
Tak menunggu waktu lama mereka sudah sampai di rumah dan bu Nia segera menanyakan apa yang
terjadi dengan adiknya itu
“mba, mba lama sekali sih didalam. Masa di periksa sampai 35 menit sih!” tanya tante Hana
emosi
“engga ko Han, mba Cuma diperiksa 15 menit aja gak sampe lama begitu.” Jawabnya
“15 menit darimana sih mba? Jelas-jelas lama sampe saya bosan, dan akhirnya pasien yang
tadi itu nanya ke saya, dari mana asalnya, saya jawab dari Manado, trus saya
tanya kenapa mba disini, dia jawab dia udah 10 hari nunggu suaminya jemput tapi
sebelum dijemput ternya dia sudah meninggal kemarin mba, ya ampun saya syok dan
abis itu saya ga tau lagi apa yang terjadi, pas saya bangun saya langsung ajak
mba pergi dari tempat itu.” Ucap tante Hana sambil menggidikan tubuhnya yang
merinding
“hahaha kamu nih Han, mungkin kamu kecapean kali sampe menghalu kaya gitu” jawab bu Nia
dengan tersenyum kecil.
Mereka pun tak henti-hentinya adu pendapat sampai-sampai tak sadar Rio dan Leo datang.
“Mami.... tadi Rio dan Leo mendengar Mami pergi dengan tante, mami abis dari mana?”
Tanya Rio sambil duduk dan makan biskuit
“tadi mami abis periksa di rumah sakit” jawab bu Nia
“tante Hana kenapa tante marah-marah sama mami?” tanya Leo yang sedaritadi mendengarkan
percakapan mereka berdua
“engga, tante cuma lagi berdiskusi aja sama mami Leo. Hehe” jawabnya dengan senyum
paksa
“yaudah Rio sama Leo pergi ke kamar dulu ya tante” ucap Rio sambil mengajak adiknya ini
pergi ke kamar.
Setelah itu mereka pun beristirahat dan kembali beraktifitas dengan sedia kala.
2 bulan telah berlalu, mungkin tante Hana sudah tidak memikirkan tentang kejadian rumah
sakit itu. Perut bu Nia sudah keliatan sedikit membesar dan biasanya bu Nia
selalu rutin cek kandungan di rumah sakit itu bersama dengan suaminya, apabila
bu Nia mengajak tante Hana sudah otomatis tante Hana tidak ingin ikut bersama
mereka, sejauh ini sepertinya bu Nia baik-baik saja tidak ada yang dimasalahkan
sejak kontrol kandungan dirumah sakit itu.
__ADS_1
Setelah usia kandungan menginjak di usia 5 bulan, bu Nia ingin mengajak suaminya untuk pergi
kerumah sakit itu, namun sayangnya suaminya sedang banyak kerjaan di kantornya
dan tante Hanapun tidak mau mengantar bu Nia. Dengan keberanian bu Nia akhirnya
pergi kesana sendirian. Setelah tiba digerbang rumah sakit itu. Ada seorang
tukang sapu jalanan yang sedang lewat
“ibu sendirian mau pergi kemana?” tanya tukang sapu itu dengan ramah
“saya mau kedalam mau periksa kandungan pak.” Jawab bu Nia dengan ramah
Tukang sapu itu menunjukan wajah yang aneh dan mengedip-ngedipkan mata
“a..apa bu? Ibu mau kedalam, ngapain bu? Rumah sakit ini sudah 3 tahun tidak beroperasi”
jawab si tukang kayu
“ah bapak ini salah mungkin, saya ini hamil sudah 5 bulan dan setiap bulannya saya rutin
ko cek kandungan disini. Dokternya ramah-ramah pak, saya punten ya pak mau cek
kandungan dulu”
“eh jangan bu.. ibu sedang hamil. Sebaiknya jangan masuk kedalam, bahaya bu, biar saya
yang antarkan” ajak tukang sapu
Dan akhirnya stelah mereka masuk kedalam, mimik wajah bu Nia tampak syok melihat apa yang
beserta properti rumah sakit yang masih ada. Ada kursi roda yang terbalik, ada
ranjang tempat tidur pasien dimana-mana ada bekas botol obat-obatan berserakan
dan tercium bau yang sangat amis seperti bau darah. Bu Nia yang melihat apa
yang dilihatnya tampak terjongkok lemas dan kini ia diajak keluar oleh tukang
sapu. Setelah tiba di warung dekat rumah sakit itu, bu Nia di buatkan teh manis
hangat dan menelfon suaminya untuk menjemput bu Nia.
