
Cerita ini berawal pada tahun 2017, dimana ada sekelompok
pemuda berusia 16 tahun sampai dengan usia 25 tahun. Sekelompok pemuda ini
terdiri dari 6 orang. Mereka beraal dari kota Jakarta. Saat ini mereka sedang
dalam perjalanan menuju pesta pernikahan temannya yang berada di Yogyakarta.
Jarak yang mereka tempuh yaitu sekitar 7 hingga 8 jam perjalnan melalui tol
transJawa. Mereka berangkat pukul 5 sore dan diperkirakan sampai tujuan pukul 3
atau 4 subuh. Mereka sengaja berangkat jalur malam agar pas sampai mereka
langsung menghadiri acara pesta tersebut. Didalam mobil ada Bagas, Opi, Hans,
Deni, Evan, dan Yuda. yang mengendarakan mobil ialah Opi, dia yang paling tua
diantara yang lainnya.
Perjalanan menuju Yogyakarta sangatlah menyenangkan,
namun berbeda dengan perjalanan mereka kali ini. Banyak sekali terjadi hal-hal
aneh yang mereka lalui saat berkendara. Pada malam pukul 7, mereka berhenti di
rest area tol Cipali. Dari salah satu teman Opi, Hans adalah pria yang suka
minum-minum, ia sengaja membawa banyak sekali botol minuman keras yang ia bawa
dari Jakarta dan bermaksud untuk bersenang-senang usai acara pesta pernikahan
temannya itu. Setelah mereka beristirahat sejenak, mereka langsung bergegas
pergi meninggalkan rest area tersebut. Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam
dan saat itu mereka sudah keluar dari tol Cipali dan menuju ke tol arah jawa.
Jalanan saat itu sangat sepi, karena bukan hari libur. Bagas dan Evan masih
asik ngobrol dibangku tengah, sedangkan yang lainnya sudah tertidur pulas. Saat
di Km 170 Opi melihat sesuatu yang sangat menyilaukan dari arah depan, terlihat
seperti bayangan putih namun semakin lama, bayangan itu nampak mengikutinya,
dan tidak terlewati. Opi yang terus fokus mengemudikan mobilnya itu sedikit
tidak konsentrasi, dikarenakan seperti ada sesuatu yang ada didalam pikirannya
itu.
“tadi itu apa ya? Silau banget, tapi ko tidak terkejar
seperti di situ-situ aja” ujar Opi dalam hati
Dreett dreett dreett
__ADS_1
Hp Opi bergetar di saku celananya. Saat Opi ingin
mengambil hp nya, tiba-tiba datang sebuah mobil Kijang yang menyalip pas
disamping mobil yang mereka tumpangi.
“Astagfirullah” ucap Opi sentak sambil mengerem laju
kecepatannya yang membuat tarikan rem itu bunyi sangat keras.
“ada apa Pi?” tanya Bagas panik
“ini mobil Kijang datang darimana? Perasaan yang ada di
tol ini dari tadi hanya mobil kita doang, depan belakang sepi tidak ada mobil
satupun, tapi kenapa ada mobil ini tiba-tiba
nyalip” jawab Opi yang masih kaget dengan kejadian itu.
Sekarang Opi membawa mobilnya dengan kecepatan sedang,
karena masih deg-deg an dengan kejadian tadi.
Mobil Kijang didepan mereka pun kini mengikuti seperti
laju mobil mereka dengan kecepatan sedang, dan ketika Opi mau nyalip mobil itu,
mobil itu seperti tidak memberikan jalan kepada mereka, sehingga Opi menjadi
tidak fokus berkendara.
ikutan pelan, gua mau nyalip ga dikasih jalan.” Gerunek Opi
Opi pun menarik nafas panjang dan tangan kiri bersiap
menarik gigi lalu dengan sigap Opi memberanikan diri untuk nyalip ke arah
kanan.
Saat sudah tersalip tak sengaja Evan yang duduk di
sebelah kiri melihat ke arah mobil itu dan Evan seketika teriak kencang hingga
membangunkan teman-temannya yang sedang tidur
“aaakkkhhhh” teriak Evan seketika
“eh buset, jangan berisik Van, kenapa lu teriak?” tanya
Bagas
“i..ii...itt...ituuuu” jawab Evan tergagu
“itu apa Van? Lu liat setan?” tanya Bagas
“bu..bukan setan... tapi mobil itu ga ada supir nya”
__ADS_1
jawab Evan dengan nada merinding
“hah? Serius lu Van? Mungkin supirnya cebol kali jadinya
ga keliatan” jawab Bagas mengada-ada
“bukan cebol Gas, tapi beneran ga ada, dan mobil itu
seperti jalan sendiri” kekeh Evan
“woy, rest area masih lama ga? Gue pengen pipis” ujar
Hans yang terbangun karena teriakan Evan
“elu lagi Hans, ini Evan aja ketakutan abis liat mobil ga
ada supir, lu malah ribut mau beser” keluh Bagas yang sedikit kesal
“masih jauh Hans, lu tahan ya kurang lebih 45menit baru
sampe rest area” jawab Opi sambil melihat google maps
Seusai kejadian Evan yang masih gemetaran, kini mereka
pun sudah mulai tenang lagi dan Opi menambah laju kecepatan mobilnya agar cepat
sampai di rest area. Tak menunggu waktu lama, akhirnya mereka tiba direst area
dan segera memarkirkan mobilnya.
“lu jangan lama-lama ya Hans, kita ga istitrahat Cuma mau
nungguin lu disini” ucap Opi sambil menyalakan sebatang rokok
Saat Hans sudah pergi ke toilet. Tiba-tiba muncul
kakek-kakek datang membawa kaacang rebus sambil dipikul. Ia berdiri tepat
disamping Opi yang sedang merokok.
“nak, tolong dibeli kacang mbah, mbah udah nungguin dari
jam 9 belum dapet pembeli.” Ujar si mbah sambil menawarkan dagangannya.
Karena Opi yang saat itu melihat mbah, ia pun
mengeluarkan dompet nya dan membeli kacang si mbah itu. Saat sudah selesai
membeli kacang, tiba-tiba si mbah itu menyampaikan pesan.
“nak, jaga sikap kalau mau pergi ke suatu tempat, jangan
sompral dan jaga tata krama nya” ucap mbah itu sambil pergi meninggalkan
mereka.
Opi yang saat itu hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang
__ADS_1
si mbah itu katakan. Tak menunggu lama, Hans sudah datang dan kembali Opi
menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rest area itu.