SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
CHAPTER 4


__ADS_3

“eh lu jangan nyalahin gue dong Pan, gue juga ga tau bakal naik lagi” jawab Toni yang


ga terima


Saat perdebatan antara Toni dan Pandu. Mereka di kejutkan dengan suara auman harimau


dari kejauhan. Seketika tim itu terdiam dan saling tatap. Mereka yang sudah


setengah ketakutan langsung berbalik arah ke belakang saling bergandengan


tangan, kini psosisi yang didepan adalah Pandu dan dibelakang Toni.


Saat sudah setengah melewati jalur itu Agus merasa dia bukan menggandeng Toni, tetapi


hanya mengang ranting pohon.


“gays tunggu” sentak Agus


“Toni ilang” ucap Agus panik


“maksud lu apa Gus, Toni dibelakang elu kan, trus lu gandeng siapa?” tanya Lisa emosi


“lu jangan emosi Lis, gua juga tadi gandeng Toni tapi saat berlari yang gua gandeng malah


batang pohon ini, gua ga tau kenapa bisa gini?” jawab Agus panik


“yaudah lu duluan aja gua mau nyari Toni, mungkin dia ketinggalan” pinta Lisa


Pandu pun langsung menarik tangan Lisa.


“lu jangan cari sendiri, kita cari bareng-bareng” pinta Pandu


Mereka pun kembali ke belakang untuk mencari Toni dan teriak memanggil manggil Toni. 15

__ADS_1


menit berlalu mereka pun belum berhasil menemukan keberadaan Toni. Lisa yang


tak henti menangis menghawatirkan keadaan pacarnya itu dan tiba tiba terduduk


lemas


“Lisa” teriak Fani


“Lis, sadar Lis” teriak Fani sambil menggoyangkan bahunya


Lisa saat itu sadar namun tatapannya kosong dan melamun. Tim pun langsung menghampiri


Lisa dan mencoba menyadarkan Lisa


Tak lama tingkah Lisa pun mulai aneh, ia senyum sambil melihat Hendra dan seketika


melotot melihat temannya itu


“KAMU, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN DI WILAYAHKU? KAMU SEDANG MENCARI TEMAN MU KAN? TEMANMU


HAHAHAHA. MENDING KAU PERGI DAN JANGAN MENCARI TEMANMU LAGI HAHAHA” ucap Lisa


yang saat itu kesurupan seorang nenek nenek


Pandu yang mengerti kalau Lisa sedang kesurupan langsung mendekat dan berkomunikasi dengan


sosok nenek-nenek itu


“Maaf Mbah punten, kita tidak mengotori wilayah si Mbah, kita hanya sedang mendaki Mbah,


jika tingkah laku kita tidak sopan, mohon di maklumi Mbah, kita ini ingin


mencari teman kita Mbah. Mohon jangan di persulit Mbah” ucap Pandu dengan nada

__ADS_1


lembut


“HAHAHA JANGAN HARAP KALIAN BISA MENEMUKAN TEMAN KALIAN. KALAU KALIAN INGIN SELAMAT,


KALIAN HARUS KELUAR DARI GUNUNG INI SEBELUM MAGRIB DATANG, DAN APABILA KALIAN


MASIH DISINI MAKA ANAK INI AKAN HILANG JUGA HAHAHA” ucap Lisa yang sedang


dirasuki


Lisa pun pingsan lagi, setelah 10 menit akhirnya Lisa sadar namun badannya lemas. Dan


akhirnya tanpa pikir panjang Pandu segera mengajak teman-temannya untuk


bergegas pergi dari gunung ini. Namun Lisa menolak dan ingin terus mencari


Toni.


“udah Lis, jangan nambah masalah, kita keluar dulu dari gunung ini sebelum magrib abis itu


kita cari pertolongan di luar sana” ucap Pandu yang terus mengajak Lisa untuk


pergi


Dan akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi dari tempat itu lalu mereka pun bertemu jalur


dua arah tadi. Tanpa pikir panjnag jalur itupun adalah jalur yang semalam


mereka lewati.


Mereka sampai di bascamp pukul 5 sore dan mereka menceritakan bahwa salah satu


temannya hilang digunung itu.

__ADS_1


Ada salah seorang ustad yang rumahnya dekat di kaki gunung karang itu, mereka langsung


bercerita tentang apa yang terjadi.


__ADS_2