
Pramusaji meletakan menu makanan di atas meja. Tampak makanan dan minuman yang asing bagi Lily.
Lily tidak menyangka bisa mencicipi makanan mewah ini, karena biasanya Lily hanya melihat di layar tv.
"Ayo di cicipi, spageti di resto ini sangat enak"
"Iya pak" jawab Lily malu-malu.
Alex yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Lily tersenyum ketika melihat reaksi wajah Lily ketika sudah mencicipi makanan tersebut. Terlihat sangat manis menurut Alex.
"Emm makanannya enak pak" seloroh Lily.
"Kalau begitu habiskan" jawab Alex.
Lily menyantap spageti carbonara dengan lahap tanpa ada rasa canggung. Entah memang karena doyan atau lagi lapar.
Sedangkan Alex yang sudah terbiasa makan makanan seperti ini hanya tersenyum dengan terus memperhatikan Lily.
"Btw aku sering dengar Hans panggil kamu Felly, emang nama panggilan kamu itu ya" tanya Alex serius.
"Kalo masalah itu sih terserah orang saja pak, panggil Felly bisa panggil Lily juga bisa"
"Saya panggil nya Lily saja kalo begitu"
Lily hanya mengangguk sambil terus melanjutkan makan. Alex dan Lily terus mengobrol, bercanda layaknya sepasang teman, hingga tak terasa makanan mereka berdua habis.
__ADS_1
"Ly kalo di luar gini jangan panggil bapak lah, panggil nama aja biar lebih akrab"
"Oke pak"
"Tuh kan bapak lagi" kesal Alex.
"Hehehe... iya ALEXANDER" ucap Lily penuh penekanan.
Setelah di rasa cukup mereka berdua memutuskan untuk pulang. Alex mengantarkan Lily pulang ke kediaman mama Rianty.
Sepanjang perjalanan mereka berdua tidak kehabisan bahan untuk di perbincangkan karena mereka sedang membicarakan Hans. Yah Hans, seorang asisten yang menyebalkan tapi selalu bisa di andalkan oleh Alex.
Lily yang baru mengetahui bahwa Alex rupanya juga orang yang suka di ajak bercanda semakin kagum dengan kepribadian Alex.
"Makasih ya Alex sudah mengantarku sampai di rumah, kamu mau mampir dulu" tanya Lily ramah.
"Oke, sekali lagi thanks"
Setelah Lily keluar dari dalam mobil Alex segera melajukan mobilnya untuk pulang ke apartment.
Entah kenapa malam ini Alex tidak ingin mengunjungi clup atau pergi ke apartment Grasia seperti malam-malam sebelumnya.
......................
Ceklek.... suara pintu apartmen Alex.
__ADS_1
Segera Alex melempar jas nya ke sembarang arah, melonggarkan dasi yang sedari tadi terasa mencekik lehernya, merebahkan tubuhnya yang terasa pegal di sofa ruang tamu akibat terlalu kelelahan.
"Hallo babe, you look so tired"
Suara seorang wanita membuat Alex langsung menoleh ke sumber suara.
Alex hanya membalasnya dengan senyuman serta merentangkan kedua tangannya, kode jika Grasia harus mendekat dan memeluk Alex.
Dengan senang hati Grasia mendekat dan menyambut Alex.
"Apa sudah menungguku dari tadi" tanya Alex.
"Lumayan lah, miss you" bisik Grasia ke telinga Alex.
"I miss you more babe, Kamu tunggu di kamar, aku mau mandi dulu, okay babe"
Alex menggendong Grasia ke kamar, merebahkan tubuh Grasia di atas kasur.
"Persiapkan dirimu" seloroh Alex.
Alex berjalan menuju kamar mandi. Mebuka seluruh pakaian yang menempel pada tubuhnya, berjalan ke arah shower, membiarkan tubuh kekarnya di guyur air hangat.
Alex keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Memperlihatkan tubuh kekar dan perut roti sobek miliknya.
Berjalan mendekati Grasia, melewati malam panas bersama dengan Grasia.
__ADS_1
Yah Grasia merupakan wanita yang paling dekat di antara wanita-wanita Alex lainnya. Alex lebih sering menghabiskan malamnya bersama dengan Grasia. Tidak heran jika Grasia bisa keluar masuk ke dalam apartment Alex karena Alex memberi kode akses pada Grasia.