Setelah suaminya datang, bu Nia menceritakan apa yang sudah di alaminya. Suaminya
nampak tidak percaya, bahkan bersih keras untuk mengelak bahwa keadaan rumah
sakitnya seperti rumah sakit pada umumnya.
“pak, emang awalnya bagaimana bapak bisa masuk ke rumah sakit itu?” tanya tukang sapu
“ya, awalnya saya dan keluarga abis jalan-jalan ke Mal dan sempat melihat bangunan rumah
sakit ini, setelah itu istri saya merasa pusing dan mual, maka dari itu saya
putuskan untuk pergi ke sana dan emang suasana nya seperti pada umumnya, tidak
ada yang aneh, namun para dokter dan pasiennya memang tampak pucat, tetapi kami
tidak menghiraukannya.” Ucap pak Jul
__ADS_1
“buktinya aja saya sudah hampir 4 kali berkunjung kesana untuk mengantarkan istri saya
periksa kandungan, dan memang tidak terjadi apa-apa” timpahnya lagi
“memang pak, terutama untuk orang luar seperti bapak dan ibu ini bila melewati rumah sakit
ini seperti beroperasi, namun warga Bandung percaya bahwa bangunan rumah sakit
ini sudah lama terbengkalai. Jadinya mata bapak/ibu seperti merasa bahwa rumah
sakit ini buka” jelas tukang sapu itu menjelaskan,
Pak Jul dan Bu Nia seakan tak percaya dengan apa yang sudah dijelaskan oleh tukang sapu
itu. Mereka hanya diam dan saling tatap-menatap dan tidak bisa berkata apa-apa
lagi
“untung saja ibu ini saya temukan, bila tidak bisa dipastikan ibu tidak akan bisa kembali
pulang, dan akan menetap disana sebagai penghuni baru. Soalnya belum lama ini
ada kejadian ibu hamil ingin memeriksakan kandungannya, ceritanya persis
seperti apa yang ibu ceritakan. Dia orang rantauan dan pergi ke sini sendirian.
Entah siapa yang bilang tiba-tiba ada seorang pemuda menemukan mayat ibu hamil
tepat berada di depan ruangan kandungan dengan banyak darah dimana-mana, namun
tidak ada bekas luka apapun. Bisa dipastikan bahwa ibu hamil itu telah dibawa
oleh penunggu rumah sakit itu.” Ucap tukang sapu itu menjelaskan
“dulu ada acara stasiun televisi yang ingin mengajak para peserta untuk uji nyali di
lokasi rumah sakit ini, dan banyak yang menjelaskan bahwa setiap ruangan ini
memiliki banyak penunggunya. Ada tangisan bayi tengah malam, ada suara kaki
rame-rame, ada suara ambulance tengah malam, dan terlihat juga sosok-sosok yang
sangat menyeramkan.” Ucapnya
Bu Nia dan pak Jul seketika lemas dan syok mendengar cerita dari tukang sapu itu. Mereka
berterimakasih kepada tukang sapu itu dan berpamitan pulang.
Sesampainya dirumah, pak Jul menceritakan semua kejadian yang dialaminya ke pak Mun dan
tante Hana. Reaksi tante Hana tidak kaget sama sekali, bahkan tante Hana pun
sudah menyadari hal-hal aneh yang terjadi di rumah sakit itu, namun tante Hana
tidak menceritakan terlalu detail.
Mereka semua kembali lagi beraktifitas seperti sebelumnya hanya saja kondisi Bu Nia sudah
membaik dan setiap mau cek kandungan, bu Nia pergi ke klinik kandungan walaupun
tempatnya lebih jauh dari letak rumah sakit angker itu.
__ADS_1