SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
CHAPTER 4


__ADS_3

Tak lama ada 2 orang pemuda entah datang dari mana lalu


ia memunculkan dirinya


“ngapain mas disini malam-malam?” tanya pemuda itu


“kita disini lagi nyari teman kita mas, dari sore belum


keliatan” ucap Deni


“loh ko bisa? Memang disini dari jam berapa?”


“dari jam 2 siang mas” jawab Deni sopan


“teman mas nya berapa orang, pake baju dan celana warna


apa?”


“2 mas, yang satu pake baju hijau celana item yang satu


lagi pake baju biru celana hijau” ucap Deni


“Astagfirullah..... mas tau gak peraturan di sini


dilarang memakai pakaian warna hijau” sentak pemuda itu marah


“saya sudah memberi tahu teman saya, tapi teman saya


ngeyel dan ga percaya mitos itu. Yaudah makanya saya biarkan.” Ucap Opi


menimbung


“kalau mas sudah tau, jangan dibiarkan gitu aja mas.


Disini rawan banget kejadian seperti itu, apalagi saya liat mas sepertinya


bukan orang sini” ucap pemuda itu


“lalu kita harus bagaimana mas?” tanya Deni sedih


“ya mau gimana lagi? Kita disini mancing dari jam 1 ga


ada kami liat orang pake baju hijau dan celana hijau. Saya ga tau maaf


sebelumnya, apa temen mas cewe dan cowo?” tanya nya lagi


“cowo mas dua-duanya” timpal Bagas

__ADS_1


“huuh” suara nafas yang mendalam dari pemuda itu


“kalau udah kaya gini ga bisa diharepin bakal kembali


mas, soalnya tiap tahun selalu ada kejadian orang hilang dan sampe sekarang


tidak bisa ketemu lagi jasad nya, dan rata-rata orang hilang itu bukan asli


sini.” Timpal pemuda itu


“gini aja mas, ikut saya ke rumah saya, kebetulan kakek


saya bisa dibilang orang pinter” ucap pemuda itu sambil mengajak Opi dan


kawan-kawan pergi mengikuti dia.


Tak berfikir ragu atau bimbang, mereka pergi mengikuti


pemuda itu. Tak jauh dari pantai ada sebuah kampung yang penerangannya tidak


terlalu terang. Jalan sempit ia lakukan dan telah sampai di rumah salah satu


pemuda itu.


“Assalamualaikum” ucap pemuda itu ketika masuk rumah dan


“Wa’alaikumsalam” ucap seorang kakek-kakek yang


membukakan pintu


“loh, kamu ngajak siapa” tanya kakek itu kepada cucunya


“ini mbah, saya ketemu sama mas-mas ini di pinggir


pantai, dia nyari 2 orang temannya yang katanya belum ketemu dari tadi sore”


ucapnya sambil menaruh pancing


“loh ko bisa?” kata kakek itu sambil terbatuk


Raut wajah Opi tiba-tiba terbengong dan teringat sesuatu. Loh, bukannya kakek ini adalah kakek yang


ngejual kacang rebus waktu di rest area, tapi kenapa kakek jualannya jauh.


Ucap Opi dalam batinnya yang terbengong ngeliatin kakek tua itu.


Opi menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada kakek

__ADS_1


itu, dan menghabiskan waktu 1 jam mereka menceritakan permasalahan yang mereka


alami.


“sebenarnya kakek nda bisa bantu, karena kakek sudah nda


seperti dulu lagi, kakek sudah tua dan untuk jalan pun nda senormal dulu.


Paling kakek hanya bisa doakan supaya temanmu itu bisa kembali dengan selamat


dan Nyai tidak mengambil mereka berdua” ujar kakek itu


Saat kakek sedang menutup mata dan berdoa, betul saja. Si


cucu nya ini mengalami kerasukan dan meronta-ronta tidak jelas. Opi dan


kawan-kawannya sangat panik dan dengan sigapnya memegangi cucu dari kakek itu.


Namun usaha yang dilakukan oleh Opi dan teman-teman malah membuat nya makin


kewalahan karena tubuh anak itu mendadak panas.


“SUDAH KU KATAKAN AKU PALING BENCI ADA PENGUNJUNG MAKE


PAKAIAN BERWARNA HIJAU. AKAN AKU BAWA ANAK INI KE DALAM ISTANAKU DAN AKU


JADIKAN IA SEBAGAI BUDAK KU, KARENA IA SUDAH MELANGGAR ATURAN, IA BERANI BUANG


AIR KENCING DI PANTAI DAN MABUK MABUKKAN. KALIAN TIDAK AKAN BISA MEMBAWA ANAK


INI. ANAK INI SUDAH KU AMBIL ROH NYA DAN TAK AKAN BISA TUK PULANG” ucap pemuda


itu dengan suara lantang dan seketika tubuh pemuda itu jatuh pingsan.


“Astagfirullah... entah apa yang teman kalian lakukan,


tapi teman kalian sudah membuat Nyai sangat marah sehingga ia tidak rela


mengembalikan teman kalian. Kalian pulanglah sekarang juga sebelum pukul 10


malam. Karena Nyai sudah memberikan peringatan untuk kalian semua meninggalkan


daerah sini sebelum pukul 10. Untuk teman kalian. Kalian ikhlaskanlah,


sampaikan lah ke keluarga nya bahwa teman kalian sudah meninggal dunia dan


jasadnya tidak akan bisa ditemukan.” Ucap kakek itu dengan suara serak dan

__ADS_1


terbatu-batuk.


__ADS_2