
Toni yang saat itu sudah baikan sudah tidak pusing lagi berinisiatif untuk menjadi pemimpin
barisan
“Hen, yang didepan biar gue aja” pinta Toni
“emang lu udah baikan Ton?” tanya Hendra dan Nur
“alhamdulilah udah, gue malah semangat apalagi ada Lisa, tau gak semalam gue mimpi indah
banget sampe dibuat melayang layang” ucap Toni yang sengaja ngucap itu
Emang Toni mimpi apa sampe melayang-layang, duh tapi kenyataannya emang melayang. Ucap
batin Lisa dengan mata terpejam
“emang lo mimpi apa Ton?” tanya Agus yang dibelakang Lisa
“gue mimpi abis wikwik sama Lisa” jawab Toni cengengesan
“Hus.. kalau ngomong dijaga Ton, inget kita di gunung” jawab Pandu tegas
“yaelah Cuma mimpi doang ko”
“ya tetep jadi orang jangan asal ucap” jawab Hendra menambahkan
Dan setelah perdebatan panjang lebar akhirnya Toni memimpin perjalanan itu. Setelah cukup
jauh tiba-tiba Toni melihat ada dua arah ke kanan atau lurus.
“Ton kenapa berhenti?” tanya Pandu
__ADS_1
“gue liat ada dua jalan nih, kita ke kanan atau lurus?” tanya Toni
“hah dua jalur? Perasaan pas naik Cuma satu jalur aja, kenapa pas balik ada dua jalur?”
tanya Pandu keheranan,
Pandu pun maju untuk melihat apakah benar yang dikatakan Toni ada dua jalur, dan ternya
benar ada dua jalur.
Mungkin semalam gue gak liat ada dua jalur kali karena gelap, ucap Pandu dalam hati
“jadi kita kemana nih” tanya Nur
“yaudah kita ambil yang kanan aja” ucap Toni
“udah lurus aja” tegas Pandu
dengan nada tinggi
“tapi semalam itu lurus lurus aja ga ada belok-belok” ucap Pandu meyakinkan
“yaudah gini aja bener yang dikatain Toni bahwa jalur kanan itu jalur setapak, kita ambil
yang kanan” ucap Nur
Dan akhir nya perjalananpun menuju ke kanan. Tak lama mereka lewati jalur itu, jalur
itupun menyempit dan di tumbuhan liar serta ranting pohon dimana mana
“aneh, kenapa jalannya makin sempit, perasaan semalam jalannya ga seperti ini” tanya
__ADS_1
Pandu dengan suara kecil
Tak berapa lama Lisa mendengar suara alunan musik jawa yang semalam ia dengar, suara itu
terdengar jauh dan makin lama makin dekat seperti di dekat rombongan mereka
Lisa yang mendengar itu ia tidak menceritakan kepada teman-temannya takut teman-temannya
tidak percaya. Setelah kurang lebih 30 menit mereka menyusuri jalur itu, jalur
itupun makin aneh, kini jalur nya naik dan terus naik.dan makin curam. Tim yang
menyadari bahwa jalur ini aneh memutuskan untuk berhenti dan berdiskusi kembali
“kayaknya kita bukan berada di jalur turun, kenapa jalan nya naik terus ya?” tanya Hendra
“iya benar, kenapa jalur nya makin naik ya?” tanya Nur
“woy kalian itu bisa ga sih nunjukin jalan? Kita itu mau turun bukan mau muncak lagi.”
Tanya Pandu yang sedikit emosi
“Sabar Pan, jangan emosi, kita juga ga tau kalau kejadian nya kayak gini, mungkin aja emang
kita salah jalan, tapi jangan menyalahkan Toni, kalau kita tersesat, kita harus
kembali lagi ke jalur sebelumnya, bukan di selesaikan dengan emosi” ucap Fani
yang menenangkan Pandu.
“iya ini semua gara-gara Lu Ton, ngapain lu minta di depan. Sok-sok an lu nunjukin
__ADS_1
jalan” protes Pandu