SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
CHAPTER 2


__ADS_3

Setelah sudah memasuki kota Yogyakarta mereka pun


berhenti disalah satu minimarket yang masih buka pada jam 3 dinihari.


“Alhamdulilah sampe juga” ucap Opi sambil menjulurkan


kedua tangannya kesamping.“woy woy bangun, udah sampe di Jogja nih, abis ini


kita kemana?” tanya Opi membangunkan teman-temannya yang masih tertidur. Pagi


dini hari ini udara terasa sangat dingin, padahal, Opi hanya membuka jendela


sedikit, tetapi memang udara di Yogyakarta ini memang sangat dingin, apalagi


mereka kini sudah dekat dengan wisata dekat pegunungan, terlintas dipikiran Opi


tentang kejadian mobil tak bersupir, kini ia kembali memikirkannya.


Betapa terkejutnya Evan yang langsung melihat kejadian


itu, ia hanya fokus mengemudikan mobilnya agar kefokusannya itu tidak


teralihkan oleh hal apapun.


Kacang yang ia beli dari si mbah di rest area iupun masih


ada, belum kemakan satupun, dan dia mau makan kacang sambil menunggu


teman-temannya bangun. Saat di buka bungkus plastik itu, Opi menemukan


keanehan. Betapa terkejutnya Opi yang melihat isi bungkusan itu ternyata bukan


kacang, tapi PAKU.


Astagfirullah


apa lagi ini.Seru batinnya.


Setelah ia buka bungkusan dan isinya paku itu lalu ia


menemukan sebuah kertas berisi catatan, dan ia buka ternya tulisan itu berisi.


Jangan main-main kamu di pantai Yogyakarta


Bila kamu hanya ingin berwisata disana, janganlah kamu memakai baju berwarna hijau


Dan jangan lah kamu berenang terlalu dalam disana


Kamu harus ucapkan salam kepada penunggu pantai itu.

__ADS_1


Kamu dan teman-temanmu harus jaga sikap dan jaga omongan.


Jangan sekali-kali kamu kencing sembarangan di tempat itu. Dan jangan mengotori tempat


itu walau hanya sebiji sampah.


Opi yang melihat tulisan itu berasa seperti peringatan


yang harus ia berikan amanahnya kepada teman-temannya. Ia membungkus kembali


paku-paku dan menaruh kembali kertas tadi didalamnya dan menaruh di kantong


celananya.


Sudah pukul 9 pagi mereka kini akan bersiap-siap


menghadiri pesta pernikahan temannya itu. Acara itupun berlangsung secara


khitmat dan penuh haru. Opi dan teman-temannya memutuskan untuk pamit dengan


pengantin itu dan kembali menuju mobil.


“teman-teman, kita jadikan ke pantai Parang Teritis?”


tanya Hans di dalam mobil


“iya dong” jawab Bagas bersemangat


kalian ke pantai, usahakan untuk jaga sikap, jaga omongan, dan dilarang make


baju warna hijau” ucap Opi menegaskan.


“emang kenapa? Disana kan kita harus hapy-hapy lah, lu


kan tau sendiri di Jakarta kita jarang kumpul kan, sibuk dengan urusan


masing-masing. Mumpung di sini kita harus melupakan kepenatan dan kita harus


bersenang-senang” ucap Hans yang menyelepelakan perintah Opi.


“yaudah tapi syaratnya lu jangan mabok-mabokan ya, simpen


minuman lu di mobil aja. Lu disana Cuma foto-foto aja dan jangan lama-lama”


ucap Opi yang menegaskan mereka kembali.


“yaelah, udah lah jangan sok ngatur. Kalau lu gak mau


mabok karena lu supir kan” tanya Hans adu mulut.

__ADS_1


“bukan gitu Hans, gue maunya kita semua jangan pada


mabok” jawab Opi


“oke oke oke lah biar cepat” ucap Hans yang hanya


mengiyakan perkataan Opi.


Sesampainya di pantai, mobil pun langsung terparkirakan


pinggir pantai. Suasana saat itu sangat sejuk. Angin berhembusan dan suara


ombak yang sangat indah. Memang pantai itu dikenal dengan angin yang kencang


dan ombak yang besar.


Pantai itu sedang sepi pengunjung, Cuma ada beberapa


mobil yang terparkir disana.


Sesampainya di pinggir pantai, ternyata Hans dan Yuda


melanggar aturan yang udah dibuat Opi. Hans memakai baju polos hijau dan Yuda


memakai celana Hijau


Tanpa berpikir lama, Opi pun memarahi mereka, namun


sepertinya mereka tidak mau diatur, sehingga Opi terpaksa membiarkan mereka sesuka


hati. “Wajar aja mereka masih remaja usia mereka pun 16 tahum. Jadi masih


nakal-nakalnya.” Ucap Bagas disamping Opi


“ya tapi kita harus menjaga etika disini, bagaimanapun


kita adalah tamu dari kota luar, ga seharusnya mereka melawan seperti ini.” Ucap


Opi sembari menarik nafas panjang.


“eh daripada disini ga ngapa-ngapain, mending kita ngopi


yok diwarung, dari tadi ga dapet asupan kopi nih” ajak Deni kepada Opi, Bagas


dan Evan.


“ya boleh juga tuh sambil makan gorengan tuh enaknya”


timpal Evan

__ADS_1


Mereka berempat sepakat meninggalkan Hans dan Yuda yang


asik bermain dipinggir pantai, sedangkan mereka pergi menuju warung.


__ADS_2