Sekretaris Simpanan Ceo

Sekretaris Simpanan Ceo
Interview


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Lily sudah terbangun dari tidur nya. Lily menggeliat kemudian mengamati sekitaran kamar tidurnya. Kamar tidur dengan kasur yang empuk dan di kamar yang luas sekaligus mewah berbeda dengan kamar tidurnya yang di desa yang kecil dan sangat sederhana. Dibukanya selimut yang membungkus tubuhnya kemudian Lily berjalan ke dalam kamar mandi untuk segera mandi.


Selesai mandi Lily memilah-milah pakaian yang akan dia kenakan, dan pilihan jatuh di pakaian kemeja putih polos yang pas di badannya serta bawahan rok sepan selutut dengan belahan belakang yang lumayan tinggi membuat kesan sexy. Lily berkaca dicermin sembari memutar-mutar tubuhnya layaknya seorang pricess yang sedang menari.


Tok tok tok


" Ly ayo turun dulu kita sarapan sama-sama." ajak tante Rianty untuk sarapan .


" Baik tante."


Di meja makan ke 3 orang tersebut menikmati menu sarapan dengan segala suka cita. Alex yang sudah selesai dengan makanannya itu bangun dari kursi kemudian berpamitan dengan mamanya.


" Alex berangkat dulu ya ma, nanti Alex udah gag mampir kesini lagi. Mama jaga kesehatan ya" ucap Alex seraya memeluk sang mama.

__ADS_1


" Kenapa ga nginep lagi sih kamu, mama ini masih kangen loh, kamu tuh gag betah banget tinggal di sini semenjak kamu tinggal di apartmen. Memangnya di apartmen kamu ada apanya sih, mama jadi curiga sama kamu."


" Ih mama apaan sih curiga mulu sama anak sendiri, Alex ini udah gede ma."


" Ya sudah ayo Ly cepetan kamu bareng Alex gih nanti biar ga terlambat," sela mama Rianty kepada Lily.


" Loh ma harus ya dia bareng sama Alex, kan kemarin aku uda bilang ga mau ma nanti pada heboh karyawan aku lainnya."


Lily yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum sambil cengar-cengir. Sebenarnya dia juga ingin berangkat dengan Alex agar lebih mudah karena Lily masih baru dan belum tau seluk beluk kota ini. Tapi jika Alex menolak Lily juga tidak bisa memaksa.


" Noh dia juga mau berangkat sendiri, jadi Alex berangkat dulu ya ma." Alex berpamitan dengan mencium kedua pipi mama Rianty.


" Dasar anak nakal, hati-hati di jalan ya sayang, jangan ngebut di jalan."

__ADS_1


Lily pun beranjak dari meja makan kemudian menyusul untuk berpamitan.


......................


Lily tiba di depan sebuah gedung tinggi menjulang yang megah, kemudian Lily berjalan memasuki kantor tersebut dengan rasa percaya diri.


Setelah mendapatkan sesi wawancara dan berbagai jenis tes lainnya yang di berikan oleh hrd akhirnya Lily pun di terima menjadi bagian dari Pt. Duta Group. Betapa kaget nya Lily karena dia di tunjuk untuk menjadi seorang sekretaris seorang ceo.


Hans sendiri lah yang memilih Lily untuk menjadi sekretaris dari Alex karena jujur saja Hans sangat kewalahan selama ini merangkap double job, yakni sebagai seorang asisten sekaligus sekretaris pribadi Alex. Hans berpikir jika adanya Lily akan sedikit membantu meringankan beban bekerjaannya. Ya meskipun Hans tau jika Lily belum mempunyai pengalaman kerja yang memadai tapi bisa lah karena dilihat dari nilai IPK Lily yang sangat bangus menandakan bahwa Lily wanita yang cerdas.


" Hallo perkenalkan nama saya Hans perwira panggil saja Hans, saya adalah asisten pribadi dari pak ceo."


" Iya pak Hans, senang bisa bekerja disini, nama saya Fellycia."

__ADS_1


" Oke Felly siapkan dirimu karena sebentar lagi kamu akan saya ajak bertemu dengan ceo. Ya sedikit pengetahuan saja buat kamu, Ceo kita adalah orang yang sangat menghargai waktu, disiplin tinggi dan dia orang nya tidak suka basi-basi. Jadi kamu harus siap dengan segala kondisi apapun. Jadi saya harap kamu bisa segera beradaptasi dengan baik di lingkungan ini." jelas Hans secara panjang lebar mengenai karakter dari pemimpin perusahaan ini.


__ADS_2