
Cerita ini hanyalah karangan penulis dan di ambil dari sumber tertentu.
disetiap cerita memiliki sisi positif dan negatif,
Sejarah
Gunung Karang tidak terlepas dari cerita peradaban masa lalu hingga sejarah
runtuhnya kerajaan hindu-budha. Gunung Karang adalah gunung tertinggi di Banten
ketinggiannya mencapai 1778 mdpl dan gunung ini masih aktif yang memiliki
potensi besar bisa meletus.gunung Karang menjadi salah satu ujuan faforit wisata
religi dan wisata pendakian gunung, selain tujuan mendaki yang paling terkenal
adlah sumur 7 gunung karang yang keberadaannya di puncak gunung.
kali ini Pandu dan teman-temannya sedang mengadakan camping di Gunung Karang, dari tim mereka membawa 5 laki-laki dan 3 perempuan, apakah perjalanan mereka mendaki gunung Karang menemui hambatan? apakah mereka akan selamat sampai tujuan? apakah mereka bisa kembali pulang dengan selamat?
Cerita ini
dimulai pada tahun 2015 ada sekelompok mahasiswa berasal dari jawa tengah yang
akan melaksakan camping di gunung karang.mereka terdiri dari 8 orang 5
laki-laki dan 3 perempuan. Ada Toni, Hendra, Agus, Budi, Pandu, Lisa, Nur, dan
Fani. Saat di perjalanan dari jawa tengah menuju ke banten, sebenarnya mereka
di hadapkan dengan kejadian yang aneh, dimulai dari Lisa dan Fani yang mendadak
datang bulan secara bersamaan. Padahal jadwal nya tidak hari itu. Yaudah mereka
langsung membeli pembalut di minimarket terdekat.saat bus menuju ke tol Serang
Timur, mereka dikejutkan lagi dengan ban bus yang bocor. Supir itu pun kaget,
__ADS_1
padahal sebelum berangkat sudah disiapkan matang-matang.
“yah,
namanya juga perjalanan pasti ada aja ban bocor, sudah jangan khawatir dan
jangan mikir yang macam-macam” sahut Budi.
Setelah pak
supir mengganti ban bus itu, mereka melanjutkan lagi perjalanan hingga menuju
ke Pandeglang
Saat mereka
turun, tiba tiba Toni merasa pusing dan mual, mungkin akibat mabuk perjalanan.
Tak lama Toni pun muntah-muntah hingga membuat teman-temannya panik.
Lisa adalah
“sudah, aku
gapapa, kalian jangan panik gitu, mungkin abis aku muntah aku enakan lagi” kata
Toni
“yaudah,
kalau kamu merasa ga enak badan, kamu ga usah ikut mendaki, istirahat aja di
bascamp.” Pinta Budi.
“masa udah
jauh-jauh datang kesini Cuma tidur di bascamp, ga seru lah, udah aku juga udah
__ADS_1
baikan nanti sebelum berangkat aku minum tolak angin deh” pinta Toni memaksa
Akhirnya
setelah mengurus pendaftaran mendaki mereka pun bersiap mulai mendaki gunung
Karang. Saat itu waktu menunjukan pukul 4 sore.
Baru jalan
sekitar 1 jam Toni ngeluh pusing dan mual lagi hingga diapun berjalan sedikit
lambat dan hampir ketinggalan rombongan.
“eh eh
bentar Toni mana?” tanya Lisa nengok ke belakang
“yaudah gua
yang cari Toni, lu pada tunggu sini ya jangan pergi duluan” ucap Pandu. Tak
lama Pandu kembali membawa Toni.
“Ton, lu
gapapa? Kalau merasa sakit mending kita balik lagi kebawah.” Tanya Hendra
“beneran gue
gapapa” jawab Toni sedikit lemas
“yaudah gini
aja kita jalan sebaris yang didepan Pandu kedua Nur, ketiga Budi, ke empat
Fani, kelima Toni, ke enam Lisa, ketujuh Agus yang terakhir gue” jawab Hendra menjelaskan barisan kepada tim
__ADS_1
Mereka
mengangguk dan berjalan kembali menuju pos 1 secara bersamaan