Sekretaris Simpanan Ceo

Sekretaris Simpanan Ceo
Canggung


__ADS_3

Dengan segala perdebatan batin yang di alami Lily akhirnya Lily memutuskan untuk menyetujui saran dari mama Rianty untuk bekerja di perusahaan Alex. Awalnya Lily ragu untuk meninggalkan ibunya sendiri tetapi sang ibu meyakinkan Lily bahwa dia tidak apa-apa jika harus di tinggalkan sendiri di rumah.


Setelah mengemasi baju serta barang-barang keperluannya Lily keluar dengan perasaan sedih karena akan meninggalkan ibunya seorang diri.


" Ibu jaga diri baik-baik ya, segera kabari Lily jika terjadi sesuatu dengan ibu. Setelah sampai di kota nanti Lily janji akan sering mengabari ibu." Lily berpamitan sembari memeluk sang ibu mencoba memberi semangat satu sama lain.


" Kamu juga harus jaga diri baik-baik ya Ly, jangan nyusahin tante Rianty ya" ucap sang ibu sembari tersenyum.


Mama Rianty tersenyum penuh haru melihat perpisahan sementara antara ibu dan anak tersebut sedangkan Alex malah bersikap cuek dan sebal dengan mamanya karena sudah seenaknya menyuruh anak dari teman dekatnya untuk bekerja dikantornya tanpa melalui tes terlebih dahulu. Dia hanya takut jika nantinya Lily malah tidak kompeten dalam urusan pekerjaan karena dia langsung masuk melalui jalur previlage.

__ADS_1


" Eh sudah-sudah kalian ini hanya berpisah sebentar jika nanti Lily sudah betah kerja di kantor maka kamu juga bisa ikut Lily ke kota Susan, jadi jangan terlalu bersedih. Sesegera mungkin kamu juga akan ikut ke kota, iya kan Ly." ucap mama Rianty penuh keyakinan.


" Ya sudah Lily berangkat dulu ya bu, jaga diri ibu. Assalamualaikum." ucap Lily sambil mengamit tangan ibunya.


" Aku nitip anakku ya Rianty, tolong jaga dia baik-baik."


" Iya pasti. Ya sudah kami pamit dulu ya, nanti kalo sudah sampai akan aku kabari. Jaga diri kamu baik-baik."


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam akhirnya mereka bertiga sudah sampai di kediaman keluarga Joelian. Lily sempat takjub ketika pertama kali masuk ke dalam kawasan perumahan elit tersebut. Apalagi ketika sudah sampai di depan rumah keluarga Joelian, Lily hanya bisa melongo karena melihat betapa megah dan mewahnya rumah keluarga tersebut.

__ADS_1


" Ayo Ly kita masuk, jangan sungkan-sungkan kalo butuh apa-apa bilang sama tante atau kalo nggak kamu bisa panggil maid disini." sambil menggandeng tangan Lily mama Rianty masuk kedalam rumah mewah tersebut.


Lily dibuat takjub dua kali lipat setelah masuk ke dalam rumah megah tersebut. Rumah dengan gaya eropa lengkap dengan lukisan serta ukiran-ukiran unik yang menempel di dinding sepanjang perjalanan ke dalam serta beberapa guci cantik yang terbuat dari keramik membuat Lily tak henti-hentinya mengagumi kemewahan rumah tersebut.


" Ma Alex mau pulang dulu ya mau istirahat, capek banget badanku rasanya." ucap aalex sambil melangkah pergi.


" Eh siapa yang menyuruh kamu pulang, kamu istirahat disini dulu aja Alex. Ini kan juga rumah kamu, lagian kamu ini sekali-kali nginep disini kenapa sih. Biar besok kamu bisa ajak Lily berangkat bareng ke kantor."


" Ya ampun mama ini gimana sih, apa kata bawahanku nanti kalo aku langsung membawa dia ke kantor, kelihatan banget dong kalo aku nepotisme. Uda masuknya tanpa tes lagi. Bisa-bisa aku di protes karna berlaku gag adil kepada sesama pegawai." kesal Alex.

__ADS_1


" Ya sudah kalo kamu tidak mau berangkat bareng gag masalah Lily bisa berangkat sendiri, tapi hari ini kamu harus nginep dulu di sini." jawab mama Rianty tak mau kalah dari sang anak.


Lily yang sembari tadi menyaksikan pertengkaran kecil antara ibu dan anak itu hanya bisa diam sambil merutuki diri sendiri dalam hati pasalnya dia juga merasa sudah memanfaatkan keadaan. Tapi apa boleh buat dia juga sangat membutukan pekerjaan ini demi perekonomian keluarganya.


__ADS_2