
Dulunya BMC (Bandung Medical Centre) bangunan tersebut adalah milik rumah sakit Sartika Asih dipindahkan ke jalan
Moch Toha no 369 Cieseureuh, Regol Kota Bandung, dan hingga kini masih
beroperasi dengan nama rumah sakit Bhayangkara Sartika Asih. Pada tahun 2000
gedung rumah sakit Sartika Asih diteruskan oleh Bandung Medical Centre (BMC)
BMC sempat direnovasi, namun terhenti setelah sang pemilik meninggal dunia dan
tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Akibatnya BMC
terbengkalai dan mendatangkan kisah-kisah tak sedap mengenai keberadaan makhluk
astral.
Cerita ini dimulai pada tahun 2003. Ada salah satu keluarga pindahan dari Manado karena
urusan pekerjaan. Ada ayah yang bernama (Pak Jul) ibu (Nia) kakak (Rio) anak
kedua (Leo) adik (Boy) dan pembantu (Siti) serta mengajak paman ( Pak Mun) bibi
(Tante Hana) anak mereka (Muna) jadi total ada 9 orang yang ikut pindah ke
Bandung. Ayah yang saat itu dipindahkan pekerjaan nya mulai sibuk mencari
sekolah baru untuk Rio dan Leo. Boy karena usia nya masih 2 tahun. Sedangkan
Muna yang saat itu duduk di kelas 5 SD.
Setelah mendaftarkan kedua anaknya, pak Jul berinisiatif mengajak keluarga nya untuk
berbelanja di Mal yang ada di Bandung. Bisa dibilang keluarga Pak Jul ini
adalah keluarga yang berada. Apapun kemauan ketiga anaknya selalu terpenuhi.
__ADS_1
Sedangkan Pak Mun hanya seorang karyawan swasta biasa.
Setelah selesai berbelanja tiba-tiba ibu Nia terkena demam tinggi. Pak Jul yang saat
itu tidak tau keberadaan klinik terdekat, namun ia mengingat saat jalan pulang
dari Mal itu melewati salah satu rumah sakit. Tanpa pikir panjang Pak Jul
membawa istrinya itu untuk pergi ke rumah sakit itu. Beruntungnya Leo dan Boy
sudah tertidur sehingga tidak perlu mengajak mereka untuk ke rumah sakit, namun
Pak Jul mengajak Pak Mun dan Tante Hana untuk ikut menamni dirinya. Sedangkan
anak-anak dibiarkan dirumah saja ditemani Bi Siti.
“bibi, tolong jaga anak-anak, jika anak-anak terbangun bilang aja saya lagi keluar
sebentar” ucap Pak Jul dengan nada biasa
Mobil Kijang Inova melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah sakit itu.
Sesampainya dihalaman parkir pak Jul terlihat keheranan karena melihat
mobil-mobil tua terparkir di area rumah sakit ini, ada yang berkarat, ada yang
warna mobilnya kusam, ada mobil ambulance yang sudah lama dan ada mobil yang
jarang Pak Jul lihat sebelumnya.
Saat sampai di tempat pendaftaran, suasananya sedikit ramai banyak pasien dan banyak
perawat lalu lalang. Setelah selesai melakukan pendaftaran, bu Nia kini di
periksa diruangan dokter yang bernama Dr. Tia.
__ADS_1
“selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?” tanya Dr Tia dengan ramah
“saya hanya demam dok dan sedikit mual” jawab bu Nia
Lalu dokter itu mengecek tensi darah dan memeriksa detak jantung nya bu Nia sambil
berbaring.
“aneh, kenapa dokter itu terlihat pucat ya, apa jangan-jangan dokternya kecapean
saking banyaknya pasien, kasian sekali tidak ada istirahatnya” ucap bu Nia
dalam hati
“selamat ya bu, ibu sedang hamil dan kira-kira usia kehamilannya baru 2 minggu” kata dokter
Tia sambil tersenyum
“apa, istri saya hamil? Ah yang bener dok? Setau saya istri saya ikut KB” tanya Pak Jul tidak
percaya.
“waktu itu mama lupa yah kalau telat minum pil KB, jadinya jadi dede bayi deh, hehe” jawa b bu Nia cengengesan
“yaudah gapapa yang penting ibu jaga kesehatan ya jangan kemana-mana apalagi pergi
ketempat seram.” Pinta dokter itu dengan serius
“apa? Ketempat seram, ah dokter ini ada-ada aja” ucap pak Jul dalam hati
Tak lama mereka pun keluar ruangan dan menemui pak Mun dan istrinya. Merekapun
menjelaskan tentang kehamilan bu Nia.
Tak berapa lama mereka keluar dari rumah sakit itu dan pulang kerumah. Saat diperjalanan
__ADS_1
tante Hana mengatakan hal yang tidak masuk akal.