Sekretaris Simpanan Ceo

Sekretaris Simpanan Ceo
Sabar


__ADS_3

Semburat sinar mentari pagi memasuki kamar Lily melalui jendela yang sebelumnya sudah di buka oleh Lily. Lily berjalan menuju jendela sembari meregangkan otot-ototnya.


"Hmm segarnya udara pagi hari ini"


"Semoga hari ini menyenangkan" ucap Lily dalam hati.


Lily melangkah meninggalkan jendela menuju kamar mandi dan segera bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Kali ini Lily menggunakan outfit sepan berwarna putih tulang selutut dengan tangtop tali spageti bewarna putih yang dipadu padankan dengan blazer berwarna hitam.


"So perfect"


......................


Lily sampai di kantor menggunakan taxi online yang sebelumnya sudah dia pesan. Segera Lily menuju ruangan kerjanya menggunakan litf khusus karyawan karena ruangan Lily berada di lantai 12 berhadapan dengan ruangan Alex.


Tut tut tut...dering telepon berbunyi segera Lily mengangkat ganggang telepon.


"Hallo selamat pagi, ada yang bisa saya bantu"


"Segera kamu masuk ke ruangan saya dan bawa berkas-berkas yang saya perlukan hari ini" tanpa mendapatkan jawaban Alex segera menutup sambungan teleponnya.


"Ya ampun nih orang pagi-pagi sudah emosional banget. Sarapan apaan sih" omel Lily dengan suara pelan.


Tok tok tok...


"Masuk"


"Ini berkas-berkas yang bapak minta dan jadwal bapak hari ini ada meeting nanti jam 10 dengan devisi keuangan lalu jam 2 bapak ada meeting dengan Pt Angkasa di reustaurant jepang"

__ADS_1


"Terus"


"Terus? maksut bapak?"


"Terus ngapain kamu masih disini, sana keluar ganggu konsentrasi saya aja"


Lily keluar dari dalam ruangan dengan hati yang dongkol karena sudah di usir dengan tidak sopan, ingin rasanya Lily melempar bosnya dengan buku yang berada di atas meja pada saat itu juga tapi dia urungkan mengingat dia sangat membutuhkan pekerjaan tersebut.


"Ya tuhan berikan hambamu ini kesabaran untuk menghadapi bos gila seperti itu tuhan"


Waktu terus berjalan hingga sampai pada jam makan siang. Lily menuju ke arah kantin kemudian memesan menu makan siang. Sebagai karyawan baru Lily memilih untuk duduk di meja kosong karena dia belum mempunyai teman akrab.


Tut... tut... tut...


"Hallo... ibu apa kabar, Lily kangen sama ibu"


Begitulah percakapan antara Lily dengan ibunya di telepon. Setelah menunggu beberapa menit akirnya menu makan siang yang di pesan Lily datang. Lily mulai makan dan,


Drrtt drrrt drrrt...


"Hallo ada yang bisa saya bantu pak"


"Dimana kamu"


"Saya lagi makan siang pak, ini kan sudah waktunya istirahat"


"Eh kamu itu bagaimana sih kamu enak-enakan makan tanpa memesankan saya makanan juga, bisa kerja gag sih kamu" terdengar suara Alex yang marah-marah kepada Lily.


"Iya maaf pak, saya pikir bapak makan di luar, kalo begitu bapak ingin makan apa biar saya bawakan"

__ADS_1


"Saya mau makan masakan padang"


Tut... Alex mematikan sambungan teleponnya.


"Huft.... sabar Ly, gag boleh emosi" ucap Lily sambil mengelus dada.


Lily segera menyelesaikan makan siang dan mencari menu makan siang untuk Alex.


Tok tok tok...


"Masuk"


"Ini makanan yang bapak pesan tadi" sambil meletakkan makanan di atas meja, saya permisi dulu pak.


"Eh mau kemana kamu, tunggu disini dulu, saya cuma mau memastikan kalo kamu ga menaruh apapun di makanan saya" kata Alex sambil berjalan menuju meja besar lengkap dengan sofa empuk yang berada di dalam ruang kerja Alex.


"Tuhan... nih orang maunya apa coba" gerutu Lily dalam hati.


"Nih kamu cicipi dulu, barang kali kamu menaruh racun atau sejenisnya"


"Baik pak" sambil mencicipi makanan tersebut.


"Saya masih baik-baik saja kan pak, saya tidak menaruh apapun disitu. Lain kali kalo bapak tidak percaya sama saya mendingan nyuruh ob saja"


"He, berani kamu sama saya" jawab Alex tak mau kalah.


"Saya permisi dulu" Lily segera bergegas meninggalkan ruangan Alex.


......................

__ADS_1


__ADS_2