
“apa?” jawabnya singkat
“besok kita kesana yuk sama Tio dan Sano” pinta Kiran
“kemana ?”
“makanya lo sini liat ada bangunan bagus” ucap Kiran
Akhirnya dengan malas, Dea pun mendekat kearah Kiran,
Kiran menunjuk bangunan itu dan sepertinya Dea tau bangunan itu.
“itukan Lawang Sewu” ucap Dea yakin
“Lawang Sewu? Maksud lu seribu pintu?” tanya Kiran
“iya, itu tuh tempat angker” jawab Dea
“asik tuh kalau kita kesana” pinta Kiran bersemangat
“gila lo ya, kita itu mau liburan ke Semarang, bukan uji
nyali” ucap Dea dengan nada kesal
Dea pun membuka pencarian di tiktoknya dan ketemu suau
video tentang Lawang Sewu, Kiran yang melihat video itu malah makin penasaran
dan ingin pergi kesana secara langsung. Memang Kiran ini adalah cewe pemberani
dan tidak takut akan hal-hal mistis. Namun berbalik dengan Dea, ia adalah cewe
penakut yang kalau diajak ketempat horor sudah pasti Dea menolaknya.
Kiran yang kesal dengan Dea karena tidak mau diajak ke
sana, akhirnya memutuskan pergi ke kamar Tio dan Sano,
“ada apa ran?” tanya Sano dengan ramah kepada pacarnya
itu
“sayang, kita kesana yuk besok. Ke Lawang Sewu” ucap
Kiran dengan manja
“eh bentar, lo bilang apa tadi?” tanya Tio yang mendengar
ucapan mereka
“Lawang Sewu” ucap Kiran keras
“itukan tempat angker” ucap Sano menatap matanya Kiran
“Iya, lagipula disana emang tempat wisata horor, banyak
ko yang masuk kesana, katanya tempat itu banyak diminati oleh orang-orang yang
kepo tentang bangunan itu” ucap Kiran
“yaudah kita kesana berempat besok” jawab Sano
mengiyakan.
Kini raut wajah Kiran kembali sumringah dan balik lagi ke
kamarnya lalu memberitahu kepada Dea. Kiran yang selalu dibuat kesal oleh Dea,
__ADS_1
kini Dea tidak berkutik lagi dan mengiyakan kemauan Kiran. Merekapun
beristirahat seharian dihotel itu ditemani oleh suara nyanyian Dea yang fals
dan rintih hujan.
Tok tok tok... suara ketukan pintu dikamar Dea
“ada apa Sano?” tanya Dea yang sedikit menguap
“eh Tio ngajakin keluar nih, katanya mau nongkrong
diluar, mau ikut ga?” tanya Sano
Dea mendengar ajakan Sano itu mendadak kembali segar dan
mengiyakan tanpa berfikir ulang, Kiran yang ga tau dengan ekspresi Dea yang
senang itu lalu bangun dari kasurnya dan menghampiri pintu.
“sayang, ayo kita nongkrong” ajak Sano
“eh iya, aku siap-siap dulu” jawab Kiran dengan
bersemangat.
Dan akhirnya setelah menunggu 30 menit, Dea dan Kiran
keluar untuk menemui Tio dan Sano di loby hotel.
Mereka meutuskan untuk pergi mencari cafe yang suasana
nya outdor, dan tanpa berjalan jauh mereka telah menemukan cafe yang dimaksud.
“selamat datang, ini menunya, bila sudah diisi panggil
Dea dan Kiran sibuk melihat menu-menu dicafe itu dan
sedikit mencuekan Tio dan Sano.
“aku pesen sate taichan, wings spicy chiken, otak-otak,
dan kentang goreng” pinta Dea
“gila lo makan banyak banget Dea,” ucap Kiran keheranan
“gapapa, Dea itu badannya kecil, jadi wajar kalau
makannya banyak” tutur Tio yang membelanya
“aku ini aja sate ayam sambal matah dan kensos medium”
ucap Kiran lalu memberikan menunya kepada Tio dan Sano
sebenarnya Tio dan Sano malas makan, ia hanya ingin
menikmati suasana cafe aja sambil ngerokok dan ngopi. Mereka pun hanya memesan
coffe latte. Kalau makan tinggal minta aja sama ceweknya.
30 menit mereka harus menunggu pesanannya, sambil
menunggu pesanan itu mereka ngobrol-ngobrol dan berbicara mengenai
keberangkatan mereka menuju Lawang sewu.
“eh mending kita ga usah kesana deh” ucap Dea dengan
__ADS_1
wajah yang malas
“ah Dea, udah lo ikut aja, kita kan bareng-bareng ini”
ucap Kiran
“tapi gue takut Kiran”
“udah ga usah takut, ada Tio juga kan. Lo bisa gandengan
sama Tio”
“mending kita besok ke bukit aja, tadi kan ga jadi tuh
karna hujan, gimana kalau besok” pinta Dea mengalihkan
“lagian itu ga serem-serem amat Dea, itu tuh hanya
bangunan biasa, asalkan kita numpang-numpang dan baca doa insya allah ga akan
terjadi apa-apa” ucap Kiran meyakinkan Dea
“iya bener tuh kata Kira, gue juga dari tadi sama Tio
penasaran kaya apa sih bangunan Lawang Sewu itu.” Tambah Sano lagi
“berati dil ya kita kesana berangkat jam 10 siang” ucap
Kiran bersemangat.
Tio dan Sano mengiyakan dengan semangat, namun Dea hanya
diam malas untuk menjawab perkataan Kiran.
Akhirnya makanan pun tiba dan mereka melanjutkan
perbincangan nya sehingga tak disangka waktu sudah menunjukan pukul setengah 12
malam dan mengaruskan mereka untuk keluar dari cafe itu. Saat mereka sudah
berada dikamar masing-masing dan untuk bersiap untuk tidur, Dea yang saat itu
susah untuk tidur dan sampai jam 2 malam ia belum bisa tidur, apa karena efek
coffe yang ia minum sampai akhirnya tidak bisa tidur? Suasana hotel itu sangat
sunyi sepi dan saat Dea sedang asyik melihat instagramnya, terdengar seperti
ada suara langkah kaki didepan pintu kamarnya, mungkin itu karyawan hotel yang
bersih-bersih, ucap dalam hatinya, terdengar lagi seperti suara seseorang yang
sedang berlaari didepan kamar hotelnya, suaranya sangat berisik sekali sehingga
mengundang Dea untuk melihat depan kamarnya. Setelah pintu terbuka tidak ada
seseorangpun diluar sana, Dea nengok kanan, kiri tidak ada yang berjalan,
padahal bila ada seseorang yang barusan jalan, maka terlihat siapa yang sedang
berjalan, tetapi ini kosong. Tanpa dipikirkan Dea kembali masuk ke kamar dan
menuju Kasur. Saat sedang berbaring terdengar lagi oleh Dea seperti ada langkah
kaki yang sedang berlarian didepan kamarnya Dea. Dea yang sudah malas untuk
memperhatikan itu, ia pun mamaksakan untuk tidur di iringi suara nyanyian di hp
__ADS_1
nya.