SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
MAKSIAT DIGUNUNG KARANG #1


__ADS_3

Cerita ini hanyalah karangan penulis dan di ambil dari sumber tertentu.


disetiap cerita memiliki sisi positif dan negatif,


Sejarah


Gunung Karang tidak terlepas dari cerita peradaban masa lalu hingga sejarah


runtuhnya kerajaan hindu-budha. Gunung Karang adalah gunung tertinggi di Banten


ketinggiannya mencapai 1778 mdpl dan gunung ini masih aktif yang memiliki


potensi besar bisa meletus.gunung Karang menjadi salah satu ujuan faforit wisata


religi dan wisata pendakian gunung, selain tujuan mendaki yang paling terkenal


adlah sumur 7 gunung karang yang keberadaannya di puncak gunung.


kali ini Pandu dan teman-temannya sedang mengadakan camping di Gunung Karang, dari tim mereka membawa 5 laki-laki dan 3 perempuan, apakah perjalanan mereka mendaki gunung Karang menemui hambatan? apakah mereka akan selamat sampai tujuan? apakah mereka bisa kembali pulang dengan selamat?


Cerita ini


dimulai pada tahun 2015 ada sekelompok mahasiswa berasal dari jawa tengah yang


akan melaksakan camping di gunung karang.mereka terdiri dari 8 orang 5


laki-laki dan 3 perempuan. Ada Toni, Hendra, Agus, Budi, Pandu, Lisa, Nur, dan


Fani. Saat di perjalanan dari jawa tengah menuju ke banten, sebenarnya mereka


di hadapkan dengan kejadian yang aneh, dimulai dari Lisa dan Fani yang mendadak


datang bulan secara bersamaan. Padahal jadwal nya tidak hari itu. Yaudah mereka


langsung membeli pembalut di minimarket terdekat.saat bus menuju ke tol Serang


Timur, mereka dikejutkan lagi dengan ban bus yang bocor. Supir itu pun kaget,

__ADS_1


padahal sebelum berangkat sudah disiapkan matang-matang.


“yah,


namanya juga perjalanan pasti ada aja ban bocor, sudah jangan khawatir dan


jangan mikir yang macam-macam” sahut Budi.


Setelah pak


supir mengganti ban bus itu, mereka melanjutkan lagi perjalanan hingga menuju


ke Pandeglang


Saat mereka


turun, tiba tiba Toni merasa pusing dan mual, mungkin akibat mabuk perjalanan.


Tak lama Toni pun muntah-muntah hingga membuat teman-temannya panik.


Lisa adalah


“sudah, aku


gapapa, kalian jangan panik gitu, mungkin abis aku muntah aku enakan lagi” kata


Toni


“yaudah,


kalau kamu merasa ga enak badan, kamu ga usah ikut mendaki, istirahat aja di


bascamp.” Pinta Budi.


“masa udah


jauh-jauh datang kesini Cuma tidur di bascamp, ga seru lah, udah aku juga udah

__ADS_1


baikan nanti sebelum berangkat aku minum tolak angin deh” pinta Toni memaksa


Akhirnya


setelah mengurus pendaftaran mendaki mereka pun bersiap mulai mendaki gunung


Karang. Saat itu waktu menunjukan pukul 4 sore.


Baru jalan


sekitar 1 jam Toni ngeluh pusing dan mual lagi hingga diapun berjalan sedikit


lambat dan hampir ketinggalan rombongan.


“eh eh


bentar Toni mana?” tanya Lisa nengok ke belakang


“yaudah gua


yang cari Toni, lu pada tunggu sini ya jangan pergi duluan” ucap Pandu. Tak


lama Pandu kembali membawa Toni.


“Ton, lu


gapapa? Kalau merasa sakit mending kita balik lagi kebawah.” Tanya Hendra


“beneran gue


gapapa” jawab Toni sedikit lemas


“yaudah gini


aja kita jalan sebaris yang didepan Pandu kedua Nur, ketiga Budi, ke empat


Fani, kelima Toni, ke enam Lisa, ketujuh Agus yang terakhir gue” jawab Hendra menjelaskan barisan kepada tim

__ADS_1


Mereka


mengangguk dan berjalan kembali menuju pos 1 secara bersamaan


__ADS_2