SEJUTA STORY HOROR

SEJUTA STORY HOROR
CHAPTER 3


__ADS_3

Tak menunggu waktu lama mereka sudah sampai di rumah dan bu Nia segera menanyakan apa yang


terjadi dengan adiknya itu


“mba, mba lama sekali sih didalam. Masa di periksa sampai 35 menit sih!” tanya tante Hana


emosi


“engga ko Han, mba Cuma diperiksa 15 menit aja gak sampe lama begitu.” Jawabnya


“15 menit darimana sih mba? Jelas-jelas lama sampe saya bosan, dan akhirnya pasien yang


tadi itu nanya ke saya, dari mana asalnya, saya jawab dari Manado, trus saya


tanya kenapa mba disini, dia jawab dia udah 10 hari nunggu suaminya jemput tapi


sebelum dijemput ternya dia sudah meninggal kemarin mba, ya ampun saya syok dan


abis itu saya ga tau lagi apa yang terjadi, pas saya bangun saya langsung ajak


mba pergi dari tempat itu.” Ucap tante Hana sambil menggidikan tubuhnya yang


merinding


“hahaha kamu nih Han, mungkin kamu kecapean kali sampe menghalu kaya gitu” jawab bu Nia


dengan tersenyum kecil.


Mereka pun tak henti-hentinya adu pendapat sampai-sampai tak sadar Rio dan Leo datang.


“Mami.... tadi Rio dan Leo mendengar Mami pergi dengan tante, mami abis dari mana?”


Tanya Rio sambil duduk dan makan biskuit


“tadi mami abis periksa di rumah sakit” jawab bu Nia


“tante Hana kenapa tante marah-marah sama mami?” tanya Leo yang sedaritadi mendengarkan


percakapan mereka berdua


“engga, tante cuma lagi berdiskusi aja sama mami Leo. Hehe” jawabnya dengan senyum


paksa


“yaudah Rio sama Leo pergi ke kamar dulu ya tante” ucap Rio sambil mengajak adiknya ini


pergi ke kamar.


Setelah itu mereka pun beristirahat dan kembali beraktifitas dengan sedia kala.


2 bulan telah berlalu, mungkin tante Hana sudah tidak memikirkan tentang kejadian rumah


sakit itu. Perut bu Nia sudah keliatan sedikit membesar dan biasanya bu Nia


selalu rutin cek kandungan di rumah sakit itu bersama dengan suaminya, apabila


bu Nia mengajak tante Hana sudah otomatis tante Hana tidak ingin ikut bersama


mereka, sejauh ini sepertinya bu Nia baik-baik saja tidak ada yang dimasalahkan


sejak kontrol kandungan dirumah sakit itu.

__ADS_1


Setelah usia kandungan menginjak di usia 5 bulan, bu Nia ingin mengajak suaminya untuk pergi


kerumah sakit itu, namun sayangnya suaminya sedang banyak kerjaan di kantornya


dan tante Hanapun tidak mau mengantar bu Nia. Dengan keberanian bu Nia akhirnya


pergi kesana sendirian. Setelah tiba digerbang rumah sakit itu. Ada seorang


tukang sapu jalanan yang sedang lewat


“ibu sendirian mau pergi kemana?” tanya tukang sapu itu dengan ramah


“saya mau kedalam mau periksa kandungan pak.” Jawab bu Nia dengan ramah


Tukang sapu itu menunjukan wajah yang aneh dan mengedip-ngedipkan mata


“a..apa bu? Ibu mau kedalam, ngapain bu? Rumah sakit ini sudah 3 tahun tidak beroperasi”


jawab si tukang kayu


“ah bapak ini salah mungkin, saya ini hamil sudah 5 bulan dan setiap bulannya saya rutin


ko cek kandungan disini. Dokternya ramah-ramah pak, saya punten ya pak mau cek


kandungan dulu”


“eh jangan bu.. ibu sedang hamil. Sebaiknya jangan masuk kedalam, bahaya bu, biar saya


yang antarkan” ajak tukang sapu


Dan akhirnya stelah mereka masuk kedalam, mimik wajah bu Nia tampak syok melihat apa yang


beserta properti rumah sakit yang masih ada. Ada kursi roda yang terbalik, ada


ranjang tempat tidur pasien dimana-mana ada bekas botol obat-obatan berserakan


dan tercium bau yang sangat amis seperti bau darah. Bu Nia yang melihat apa


yang dilihatnya tampak terjongkok lemas dan kini ia diajak keluar oleh tukang


sapu. Setelah tiba di warung dekat rumah sakit itu, bu Nia di buatkan teh manis


hangat dan menelfon suaminya untuk menjemput bu Nia.


