SECRET OF ANNALIZA

SECRET OF ANNALIZA
12


__ADS_3

12.KEJADIAN PADA MALAM ITU??!!


***


Typo bertebaran!


***


Malam gelap gulita tak bisa membuatnya takut. Dia berdiri dengan anggun serta jubah hitam kebesaran nya. Sangat hitam, gelap seperti hidupnya. Namun saat ketika ingatan nya berdalih pada kejadian beberapa tahun lalu membuat dirinya tersenyum tipis sangat tipis, bahkan dirinya tak menyadari hal itu. Seharusnya malam ini adalah malam yang sempurna. Saat dia akan menjadi miliknya. Sepenuhnya selamanya.


Bahkan jika dia memberontak dia akan sangat membuatnya mengikat nya dengan kuat. Tanpa melepaskan nya. Bahkan jika dia ingin kabur lagi dia akan memotong kedua kakinya agar dia tak bisa lepas darinya.


Sosok tampan itu duduk di atas batu yang berada di kali. Malam ini adalah malam bulan purnama sempurna. Dia sangat menantikan malam-malam bulan purnama sempurna. Dirinya menatap bayangan bulan yang berada di permukaan air.


Menatap dengan tajam, saat kemudian mata nya berubah menjadi merah, semerah darah.


Suara teriakan terdengar jelas di telinganya. Dia tersenyum lebar berbeda dari senyuman tadi. Rasanya sangat menyenangkan saat dirinya mendengarkan teriakan itu. Oh, sungguh nikmatnya.


Dan pada dasarnya malam itu adalah malam kelamnya Annaliza Jesincver, gadis incarannya. Gadis yang ingin dia buat terus menerus bersama nya. Gadis yang akan dia potong kakinya jika Annliza memberontak.


Dia menyeringai...


***


Dia tak mudah menangisi hidupnya. Dia ingin menjadi bebas tak perlu kekangan dari orang lain. Namun mengingat kejadian ini air matanya tumpah. Dia biasa pergi ke peperangan dan membunuh orang dengan jumlah yang besar. Tapi dia tak pernah membunuh seseorang tanpa alasan. Apalagi yang dibunuhnya bukan orang yang bersalah.


Dan malam itu juga malam bulan purnama sempurna sebelumnya dia telah melakukan hal ini.


Annaliza diam seperti nya beberapa bulan lagi adalah ulang tahun nya yang ke-19 tahun. Dan juga pengesahan sebagai putri yang telah dewasa. Seharusnya itu dilakukan pada usia ke-18, Namun waktu itu dirinya sedang menjalankan urusan kerajaan.


Dan sesuai janji dia, Annaliza akan dijemput saat dirinya telah menyatakan kedewasaan nya.


Dan Annaliza tak mau...


***


Sudah seminggu sejak Annaliza menghilang dan saat itu pula keluarga Jesincver melakukan pencarian besar-besaran. Keluarga Aloert dari kerajaan MorenaSky pun mencari keberadaan Annaliza. Keluarga Aloert adalah keluarga Mariana sebelum berubah marga menjadi Jesincsver.


Pencarian besar-besaran di lakukan pada seluruh kerajaan. Dan kerajaan lain pun turut berpartisipasi untuk membantu. Karena pada dasarnya kerajaan yang berada di benua Borealis adalah kerajaan pecahan dari MorenaSky yang dimana pada umumnya mereka adalah turunan dari Kercilia (nama keluarga kerajaan MorenaSky).

__ADS_1


Dan berpecah belah... Seperti sekarang.


"Ada apa suamiku apakah kau sudah memberitahu dia?" Mariana berjalan dengan tergesa-gesa, saat setelah melihat suaminya membukakan pintu kamar mereka. Raymond berjalan dengan lesu. Dia tak mengindahkan ucapan istrinya. Dan terus berjalan menuju ranjang, duduk di samping istrinya yang berada di ujung ranjang.


"Dia telah tiada!" tiga kata yang keluar dari mulut suaminya membuat Mariana mati kutu. Dia? Dia tiada? Mana mungkin bisa? Saat ini harapan nya untuk menemukan anaknya terasa pupus.


"Apa maksudmu?" Mariana langsung berdiri. Dan mentap bengis Raymond. "Kau menyumpahi dia mati? Heh?"


"Inilah kenyataan nya Mariana guru besar telah meninggal,"ujarnya parau. Reaksi pertama saat dirinya mendengar kabar ini pun juga sangat terkejut. Dia mendengar dari beberapa koneksi yang berada di setiap wilayah MorenaSky.


***


MALAM ITU....


Annaliza terbang meninggalkan mansion Jesincsver. Matanya menyapu setiap wilayah Auxenia. Dia tidak bereaksi, namun kecepatan terbangnya menambah dua kali lipat. Tujuannya kali ini adalah tempat itu. Tempat gurunya, kerajaan MorenaSky. Hanya beliau yang tahu wujud yang hampir sama dengan kutukan ini.


Gunung Seshua, gunung bukit tertinggi di benua Borealis yang berada di kerajaan MorenaSky dan bagian dari MorenaSky.


Bruk... Annaliza mendarat dengan tidak sempurna. Tubuhnya ambruk seketika.


