
Suasana di dalam mobil hening, Alex hanya konsentrasi pada jalanan yang keadaannya cukup ramai di jam-jam seperti ini.
"Ngomong-ngomong kita mau pergi kemana sih?" tanya Lily sedikit hati-hati.
"Nanti kamu juga bakalan tahu sendiri" sambil menoleh ke arah Lily lalu kembali fokus mengemudi.
Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba di sebuah butik ternama di kota tersebut.
"Kita sudah sampai, ayo keluar" ajak Alex.
Lily yang melihat bahwa mereka hanya akan pergi ke sebuah butik pun hanya memutar bola matanya tak percaya.
Lily keluar dari mobil dan segera menghampiri Alex.
"Ayo" ajak Alex sambil memggandeng tangan Lily.
Lily terkejut dengan perlakuan Alex tersebut. Pasalnya selama ini Alex tidak pernah bersikap manis seperti ini meskipun hubungan mereka sekarang terlihat lebih dekat, Lily merasa gugup hingga telapak tangannya terasa dingin, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.
Alex yang merasa tangan Lily berubah menjadi dingin seketika langsung khawatir.
"Ly tanganmu dingin banget, kamu gapapa kan?" tanya Alex khawatir.
"Gapapa kog lex, aku hanya grogi aja soalnya aku ga pernah pergi ke tempat-tempat seperti ini" jawab Lily berbohong karena sebenarnya dia grogi bergandengan tangan dengan Alex.
"Selamat datang di toko kami pak Alexander, senang sekali karena anda mau menyempatkan waktu untuk berkunjung ke butik kami" sambut pemilik butik ramah.
__ADS_1
Alexander merupakan pelanggan tetap di butik ini karena butik ini merupakan butik langganan dari keluarga Joelian.
"Saya ingin kalian merubah penampilan dia menjadi secantik mungkin" kata Alex sambil menunjuk ke arah Lily.
Gubrakk... Lily melotot di katai begitu oleh Alex.
"Jadi menurut kamu saya ini jelek"
"Bukan begitu maksutku, ah sudahlah pusing jelasinnya" Alex meninggalkan Lily bersama dengan para pegawai toko.
Alex menunggu di sofa sambil memainkan smart phone miliknya.
" Mari mbak ikut kami" ajak pemilik toko.
Lily berjalan mengikuti para pegawai butik. Kemudian dengan teliti mereka memilah milah gaun yang cocok untuk dipakai Lily.
Gaun dengan motif starry night gawn tersebut sangat cocok dipakai Lily. Setelah selesai memilih gaun Lily di ajak ke ruang make up untuk di rias secantik mungkin.
"Wah mbak nya ini cantik banget, cantiknya natural.Gag salah tuan Alex memilih mbak untuk di jadikan pacar" canda para pegawai butik tersebut.
Lily hanya bisa tersenyum mendengar candaan tersebut. Mereka hanya tidak tahu bahwa Lily ini bukanlah pacarnya Alex melainkan hanya sebagai sekretaris.
"Mbak bisa saja" jawab Lily malu-malu.
"Loh memang bener mbak, hanya mbak loh wanita yang di ajak ke sini oleh tuan Alex setelah kepergian tunangannya dulu"
__ADS_1
"Tunangan?" jawab Lily tidak mengerti maksut dari perkataan mereka.
"Apakah sudah selesai, jika sudah mari kita keluar nyonya" ajak pemilik butik tersebut.
"Wah anda terlihat sangat cantik, tuan Alex pasti sangat menyukainya"
Mereka berjalan keluar dan menghampiri Alex. Alex yang sibuk berselancar di dunia maya itu pun tidak menyadari bahwa Lily sudah berada di hadapannya.
"Ehem"
Suara deheman Lily membuyarkan lamunan Alex. Alex begitu terpukau ketika melihat Lily dengan tampilan seperti ini.
Lily terlihat cantik dengan balutan gaun bewarna biru dan rambut yang di biarkan tergerai.
"Cantik" batin Alex.
"Bagaimana menurut tuan" tanya pemilik butik tersebut.
"Boleh juga" Jawab Alex singkat.
"Kalau begitu kita pergi dulu, bayarnya sudah saya transfer tadi"
"Baik tuan, terimakasih sudah berkunjung" ucap pemilik butik sembari memberi hormat.
Alex juga sebelumnya sudah mengganti pakaian kerjanya dengan tuxedo bewarna biru agar terlihat senada dengan gaun milik Lily. Mereka berjalan beriringan menuju mobil.
__ADS_1
Inilah baju yang di pakai Lily malam ini.