Sekretaris Simpanan Ceo

Sekretaris Simpanan Ceo
Makan malam


__ADS_3

Alex melajukan mobil dengan kecepatan sedang karena jalanan kalau di jam pulang kerja seperti ini sangat macet.


Alex dan Lily sama-sama terdiam, menyaksikan lalu lalang keramain di jalanan sambil asyik dengan pikiran mereka masing-masing.


"Maaf kalo boleh tau bapak mau mengajak saya pergi kemana ya" tanya Lily memecah keheningan diantara mereka.


"Makan malam"


"Oh..."


"Kenapa? apa kamu keberatan menemani saya makan malam"


"Tidak sama sekali pak, tapi saya hanya kasian dengan tante Rianti kalo harus makan malam sendirian" jawab Lily jujur.


"Mama memang selalu seperti itu jika papa tidak di rumah"


"Ya sudah kalau begitu"


Lily merasakan adanya perbedaan dari dalam diri Alex. Alex yang biasanya kemana-mana selalu di temani oleh Hans kenapa tiba-tiba ingin di temani oleh Lily.


Diliriknya wajah rupawan Alex. Wajah dengan alis yang hitam tegas, mata yang bewarna coklat, hidung yang mancung, bibir yang tipis sexy, bentuk rahang yang tegas. Postur tubuh yang tinggi dan dada bidang membuat Alex terlihat sangat tampan. Tak salah jika banyak pegawai kantor yang memuji ketampanannya.

__ADS_1


"Sudah puas mengagumi wajah saya" seloroh Alex.


Lily yang ketauan basah memandangi wajah Alex diam-diam langsung memalingkan wajahnya ke arah samping kaca mobil sambil merutuki kebodohannya sendiri.


"Ya ampun malu sendiri kan gue" gerutu Lily.


Lily benar-benar terbius oleh ketampanan wajah Alex.


Entah mengapa, duduk bersebelaham dengan Alex membuat jantung Lily seperti sedang berdetak lebih cepat dari biasanya.


Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan oleh hatinya.


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan restauran mewah.


"Kalo mobil sudah berhenti itu berarti tandanya sudah sampai lah" ketus Alex.


Lily yang mendapat jawaban seperti itu justru semakin merutuki kebodohannya sendiri. Sudah tau Alex orangnya tidak suka basa basi masih saja Lily menanyakan pertanyaan yang tidak mutu.


Alex keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Lily. Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam restaurant yang terkenal dengan menu spageti itu.


Alex memilih tempat duduk yang sepi yang berhadapan langsung dengan kolam renang yang di hiasi dengan bunga-bunga mawar berwarna merah dan putih yang semakin menambah kesan romantic dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Silahkan duduk" kata Alex.


Lily menarik kursi kemudian duduk sambil terus saja mengagumi dekorasi serta nuansa dari restaurant ini. Maklum lah seumur hidup Lily baru pertama kali ini makan di restaurant yang mewah seperti ini.


Alex melambaikan tangan kepada pelayan restaurant,


"Kamu mau pesan apa" tanya Alex.


"Mau makan apa ya, ya ampun grogi aku ga pernah makan di tempat seperti ini" batin Lily.


"Saya pesan spageti carbonara dan tequila sunrise" sahut Alex.


"Emm saya di samain sama bapak ini aja mbak" ucap Lily.


Lily bingung sendiri membaca beberapa menu bahasa inggris yang tidak dia mengerti seperti apa rupa makanan tersebut. Akhirnya Lily memutuskan untuk menyamakan menu makannya. Yah meskipun Lily juga tidak tau makanan apa yang di pesan oleh Alex.


"Apa kamu baru pertama kali makan ke tempat seperti ini" tanya Alex.


"Iya pak maaf jika saya terlihat kampungan" jawab Lily jujur.


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa untuk makan di tempat seperti ini"

__ADS_1


"Iya pak" sambil mengangguk.


Alex diam-diam memperhatikan wajah polos Lily yang begitu takjub karena baru pertama kali melihat tempat makan yang semewah ini. Bagi Alex wajah itu terlihat cantik natural. Tidak ada kesan angkuh seperti kebanyakan wanita yang biasanya sering di ajak jalan dengan Alex.


__ADS_2