SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
CHAPTER 2


__ADS_3

Waktu sudah memasuki adzan magrib dan mereka beristirahat di tanah yang sedikit lapang lalu


melaksanakan shalat magrib berjamaah.


Lisa dan Fani yang sedang berhalangan menyiapkan makanan untuk teman-temannya. Dan saat


menyiapkan makanan Fani merasa ada angin berhembus di depan mukanya. Seketika


Fani bertanya kepada Lisa


“Lisa, kenapa kamu tiup mukaku?” tanya Fani


“Niup? Aku ga niup apa-apa, kamu kan liat aku sedang buka bungkus mie” Lisa kebingungan


“oh, mungkin angin lewat” jawab Fani dengan suara pelan.


Teman-temannya yang sudah selesai shalat magrib dan langsung makan bareng. Setelah selesai


makan mereka lanjutkan lagi perjalanan hingga pos 2 dengan formasi yang sama


seperti sebelumnya.


Saat di tengah perjalanan tiba-tiba Pandu mendadak berhenti yang membuat teman-teman


dibelakangnya saling bertabrakan.


“eh lu kenapa Pan?” tanya Nur yang ada dibelakang Pandu.


“eng...engga, gue gapapa, ayo jalan lagi, eh lu pada jangan liat ke arah kiri ya” pinta Pandu


dengan tegas


Mereka pun berjalan lagi, namun Lisa penasaran kenapa teman-temannya dilarang nengok ke

__ADS_1


arah kiri, tanpa disengaja Lisa pun menoleh ke arah kiri


“apa itu? Ko seperti pasar ya?” tanya Lisa dalam hati


“woy Lisa kenapa lu berhenti, cepetan jalan” pinta Agus yang dibelakangnya


“eh iya sori” lisa pun berjalan cepat menyusul rombongan yang ketinggalan lumayan jauh.


Saat berada di pos 2 mereka membangun 3 tenda, saat itu menunjukan pukul 9 malam. Tak lupa


mereka pun bersiap melaksanakan shalat isya lalu pergi tidur.


Saat itu Lisa tidak bisa tidur dan dia terus memikirkan kejadian tadi masa iya di dalam


hutan ada keramaian seperti pasar. Tak lama Lisa mendengar suara musik alunan


jawa yang kedengarannya jauh. Lisa terus mendengar dengan konsentrasi suara


Hendra.


Lisa yang sudah sangat penasaran dan belum berfikir yang macam-macam memutuskan untuk


pergi ke tenda Toni dan Hendra. Saat membuka resleting tenda itu Lisa kaget


setengah mati melihat Toni tidur dengan keadaan melayang. Lisa yang saat itu


tidak bisa teriak bahkan untuk bangun dari posisi nongkrong tidak bisa bangun


hanya terpaku melihat Toni yang sedang melayang. Sebisa apapun doa yang Lisa


hafal namun sayangnya sedikitpun ia lupa doa doa pendek.  Iapun hanya bisa manangis melihat kejadian itu


dan seketika ia pingsan.

__ADS_1


Setelah bangun tiba-tiba Lisa kaget sudah berada didalam tenda


“Lisa, lo kenapa tidur di depan tenda Toni?” tanya Nur yang sangat cemas


“iya lo kenapa Lis?” tanya Fani menipali


“gue liat Toni melayang Nur, Fan” jawab Lisa dengan mata yang sangat takut


“ada-ada aja deh lo, kita tuh di gunung jangan ngomong sembarangan.” Timpa Nur


“gue liat di depan mata gue sendiri Nur.” Jawabnya sambil menangis


“yaudah lu sekarang tidur gue yang akan jagain lu” ucap Nur


Dan malam itu tidak terjadi apa-apa lagi hingga pukul 5 subuh Nur membangunkan semua


teman-temannya untuk shalat subuh dan sarapan.


Pagi itu kebetulan cuaca sedikit mendung dan sedikit gerimis namun tak deras. Mereka


langsung mamakai jas hujan sebelum berangkat dan tak lupa untuk berdoa. Formasi


masih tetep sama di depan ada Pandu dan di belakang Hendra. Perjalanan ke


puncak aman-aman aja. Mereka lanjut foto selfi membuat konten video dan lanjut


bersiap-siap untuk turun.


Kali ini formasi nya hanya di balik di depan Hendra dan di Belakang Pandu. Kali ini firasat


Pandu agak sedikit ga enak mengingat kejadian semalam Lisa pingsan di depan


tenda Toni.

__ADS_1


__ADS_2