SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
19


__ADS_3

Warning : Typo bertebaran!!!


19.SIAPAKAH ANZEA??!


***


Di keluarga Sillvator, Aiden dan ayahanya sedang diceramahi oleh wanita paruh baya yang usianya hampir genap lima puluh tahun. Siapa lagi kalau bukan isteri dari kepala keluarga Sillvator, Salvia Sillvator.


Alderald, sang suami wanita itu hanya bisa menunduk. Inilah salah satu ciri orang yang katanya 'suami takut isteri'.


Aiden sang putra pertama sama halnya dengan sang ayah diam dan menunduk. Dalam hatinya dia mencibir, merutuki sifat ayahnya yang penakut.


Apa yang menyebabkan isteri/ibu nya ini marah?


Lalu Alderald mengingat ingat kembali kenangan. Apabila dirinya telah melakukan kesalahan.


Tapi apa?


Dia tak mengingatnya! Jujur!


***


Benua Auxenia berpenghuni para pengendali. Di mana para pengendali ini adalah susunan terendah dari keseluruhan orang yang mempunyai perbedaan.


Iblis


Vampir


Monster


Siluman


Peri


Penyihir


Pengendali


Semua jenis makhluk yang biasa merendahkan pengendali.


Namun bagi orang yang kuat pengendali adalah yang terkuat. Hingga mereka memburu pengendali yang berpengaruh di dunia.


Orang tak tahu apa artinya pengendali. Pengendali adalah unit terkuat dari susunan para makhluk. Mangkanya hingga saat ini para iblis yang mengetahui seluk beluk pengendali akan selalu memburu pengendali.


Namun itu dulu. Sebelum hukum alam memisahkan dunia mereka. Iblis adalah iblis dan pengendali adalah pengendali. Mereka mempunyai dunia masing-masing.


Vampir, monster, siluman, peri, penyirih, merupakan makhluk yang netral. Berpihak hanya pada orang kuat dan tentunya pada orang yang menurut mereka benar.


Tiga ratus tahun yang lalu. Klan iblis berperang dengan Klan pengendali. Para Vampir, monster, siluman menjadi pendukung klan iblis dan penyihir, peri menjadi pendukung bagi klan pengendali. Tiga ratus tahun lalu. Kemenangan di raih oleh klan pengendali. Yang dipimpin oleh Jendral perempuan pertama yang bersejarah bagi seluruh kehidupan dan para makhluk.


Jenderal Anzea dari Auxenia...


Anzea Jesincsver...

__ADS_1


Anzea Jesincsver...


Anzea Jesincsver...


Annaliza menutup buku tebal yang telah usang itu. Buku tebal dengan sampul bunga Anggrek dengan sebuah padang menjulur ke bawah. 'Jesincsver' Jelas ini adalah lambang keluarga nya keluarga Jesincsver.


Ayahnya pernah bilang bahwa keluarga Jesincsver didirikan alias maju dan bisa menjadi bangsawan seratus tahun yang lalu dengan orang yang berjasa bernama "Kiral Jesincsver" yang termasuk buyutnya.


Lalu mengingat nama Jenderal terbesar Anzea. Jenderal besar bermarga Jesincsver bagian dari keluarga Jesincsver. Tapi, ayahnya tak pernah menceritakan tentang hal ini. Ibunya pun sama. Entah mengapa iris hatinya terasa sakit. Terasa ada sesuatu yang hilang. Namun apa?


Dirinya tak mengerti. Perlahan tanpa disadarinya air matanya menguap. Menghantarkan rasa sakitnya pada mimpi yang diharapkan indah.


Seseorang membuka paksa ruangan perpustakaan yang berisi Annaliza. Mata merahnya menyala menandakan kemarahan. Dia masuk lalu pintu tertutup dengan sendirinya. Berjalan--menghampiri Annaliza.


Kedua tangannya terangkat mencoba mencekik leher Annaliza. Namun iris matanya tiba-tiba berubah menjadi kecoklatan saat terdengar suara teriakan...