Setelah suaminya datang, bu Nia menceritakan apa yang sudah di alaminya. Suaminya


nampak tidak percaya, bahkan bersih keras untuk mengelak bahwa keadaan rumah


sakitnya seperti rumah sakit pada umumnya.


“pak, emang awalnya bagaimana bapak bisa masuk ke rumah sakit itu?” tanya tukang sapu


“ya, awalnya saya dan keluarga abis jalan-jalan ke Mal dan sempat melihat bangunan rumah


sakit ini, setelah itu istri saya merasa pusing dan mual, maka dari itu saya


putuskan untuk pergi ke sana dan emang suasana nya seperti pada umumnya, tidak


ada yang aneh, namun para dokter dan pasiennya memang tampak pucat, tetapi kami


tidak menghiraukannya.” Ucap pak Jul

__ADS_1


“buktinya aja saya sudah hampir 4 kali berkunjung kesana untuk mengantarkan istri saya


periksa kandungan, dan memang tidak terjadi apa-apa” timpahnya lagi


“memang pak, terutama untuk orang luar seperti bapak dan ibu ini bila melewati rumah sakit


ini seperti beroperasi, namun warga Bandung percaya bahwa bangunan rumah sakit


ini sudah lama terbengkalai. Jadinya mata bapak/ibu seperti merasa bahwa rumah


sakit ini buka” jelas tukang sapu itu menjelaskan,


Pak Jul dan Bu Nia seakan tak percaya dengan apa yang sudah dijelaskan oleh tukang sapu


itu. Mereka hanya diam dan saling tatap-menatap dan tidak bisa berkata apa-apa


lagi


“untung saja ibu ini saya temukan, bila tidak bisa dipastikan ibu tidak akan bisa kembali


pulang, dan akan menetap disana sebagai penghuni baru. Soalnya belum lama ini


ada kejadian ibu hamil ingin memeriksakan kandungannya, ceritanya persis


seperti apa yang ibu ceritakan. Dia orang rantauan dan pergi ke sini sendirian.


Entah siapa yang bilang tiba-tiba ada seorang pemuda menemukan mayat ibu hamil


tepat berada di depan ruangan kandungan dengan banyak darah dimana-mana, namun


tidak ada bekas luka apapun. Bisa dipastikan bahwa ibu hamil itu telah dibawa


oleh penunggu rumah sakit itu.” Ucap tukang sapu itu menjelaskan


“dulu ada acara stasiun televisi yang ingin mengajak para peserta untuk uji nyali di


lokasi rumah sakit ini, dan banyak yang menjelaskan bahwa setiap ruangan ini


memiliki banyak penunggunya. Ada tangisan bayi tengah malam, ada suara kaki


rame-rame, ada suara ambulance tengah malam, dan terlihat juga sosok-sosok yang


sangat menyeramkan.” Ucapnya


Bu Nia dan pak Jul seketika lemas dan syok mendengar cerita dari tukang sapu itu. Mereka


berterimakasih kepada tukang sapu itu dan berpamitan pulang.


Sesampainya dirumah, pak Jul menceritakan semua kejadian yang dialaminya ke pak Mun dan


tante Hana. Reaksi tante Hana tidak kaget sama sekali, bahkan tante Hana pun


sudah menyadari hal-hal aneh yang terjadi di rumah sakit itu, namun tante Hana


tidak menceritakan terlalu detail.


Mereka semua kembali lagi beraktifitas seperti sebelumnya hanya saja kondisi Bu Nia sudah


membaik dan setiap mau cek kandungan, bu Nia pergi ke klinik kandungan walaupun


tempatnya lebih jauh dari letak rumah sakit angker itu.

__ADS_1


__ADS_2