
Typo!
***
Selamat membaca untuk kamu yang selalu menunggu dan setia untuk cerita ini update.
***
Anzea!
***
Untuk menentukan hal yang kita ingin kan memang susah. Kita tak akan pernah tahu rencana yang telah di susun Tuhan itu akan seperti apa. Tentu kita tidak akan pernah mengharapkan hal buruk bukan? Annaliza dikurung dikastil bernuanasa hitam ini. Tidak ada kehidupan kecuali para pelayan yang berlalu lalang untuk membersihkan kastil ini.
Annaliza masih tidak berfikir pada Kenouren yang senantiasa memenjarakan nya di kehidupan gelap ini. Kehidupan yang ketimbang balik ia dulu. Annaliza tidak dapat menggunakan kekuatan nya di tempat ini. Dan entah kenapa. Setelah kejadian saat itu, Annaliza tahu bahwa ia dapat berbicara lagi karena telah disembuhkan oleh pria iblis itu.
Mengingat hal ini dadanya akan terus bergemuruh. Siapa Kennouren yang dengan seenak jidatnya memenjarakan nya dengan alasan ia inkarnasi Anzea? Annaliza masih tidak dapat menerima kenyataan yang menurut nya tidak nyata.
Anzea. Anzea. Anzea. Sejak ia tahu nama itu hidup nya menjadi sengsara.
Iblis? Annaliza tidak pernah menganggap dirinya sebagai makhluk suci. Iblis merupakan keturunan makhluk hina. Begitu pun ia menurutnya.
Monster itu mengerikan. Kadang juga Annaliza bertanya. Apakah benar ia inkarnasi Anzea? Tapi mengapa ia tidak merasakan hal seperti itu?
__ADS_1
Anzea Jesincsver.
Sebagai anak bungsu dari generasi Jesincsver sekarang, Annaliza wajib sangat tahu akan sejarah keluarga Jesincsver di masa lalu. Yang awalnya hanya sebuah nama belakang Anzea, maka saat ini dijadikan marga keluarga terbesar.
Annaliza mengeluh dalam hati. Jika Anzea adalah iblis kuno terakhir yang wajib dilindungi, maka saat ini ia berperan seperti apa? Jika Jesincsver--Anzea adalah iblis, maka keluarga nya juga merupakan iblis?
Saat pikirannya berkecamuk, seseorang mengetuk pintu, "Yang Mulia, memerintahkan anda untuk segera makan malam."
Annaliza mengeram dalam hati. Raja itu, Kennouren kierinziraj, Raja dari Klan iblis original saat ini. Di Auxenia iblis merupakan makhluk yang ditakuti. Karena penduduk Auxenia semuanya pengendali. Setelah perjanjian perdamaian ratusan tahun lalu antara klan tidak ada yang boleh melakukan perkelahian. Makanya kemunculan makhluk yang menggemparkan warga itu tidak diketahui orang bahwa wujud itu, merupakan wujud iblis yang belum sempurna.
Annaliza berdiri, ia memenuhi perintah ini dengan hati geram. Kennouren itu melakukan hal apapun hanya dengan sesuka hati saja. Jujur Annaliza tahu raja iblis origin itu. Namun sejauh ini Kennouren tidak memperlihatkan wuduj iblisnya di hadapannya. Itu membuat Annaliza merasa tidak nyaman. Kenyataan nya adalah, ia harus menerima fakta yang menurutnya tidak sungguh realistis.
Sedampainya di ruang makan, Annaliza segera duduk jauh dari Kennouren dengan secara berhadapan--berjauhan. Kennouren berada di ujung meja begitu pun Annaliza.
Setelah para pelayan menyiapkan makanan, tanpa menunggu aba-aba dari sang tuan rumah, Annaliza segara menyantap hidangan yang tertera itu dengan elegan namun penuh semangat.
Arcanzo tersenyum, melihat gadis itu menyantao dengan lahap. Kejadian kecil ini membuatnya bahagia. Perlu diketahui, Arcanzo memang raja klan iblis origin, memiliki banyak musuh dan setiap klan ingin menghilangkan nyawanya. Ia terkenal kuat, durjana, kejam, bengis dan tanpa ampun, hanya satu kelemahan nya dari saat ia diciptakan Arcanzo sangat lemah dengan gadis bernama Anzea Jesincsver dan sekarang bereinkarnasi menjadi Annaliza Jesincsver.
Kesalahan Arcanzo hanya satu.
Sebenarnya Anzea memiliki sikap ambis dan egois. Namun dalam waktu bersamaan dia memiliki sikap ceria layaknya mentari, dia mampu membuat nyaman terhadap orang-orang yang brada di sekelilingnya. Secara hukum alam, klan iblis origin dan klan iblis kuno tidak dapat disatukan. Anzea merasa itu tidak adil untuk kisah cintanya dengan Arcanzo. Maka ia mempunyai ambisi bahwa semua makhluk yang Tuhan ciptakan itu sama, tidak ada pangkat tertinggi atau terendah. Maka dari itu Anzea ingin menciptakan dunia damai tanpa adanya perselisihan tanpa adanya tindas menindas. Impian itu hampir terwujud, jalan menuju Arcanzo selangkah lagi berhasil. Namun, dengan kesalahan Arcanzo, Anzea menghianati keinginan aslinya. Pertempuran terbesar ratusan tahun lalu, merenggut nyawanya, menghilangkan kegersangan dadanya. Sesak dalam kematian dan dalam dendam berasal penghianatan.