"Luisa!"


Dalam ruangan dirinya terkejut saat mendapati bahwa tangannya mencoba mencekik leher tuannya. Luisa berkeringat dingin memikirkan ini. Apa yang baru saja terjadi? Apa yang aku lakukan? Pikirannya berkecamuk. Lalu dibuyarkan oleh suara dingin dan halus.


"Luisa??!" Tanpa sadar Luisa melihat cahaya bulan purnama sempurna dengan takut. Takut bahwa tuannya berpikiran buruk tentang dirinya. Luisa apa yang kau lakukan? Kau benar-benar bodoh? Dia tak mengingatnya? Sungguh??!! Dan bisakah nona nya percaya jika dia bertanya.


Ruang perpustakaan keluarga Jesincsver berada di lantai dua. Ruangan besar yang hanya bisa di masuki oleh anggota keluarga Jeisncsver. Tapi kenapa luisa ada disini?


Annaliza, menghilangkan pikiran buruknya. Namun melihat gelagat Luisa yang ketakutan membuat dirinya curiga. Saat melihat pandangan Luisa terpaku pada cahaya bulan purnama, Annaliza pun mengikuti arah pandanganya.


Dia terpaku. Melihat indahnya bulan purnama sempurna. Luisa masih diam. Annaliza memperhatikan, sesaat kemudian iris mata Luisa berubah menjadi merah semerah darah. Annaliza terkejut ...


Karak...


Bunyi patah tulang mengisi seisi ruangan. Annaliza tergeletak dengan menundukkan kepalanya. Dan Akh...


Kejadian seperti itu lebih seperdetik. Dari punggung Luisa keluarlah sepasang sayap hitam. Baju Pelayan hitam putih Luisa pun berganti dengan sebuah gaun berlengan pendek,.berwarna putih tulang yang kontras dengan warna sayapnya. Annaliza tertegun heran dan ketakutan.


Luisa menatap tajam Annaliza. Dan tanpa aba-aba tangannya menjulur mencoba untuk mencekik Annaliza. Pusaran hitam keluar dari telapak tangan Luisa dan mencoba menyerang Annaliza.


Annaliza menghindar dengan gesit. Itu refleks dari tubuhnya yang terbiasa dengan pelatihan militer. Lalu pikirannya bertanya, mengapa Lusia seperti ini?


"Luisa!" Annaliza menjerit saat tiba Luisa menyerang nya dengan kekuatan api. Untuk saat ini Annaliza mencoba mengingat apa yang dirinya bisa lakukan untuk menghentikan Luisa. Dan seketika dirinya ingat bahwa ia memiliki element Air.


"Air--Es pelindung." untung Annaliza tepat pada waktunya. Jika tidak mungkin api biru itu telah melahap dirinya. Mengapa Luisa mempunyai kekuatan besar ini?


Tidak disangka Luisa dapat menghancurkan pertahanan nya. Dan api biru itu melahap-mencairkan benteng es miliknya.


Api itu merayap dan merambat melalui tangan Annaliza. Daan lebih menguntungkan lagi Annaliza memiliki kekuatan api. "Aku terlalu meremehkan mu, Anzea!" Seru Luisa.


Mendengar kata 'Anzea' membuat Annaliza terpaku. Anzea? Bukankah dia adalah pahlawan yang menyelamatkan para pengendali! Seseorang yang bersejarah yang dirinya baru ketahui. Lalu apa maksud pelayan nya ini?


Dirinya Annaliza bukan Anzea!


"Luisa ini aku Annaliza!" Meski dengan ketakutan Annaliza mencoba memenangkan Luisa. Apalagi saat melihat sepasang sayap hitam dipunggung Luisa membuat Annaliza menciut.


"Kau pantas mati Anzea!" Ujar Luisa penuh amarah. Luisa merapalkan sesuatu yang Annaliza yakini adalah sebuah mantra. Saat setelah mengatakan hal itu tubuh Annaliza kaku untuk digerakkan, "Apa yang kau lakukan Luisa? Ini aku Annaliza!!"Serunya.

