
Setelah sudah memasuki kota Yogyakarta mereka pun
berhenti disalah satu minimarket yang masih buka pada jam 3 dinihari.
“Alhamdulilah sampe juga” ucap Opi sambil menjulurkan
kedua tangannya kesamping.“woy woy bangun, udah sampe di Jogja nih, abis ini
kita kemana?” tanya Opi membangunkan teman-temannya yang masih tertidur. Pagi
dini hari ini udara terasa sangat dingin, padahal, Opi hanya membuka jendela
sedikit, tetapi memang udara di Yogyakarta ini memang sangat dingin, apalagi
mereka kini sudah dekat dengan wisata dekat pegunungan, terlintas dipikiran Opi
tentang kejadian mobil tak bersupir, kini ia kembali memikirkannya.
Betapa terkejutnya Evan yang langsung melihat kejadian
itu, ia hanya fokus mengemudikan mobilnya agar kefokusannya itu tidak
teralihkan oleh hal apapun.
Kacang yang ia beli dari si mbah di rest area iupun masih
ada, belum kemakan satupun, dan dia mau makan kacang sambil menunggu
teman-temannya bangun. Saat di buka bungkus plastik itu, Opi menemukan
keanehan. Betapa terkejutnya Opi yang melihat isi bungkusan itu ternyata bukan
kacang, tapi PAKU.
Astagfirullah
apa lagi ini.Seru batinnya.
Setelah ia buka bungkusan dan isinya paku itu lalu ia
menemukan sebuah kertas berisi catatan, dan ia buka ternya tulisan itu berisi.
Jangan main-main kamu di pantai Yogyakarta
Bila kamu hanya ingin berwisata disana, janganlah kamu memakai baju berwarna hijau
Dan jangan lah kamu berenang terlalu dalam disana
Kamu harus ucapkan salam kepada penunggu pantai itu.
__ADS_1
Kamu dan teman-temanmu harus jaga sikap dan jaga omongan.
Jangan sekali-kali kamu kencing sembarangan di tempat itu. Dan jangan mengotori tempat
itu walau hanya sebiji sampah.
Opi yang melihat tulisan itu berasa seperti peringatan
yang harus ia berikan amanahnya kepada teman-temannya. Ia membungkus kembali
paku-paku dan menaruh kembali kertas tadi didalamnya dan menaruh di kantong
celananya.
Sudah pukul 9 pagi mereka kini akan bersiap-siap
menghadiri pesta pernikahan temannya itu. Acara itupun berlangsung secara
khitmat dan penuh haru. Opi dan teman-temannya memutuskan untuk pamit dengan
pengantin itu dan kembali menuju mobil.
“teman-teman, kita jadikan ke pantai Parang Teritis?”
tanya Hans di dalam mobil
“iya dong” jawab Bagas bersemangat
kalian ke pantai, usahakan untuk jaga sikap, jaga omongan, dan dilarang make
baju warna hijau” ucap Opi menegaskan.
“emang kenapa? Disana kan kita harus hapy-hapy lah, lu
kan tau sendiri di Jakarta kita jarang kumpul kan, sibuk dengan urusan
masing-masing. Mumpung di sini kita harus melupakan kepenatan dan kita harus
bersenang-senang” ucap Hans yang menyelepelakan perintah Opi.
“yaudah tapi syaratnya lu jangan mabok-mabokan ya, simpen
minuman lu di mobil aja. Lu disana Cuma foto-foto aja dan jangan lama-lama”
ucap Opi yang menegaskan mereka kembali.
“yaelah, udah lah jangan sok ngatur. Kalau lu gak mau
mabok karena lu supir kan” tanya Hans adu mulut.
__ADS_1
“bukan gitu Hans, gue maunya kita semua jangan pada
mabok” jawab Opi
“oke oke oke lah biar cepat” ucap Hans yang hanya
mengiyakan perkataan Opi.
Sesampainya di pantai, mobil pun langsung terparkirakan
pinggir pantai. Suasana saat itu sangat sejuk. Angin berhembusan dan suara
ombak yang sangat indah. Memang pantai itu dikenal dengan angin yang kencang
dan ombak yang besar.
Pantai itu sedang sepi pengunjung, Cuma ada beberapa
mobil yang terparkir disana.
Sesampainya di pinggir pantai, ternyata Hans dan Yuda
melanggar aturan yang udah dibuat Opi. Hans memakai baju polos hijau dan Yuda
memakai celana Hijau
Tanpa berpikir lama, Opi pun memarahi mereka, namun
sepertinya mereka tidak mau diatur, sehingga Opi terpaksa membiarkan mereka sesuka
hati. “Wajar aja mereka masih remaja usia mereka pun 16 tahum. Jadi masih
nakal-nakalnya.” Ucap Bagas disamping Opi
“ya tapi kita harus menjaga etika disini, bagaimanapun
kita adalah tamu dari kota luar, ga seharusnya mereka melawan seperti ini.” Ucap
Opi sembari menarik nafas panjang.
“eh daripada disini ga ngapa-ngapain, mending kita ngopi
yok diwarung, dari tadi ga dapet asupan kopi nih” ajak Deni kepada Opi, Bagas
dan Evan.
“ya boleh juga tuh sambil makan gorengan tuh enaknya”
timpal Evan
__ADS_1
Mereka berempat sepakat meninggalkan Hans dan Yuda yang
asik bermain dipinggir pantai, sedangkan mereka pergi menuju warung.