Tujuan Anzea juga salah.
Arcanzo juga salah.
"Hey, kau tak makan?" Awalnya Annaliza tidak peduli untuk menghiraukan raja itu. Tapi meski fakta bahwa ia dikurung di kastil gelap ini, Annaliza tetaplah Annaliza. Gadis berontak penuh sumringah dengan segala hal hebatnya. Intinya, Annaliza merasa risih saat Kennouren menatap intens dirinya.
__ADS_1
Pikiran Arcanzo buyar kala mendengar ucapan gadis itu. Arcanzo tersenyum menatap Annaliza yang mengaitkan sebelah alisnya, bahkan setelah berinkarnasi ia masih bisa peduli tentang hal kecil seperti ini. Hanya sekejap, wajah pria tampan itu kembali datar.
Keduanya selesai makan, lalu para pelayan datang untuk membersihkan meja. Setelah dipastikan pelayan meninggalkan ruangan makan ini. Barulah Annaliza bernafas lega. Hawa yang dikeluarkan oleh para pelayan itu sungguh menindas. Tatapan mereka tajam, setajam pria di depannya. Annliza menatap Kennouren dengan serius. Kali ini ia harus berbicara baik dan menemukan inti dari semua ini. Semua yang bahkan ia tak mengerti.
"Aku bukan Anzea!" kata kekeh itu kembali Annaliza ucapkan dengan tegas. Ia telah berkecimpung menjadi jenderal dan pahlawan Auxenia. Ia harus bersikap tegas. Siapa Anzea itu? Ck! Menyebalkan.
Rahang Arcanzo mengeras. Ia tidak suka penolakan secara tidak langsung dari gadis di depannya. Annaliza. "Kau Anzea!"
"Sudah berapa kali aku bilang Tuan Arcanzo Smith Kierinziraj! Aku tak tahu Anzea mu. Aku tak tahu Zea mu. Aku juga tak tahu kisah cinta mu itu!" Seru Annaliza lantang seraya berdiri.
Brak.
Sedikit kekuatan yang Arcanzo keluarkan membuat retakan di atas meja kayu beralaskan kaca itu. Arcanzo menatap berang pada Annaliza. "Apakah aku terlalu baik pada mu Anzea?" iris hitam pekat manik mata Arcanzo berubah semerah darah. Kilatan dingin di setiap kata yang ia ucapkan membuat Annaliza bergetar. Percaya atau tidak, sebenarnya ia takut dengan makhluk klan iblis ini.
Arcanzo perlahan berjalan, menuju Annaliza yang berdiam diri seraya ketakutan. Tubuh Annaliza rasanya sulit untuk digerakan, ia mati kutu dihadapan orang yang lebih berkuasa. Pikiran gadis itu blank otaknya tidak mampu berpikir. Sejumlah pikiran cara agar ia terlepas dari situasi mencekam nyawa ini, tidak terangsang oleh otaknya.
Perlahan namun pasti, di mata Annaliza, langkah Arcanzo begitu cepat, menuju dirinya. Satu fakta yang lebih dari fakta. Meski Annaliza pernah menjadi seorang Jenderal, posisi tersebut diberikan karena tahun dimana ia mendaftar untuk posisi itu, tidak ada siapapun orang yang mampu menandingi kekuatan internalnya. Sedangkan untuk opsi pertarungan kekuatan fisik Annaliza bisa dikatakan lemah. Maka dari itu, bahkan saat ketika terjadinya perang Annaliza memimpin dengan taktik perang yang ia pelajari. Karena Annaliza tahu batas kekuatan fisiknya tidak terlalu cocok untuk posisi tinggi seorang jendral itu.
Di kastil ini, Annaliza hanya bisa mengandalkan pikirannya. Ia tak bisa menggunakan kekuatan pengendali nya, ia juga lemah jika berbicara soal fisik. Namun, satu-satunya hal ia andalkan saat ini tidak dapat bekerja dengan baik. Aura menindas Arcanzo membuat pikiran Annaliza berantakan. Annaliza bukan Anzea harus dikatakan berapa kali. Tapi keputusan sepihak Arcanzo membuat Annaliza muak akan keteraturan. Ia tak suka dihakimi, Annaliza tidak suka dikekang. Maka dari itu, ia segera membuka topik pembicaraan mengenai, Arcanzo dengan Anzea dahulu. Kitab kuno yang datang dalam mimpinya tadi malam membuat Annaliza tahu akan keseluruhan cerita ini.
Arcanzo menganggap bahwa ia--Annaliza adalah inkarnasi dari Anzea. Tapi belum ada fakta soal hal itu. Kesalahan Arcanzo di masa lalu membuat matinya Annaliza memiliki dendam, kuat untuk menghancurkan, sehingga ia berusaha agar bisa berinkarnasi. Menurut Annaliza rasa yang ada pada Anzea bukanlah rasa suka, melainkan obsesi terhadap Arcanzo. Obsesi yang ia miliki, berakhir memiliki dendam akibat penghianatan Arcanzo.
"Aaku, tidak tahu. Tapi percayalah bahwa jikalau Anzea ada dihadapan mu saat ini. Ia akan tahu bahwa kau setia padanya."
Ini hanyalah kesalahpahaman tinggi ratusan tahun lalu. Menurutnya.
"Anzea berapa lama lagi kau harus berpura-pura!"
__ADS_1
***
See You Next Part!