__ADS_1


Tubuhnya terasa semakin tersecekik saat mantra itu mencoba menguasai tubuhnya. Di mulai dari kaki merambat ke atas tubuhnya hingga saat sampai dibagian dada Annaliza susah untuk bernafas.


"Lu...is...a!" tercekat bahkan mulutnya pun kini seakan terkunci. Untuk saat ini Annaliza mencoba menahan jenis rasa sakit ini. Dan berharap semoga Luisa kembali sadar. Karena Annaliza yakin dia Luisa terpengaruh dengan roh jahat, terlihat dari iris matanya.


Annaliza menutup matanya--menahan betapa sakit dan sesaknya, hingga tak sadar seorang pria berpenampilan sama seperti Luisa datang menghentikan serangan Luisa.


Luisa yang semula tersenyum pongah kini raut wajahnya kian buruk saat laki-laki itu menyerangnya, "Kau telah melewati batasan mu, Azura!" Desis pria itu dengan tajam melirik Luisa dengan raut wajah menegang.


"Ziyan!" ujar Luisa tertahan. Matanya melirik laki-laki yang dipanggil nya Ziyan. Serangan itu terhenti saat dirinya mencoba menyerang Annaliza lagi.


"Zean! Panggil aku Zean!" laki-laki itu membenarkan.


"Dan jangan panggil aku Azura! Panggil aku Alura!" Luisa menjerit--menatap tak suka Pada laki-laki yang harus dipanggil nya Zean.


Sunyi!


Sebelumnya semua orang yang berada di mansion telah laki-laki itu beri obat tidur sehingga penyerangan ini tak akan diketahui oleh siapapun.


Bruk,,, Annaliza pingsan. Dengan cepat pria itu berjalan--mengahampiri Annaliza dan dengan sigap menopang tubuh Annaliza.


Luisa menatap sengit pada kedua nya. Dan dengan marah berujar "kau selalu sperti ini, Ziyan! Kau selalu mementingkan dia. Dari dulu! Kau selalu seperti ini. Dan aku tak suka!" dengan mata merah menyala dengan kemarahan.


"Kau yang selalu berpikiran dangkal Azura! Dia orang yang harus aku lindungi," Zayn atau Ziyan menatap Luisa sengit.


"Kalian selalu seperti ini. Selalu mementingkan Anzea ketimbang aku. Aku selalu bersama kalian tapi kalian tak pernah melihat ku,"


Zean merengkuh tubuh Annaliza kuat seakan takut kehilangan, "Anzea tak salah Azura. Kau yang dibutakan dengan cinta!"


"Dia iblis Ziyan... Di.."


"Lalu kita apa? Monster? Vampir?" Ujar Zean berapi-api. "Kita se-ras, Azura!"


"Kau... Kau... Kau... Aku benci kalian! Aku benci Anzea, aku benci Kau Ziyan! Aku benci kalian! Aku benci dia, aku benci Ares!" mata Luisa berkaca-kaca dan...


Bruk... Dalam keadaan pingsan Luisa menangis.


"Tuan!" Zean menatap lekat laki-laki yang telah melumpuhkan Luisa. Laki-laki yang sama yang berpenampilan seperti Zean dan Luisa. Dia menatap arogan pada Zean.


Seakan sadar Zean menyerahkan tubuh Annaliza pada pria itu.


"Kau urus semuanya!" Dengan nada perintah Laki-laki itu pergi-meninggalkan mansion dengan tubuh Annaliza. Zean mengangguk mantap.


***


Pria paruh baya bersulaman emas. Berjubah putih mengahadap langit. Langit seakan menandakan kesedihan. Langit malam yang sungguh gelap.


"Semuanya akan terulang, karena satu kesalahan!"


***


See You Next Part!!!🤩


***

__ADS_1


__ADS_2