SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
HILANG 5 HARI DILAWANG SEWU #1


__ADS_3

Lawang Sewu adalah salah atu Landmark Kota Semarang.


Dibangun pada tahun 1904, bangunan cagar budaya dengan arsitektur khas Belanda


ini berusia lebih dari 100 tahun. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor


Pusat Perushaan Kereta Api Hindia Belanda. Setelah Kemerdekaam kemudian


digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api RI dan kini dikelola oleh PT KAI. Dimanfaatkan


sebagai objek pariwisata mulai tahun 2005. Komples bangunan ini dikenal


masyarakat dengan dengan sebutan lawang sewu atau “Seribu Pintu” karena jumlah


pintu dan jendelanya persis sebenarnya hanya 928 pintu dan jendela tak lepas


dari iklim indonesia yang tropis untuk memperlancar sirkulasi udara


Memasuki lantai peratama, pengunjung akan menjumpai


beberapa ruaangan yang berisi dokumentasi sejarah panjang perkretaapian


Indonesia. Sementara diruangan lain terdapat dokumentasi sejarah gedung yang begitu


banyak menyimpan jejak rekam pembangunan kantor tersebut. Disudut lantai


pertama pengunjung akan menemukan sebuah tangga menurun yang merupakan pintu


menuju ruang bawah tanah satu bilik penjara hanya berukuran 2 x 2 meter ini

__ADS_1


harus dimuat 6 orang narapidana dan nanti ditempat lain ada eksekusi


narapidana. Sementara dilantai dua pengunjung akan menemukan ruangan yang tdiak


jauh berbeda tapi ada satu hal yang membedakan kaca jendela lantau dua dibuat


terbalik


Cerita ini dimulai pada tahun 2010 dimana ada 2 orang


kekasih yang sedang berlibur ke daerah Semarang, Jawa Tengah. Mereka ini adalah


Tio, Kiran, Sano, dan Dea. Mereka adalah sahabat dari SMA. Kini mereka sedang


merencakan liburan ke Semarang disalah satu hotel di Semarang itu. Mereka berangkat


dari Tangerang Banten menuju Semarang menggunakan mobil travel, selama


mabuk perjalanan dan sering kali muntah-muntah. Sesampainya di hotel Semarang,


Tio dan kawan-kawan memesan 2 kamar hotel Tio dan Sano, satu lagi Dea dan


Kiran. Malam itu tidak terjadi apa-apa dan mereka memutuskan untuk beristirahat


karena besok mereka akan pergi ke bukit untuk bersenang-senang.


Pagi harinya mereka bangun pukul 5 subuh dan melakukan


solat subuh berjamaah, setelah itu pergi ke alun-alun Kota Semarang untuk

__ADS_1


jogging, udara di Kota Semarang masih sangat sejuk karena disini berbeda dengan


di Tangerang ataupun di Jakarta, disini banyak sekali pepohonan yang masih


rindang membuat udara pagi ini sangat sejuk. Setelah capek berolahraga, mereka


menuju ke hotel dan sarapan di hotel. Namanya fasilitas hotel Tio dan Sano


mengambil apa aja yang tersedia di meja prasmanan dan membuat kedua cewek itu


menggeleng-gelengkan kepalanya, seperti tidak pernah makan enak aja, ujar


Kiran. Setelah puas dengan sarapannya itu, Tio mengajak yang lainnya untuk


berenang di kolam renang hotel, untungnya para cewe udah bawa baju renang, dan


tanpa menunggu lama mereka pun telah berganti pakaian renang lalu menuju ke bawah.


Saat itu belum terjadi apa-apa hanya cuaca disana sangat mendung sepertinya


hujan deras akan turun, tanpa diduga-duga 15 menit kemudian hujan pun turun


disusul suara petir yang lumayan keras. Mereka disuruh untuk naik oleh petugas


hotel takut kena sambaran petir.


Mereka pun kembali mandi dan santai didalam kamar hotel,


Kiran yang merasa bosan itu, ia terus memandangi luar jendela dan melihat

__ADS_1


beratapa indahnya Kota Semarang ini, “Dea, sini deh” ucap Kiran yang memanggil


Dea yang sedang rebahan dikasur sambil scrolling tiktok


__ADS_2