Sekretaris Simpanan Ceo

Sekretaris Simpanan Ceo
Gila part 1


__ADS_3

"Dasar sinting"


"Anjir... bisa gila gue lama-lama jadi sekretarisnya dia"


"Ahh..." omel Lily sambil mengusap kasar wajahnya.


Setelah dirasa pikiran dan mood Lily membaik Lily kembali bekerja, mengecek semua berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja. Berkas-berkas tersebut yang nantinya akan di serahkan kepada Alex.


Tak lupa Lily juga mengecek jadwal Alex untuk besok. Memeriksa dan memastikan apakah besok ada klien atau rekan bisnis yang merecovery jadwal ketemu.


Ya, baru pertama kali bekerja menjadi seorang sekretaris membuat Lily harus benar-benar teliti dalam menjalankan segala pekerjaan. Belajar lebih bisa sabar dan telaten dalam mengurus apapun yang diminta oleh Alex. Tak lupa Lily juga harus sering berkomunikasi ataupun bertanya kepada Hans terlebih dahulu.


Karena bagaimanapun juga Hans adalah orang yang sudah mengerti betul tentang karakter Alex. Apa dan yang tidak Alex sukai.


"Hai Fell, selamat siang setengah sore" sapa Hans.


"Iya selamat sore pak Hans" sambil tersenyum.


"Eh jangan panggil bapak dong Fell, la dikira gw nikah sama bapak lu apa" sewot Hans.


"Hehehe, maaf lalu saya panggilnya gimana dong"


"Panggil nama aja, keliatan tua banget gw loe panggil bapak.


"Iya Hans, ngomong-ngomong ada perlu apa ya"

__ADS_1


"Eh pulang kerja nanti mau gag jalan-jalan dulu, nonton atau belanja ke mall dulu mungkin"


"Emm sorry Hans kayaknya aku gag bisa deh, gag enak kan sama tante Rianti kalo pulangnya harus keluyuran dulu" jawab Lily terus terang.


"Gpp Fell nanti biar aku yang minta ijin ke tante Rianti, pasti di ijinin kog kalo jalannya sama gue"


"Wah wah wah enak banget kalian berdua bisa ngobrol-ngobrol di saat jam kerja begini" sahut Alex yang entah sedari kapan sudah berada di dalam ruangan Lily.


"Eh bos ini, anu, itu..." jawab Hans gelagapan karna ketauan basah oleh Alex sedang mendekati Lily.


"Ina ini ina ini apaan... kalian berdua mau ya saya pecat sekarang juga" omel Alex dengan arogansi.


"Sana keluar, ini kan ruangan sekretaris saya, ngapain kamu disini ?"


"Ah elah ganggu aja loe" jawab Hans tak mau kalah.


"Lain kali kalo ada orang yang berbicara selain urusan kantor di jam kerja gag usah kamu ladenin lagi, saya tidak suka kantor saya di jadikan tempat gosip ataupun ghibah" tekan Alex kepada Lily.


"Saya minta maaf pak, saya tidak bermaksut,"


"Halah kalian berdua sama saja"


"Nanti pulang kerja kamu harus temenin saya" sambung Alex.


"Iya, baik pak" pasrah Lily.

__ADS_1


Alex meninggalkan ruangan Lily dengan tersenyum penuh kemenangan.


......................


Waktu terus berputar hingga tibalah waktu untuk pulang. Para karyawan lain bersiap untuk segera pulang, berbeda dengan Lily entah kenapa Lily merasa ada beban karena Lily harus menemani Alex pergi.


Bertemu di kantor saja merupakan cobaan terbesar bagi Lily apalagi jika dia harus selalu standby mengikuti Alex kemanapun dia mau.


Yah tapi apa boleh buat,,


Alex sudah menunggu Lily di area parkir sejak 10 menit yang lalu tapi Lily belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Gila nih cewek ngerjain gue apa ya, lama banget"


"Nah tuh dia udah keliatan, awas aja"


Alex terus saja mengomel seperti mak-mak yang lagi memarahi anaknya ketika sang anak main hingga lupa waktu.


Ketika Lily mengetahui bahwa Alex sudah menunggunya di dalam mobil seketika Lily langsung masuk ke dalam.


"Eh lama banget sih kamu, ini pertama dan terakhir kalinya ya kamu telat, saya paling tidak suka jika ada karyawan saya yang telat, gag menghargai waktu saya tau nggak" omel Alex.


Lily yang sudah terbiasa dengan omelan Alex hanya bisa memasang senyum penuh kepalsuan.


"Saya minta maaf pak" jawab Lily tulus.

__ADS_1


"Minta maaf terus, emangnya kamu pikir ini lagi lebaran"


__ADS_2