"Muridku," Seru seseorang. Pria berjubah putih dengan aksen emas datang berlari menuju Annaliza yang ambruk di depan pondoknya. Awalnya dia selalu menunggu malam bulan purnama sempurna dari enam bulan lalu. Muridnya ini akan selalu membuat masalah pada malam bulan purnama sempurna. Dan benar dia datang.


"Jangan bicara! Aku akan menghilangkan kutukan ini,"


Annaliza tersenyum cerah. Bahagia akan gurunya yang selalu peduli kepadanya. Sehingga menganggap nya sebagai anak sendiri. Setiap malam bulan purnama pasti gurunya akan selalu berusaha membuat kutukan ini hilang. Dengan berbagai cara namun nihil tidak ada satupun yang berhasil.


Pria itu menggendogng Annaliza dan membawanya masuk ke pondok lalu menidurkan Annaliza yang masih terbalut dengan sayapnya.


Annaliza berusaha memejamkan matanya mencoba mengendalikan tubuhnya yang sekan beraksi ingin melenyapkan nyawa seseorang. Tidak! tidak! Dia harus bisa mengontrol. Gurunya pasti bisa menyelamatkan nya. Dan dia akan hidup damai tanpa rasa penyesalan. Tunggu sebentar Annaliza.


"Minumlah," pria paruh baya itu memberi sebuah gelas yang berisi cairan berwarna merah. Yang Annaliza ketahui bahwa itu adalah darah gurunya. "Guru anda selalu memberikan ku dengan ini,"


"Maaf Anna. Aku belum bisa mencari penawarnya. Minumlah dan kau akan kembali seperti semula,"


Annaliza berusaha duduk di bantu dengan gurunya. Lalu dia mengambil gelas itu dan meminumnya dengan tandas.


"Guru kenapa masih belum berubah?" Dia melihat masih ada sepasang sayap yang masih menempel di punggung nya. Dia menoleh pada sang guru yang terlihat tersenyum tulus. Namun dengan guratan yang sedih. "Guru?"


"Kau akan pulih sepenuhnya,"

__ADS_1


Tiba-tiba Annaliza merasa ada yang sedikit aneh dengan tingkah gurunya. Dan dirinya, rasa sesak di dadanya semakin menjadi. Perih kepalanya juga sama demikian. Annaliza menatap ke arah sang guru yang masih tersenyum.


Lalu tanpa sadar dan sadar sesuatu terasa mengendalikan dirinya. Dan perubahan fisiknya menambah. Kuku-kuku nya berubah menjadi hitam dan memanjang. Matanya yang hitam pekat menatap lapar ke arah gurunya. Dia berdiri. Annaliza berdiri.


Sebuah simbol sepasang sayap tumbuh di kening Annaliza tepat di atas ke dua alisnya.


"Akhhhkkhh," teriakn nyaring keluar dari guru itu saat Annaliza dengan satu tangan nya mencekik pria itu.


Wujud Annaliza sekarang lebih mengerikan, kekuatan hitam keluar dari tangan kanannya yang Mencekik peria itu.


Sebuah sulur api keluar dari tangan yang satunya lalu mengarahkan kearah pria itu. Dan, Boom.


Pria itu terlempar kekuar dari pndok dan Annaliza terbang menubruk atap pondok.


"Akhh" dua giginya memanjang dan menjadi sebuah taring. Matanya menyapu seluruh bagian pondok dan melihat seorang pria yang tengah berdiri dengan satu tangan nya memegang dada akibat luka bakar.


Syut... Annaliza mendekati pria paruh baya itu dan kangsung menendang nya. Dia gurunya dan kenapa dia melakukan hal ini?


"Guru!" ujarnya lirih. Saat melihat guru nya terlihat tak berdaya. Kesadaran nya hampir pulih.


Namun dua kata itu seakan menghipnotis nya 'bunuh dia!'


Annaliza berjalan tenang menuju gurunya. Lalu dengan kekuatan nya dia mengangkat pria itu. Pria itu tidak memberontak, apa yang dilakukannya entah apa tujuannya.


Mulutnya melebar menampilkan gigi taring tajam. Oke Annaliza kali ini bisa disebut monster.


Dia menerbangkan gurunya lalu menyerap kekuatan internal dari sang guru. Sehingga pria itu mengeluarkan darah dari mulutnya.


Darah?! Darah? Mata hitamnya berkilat penuh minat saat darah itu keluar dari sang guru. Lalu tanpa sadar menjatuhkan sang guru.


Masih dalam kesadaran. Pria itu menatap Annaliza yang terpaku melihat darah yang keluar dari mulutnya menetes je tanah. Lalu dia mengeluarkan sebuah belati. Dan...


Sett..


Dia melukai pergelangan tangannya dan darah mengalir dengan deras. Annaliza semakin mentap minat. "Minum lah darah ini sepuas mu!"


Annaliza meloncat di bantu sayapnya. Dan tanpa aba-aba menarik pergelangan kiri gurunya yang berdarah lalu menyedot dan darah itu. Sehingga dia tak sadar bahwa dia telah membunuh gurunya. Dan saat sadar entah apa yang akan terjadi.


Dari kejauhan tanpa disadari Annaliza mentap kejaidan itu dengan saksama. Lalu menyeringai "si tua bau tanah. Kau pikir darah mu bisa menghilangkan tanda itu?"

__ADS_1


***


__ADS_2