
Alex memperhatikan punggung Lily ketika Lily berjalan meninggalkan dirinya di ruangan. Ternyata makan siang hanyalah alasan Alex untuk bisa mendekati Lily. Sebenarnya Alex tadi sudah makan siang bersama dengan Grasia.
"Wow semakin susah di dekati semakin aku ingin memiliki"
Pov Alex
Tok tok tok...
"Masuk"
"Gila ni cewek kalo di liat-liat sexy juga sih, tampang juga ga jelek-jelek banget. Bisa lah buat temen tidur gw, kali aja masi segel" batin Alex dalam dalam hati sembari cengar cengir.
"Ini berkas-berkas yang bapak minta dan jadwal bapak hari ini ada meeting jam 10 dengan devisi keuangan lalu jam 2 bapak ada meeting dengan Pt Angkasa di reustaurant jepang"
"Wow, dilihat dari deket bodynya boleh juga sih, mana gede banget pula itunya. Gag salah Hans pilih yang model begini" batin Alex.
"Terus"
"Terus? maksut bapak?"
"Terus ngapain kamu masih disini, sana keluar ganggu konsentrasi saya aja"
Sang sekretaris akirnya keluar dari dalam ruangan Alex.
"Gila, tegang kan punya gue, oh ****..." gerutu Alex.
Alex mengotak atik layar handphone nya mencari nomor seseorang kemudian melakukan panggilan.
__ADS_1
"Hallo kamu dimana, aku segera kesana" Alex mematikan sambungan telepon kemudian bergegas meninggalkan kantor.
"Mau kemana bos pagi ini kita ada meeting loh" seloroh Hans ketika mereka berpapasan.
"Udah kamu aja yang gantiin, aku ada urusan urgent"
"Kalo loe mah urgentnya pasti masalah ************"
"Hus..jaga tuh bacot"
"Woss... sante bro" jawab Hans.
"Emang semalem mainnya masih kurang ya bro" bisik Hans kepada Alex.
"Bacot lu" kesal Alex.
Alex sudah tidak menghiruakan lagi ocehan Hans karena dia terburu buru ingin segera menuntaskan hasratnya.
Yah dengan siapa lagi kalau bukan dengan wanita-wanita bayaran yang selalu mendampingi Alex kapanpun Alex butuh.
Segera Alex masuk ke dalam mobil sport bewarna merah yang sudah terpakir di depan kantor Alex.
Alex menghidupkan mesin mobil kemudian mobil melaju cepat meninggalkan area perkantoran tersebut.
"Gila..baru liat body nya aja udah traveling otak gue. Sepertinya gue harus bisa dapetin tuh cewek" omel Alex sembari tetap malajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Sampailah Alex di sebuah gedung apartment mewah. Setelah memakirkan mobil Alex bergegas menuju lift untuk menuju unit yang sering dia kunjungi. Alex pun berdiri di depan unit apartment kemudian memencet bel.
__ADS_1
Ting...terdengar bunyi bel dari unit tersebut.
Ceklek,
"Hai babe" sapa seorang wanita sexy yang hanya mengunakan pakaian lingerie mewarna maroon yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.
Alex langsung memeluk tubuh wanita tersebut kemudian mendorongnya masuk ke dalam apartment.
"Oh... i miss you babe" bisik Alex di telinga wanita tersebut.
"Ah gombal kamu" jawab sang wanita sambil mencubit perut Alex.
"Aauu" sakit dong perut aku.
"Kamu sih pinter gombal"
"Oh ya...aku juga pinter dalam apapun sih, termasuk bikin kamu teriak teriak" genit Alex.
Mereka berdua tertawa riang. Alex dan Grasia sama-sama saling melempar candaan. Menurut Alex Grasia bukan hanya teman tidur tetapi mereka jauh lebih dekat dari hubungan yang saling menguntungkan hanya saja mereka enggan jika harus berlanjut ke hubungan serius.
Alex mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Grasia, menatap dalam manik mata Grasia. Aroma manis dari parfum vanila musk milik Grasia semakin menusuk dan menajamkan penciuman Alex.
"Hmmmpt"
"Hmmmpt" suara ******* Grasia ketika Alex mulai mencium dan memainkan bibirnya.
"Ahh"
__ADS_1
Suara erotis mereka berdua menggema di seluruh ruang tamu.Mereka berdua larut dalam permainan panas yang mereka ciptakan pada pagi hari ini.