, oke!
Dia menyukai seseorang, gadis yang tangguh berbeda dengan yang lain. Gadis ini tak memperdulikan omongan orang lain. Gadis yang menjabat sebagai jenderal perempuan pertama di seluruh kerajaan. Liza. Dan Annliza. Dua orang yang sama dan dia menyukainya. Dari awal bertemu sampai sekarang.
Dia ingat kejadian sepuluh tahun itu. Tapi apakah dia ingat kejadian itu?
Sepuluh tahun lalu!!!!
.
.
.
"Dua hati yang tak di ketahui saling mencintai namun sulit untuk ingin Bersama, yang satu terlalu gengsi yang satu terlalu kaku"
"Aku terlalu kesal padamu Reydar, mengapa kau terlalu dingin. Di manakah urat senyum mu?"
"Setelah dicuri baru kau tahu rasa,"
BRAKKK!!!
Dia menendang terlalu kuat pada pintu sehingga pintu rusak.
"Hey, cepat panggil jasa perbaikan pintu!"
Orang lain berteriak "APA KAU PUNYA UANG? SEHINGGA KAU BERANI MERUSAK PINTU? PERBAIKI SENDIRI DAN JANGAN PANGGIL JASA PERBAIKAN PINTU!!!" Teriakan nya menggema membuat pihak lain menutup telinganya refleks.
.
.
__ADS_1
.
TBC!!!