Selepas Luka

Selepas Luka
Tak Semudah Itu


__ADS_3

Pulang dengan kekecewaan, Bunda Ina lebih banyak diam selama perjalanan mereka kembali kerumah. Wajah cucunya yang tampan dan seratus persen jiplakan Rama membuat hatinya miris dan sedih. Bayangan bagaimana Ale mengandung, bagaimana wanita itu menuruti ngidamnya, bagaimana ia melahirkan dan membesarkan cucunya. Pasti tidaklah mudah melewatinya seorang diri. Meski ada orang tua, kehadiran suami sangatlah dibutuhkan. Namun, jangankan suami, Ale bahkan mengandung dan membesarkan anaknya tanpa ada status pernikahan. Dan semua itu karena kesalahan putranya.


Ayah Salim turun lebih dulu, kemudian membukakan pintu untuk istrinya. Keduanya langsung masuk kerumah tanpa menghiraukan Rama yang masih berada didalam mobil. Rama keluar dari mobil. Tidak untuk masuk ke dalam rumah, ia justru masuk ke kursi kemudi lalu menjalankan mobilnya. Pikiran Rama hanya tertuju pada Ale dan Zayn. Apapun dan bagaimanapun caranya, ia harus bisa mendapatkan pengampunan dari mereka.


Tak tahu dimana keberadaan Ale saat ini, Rama hanya menggunakan instingnya untuk mencari keberadaan wanita itu. Rama melajukan mobilnya menuju ke Z - Glory. Perusahaan catering yang Ale miliki.


Perasaannya kini campur aduk. Bagaimana ia harus menghadapi Ale saat mereka berpapasan nanti? Apakah Rama siap dengan penolakan putranya? Lalu bagaimana jika Gavriel memukulinya lagi?


"Tidak masalah apapun yang akan terjadi nanti. Yang jelas, aku harus menemui mereka. Tidak akan ada hasil jika berusaha kan?" ucap Rama menguatkan dirinya sendiri


Tak membutuhkan waktu lama, Rama akhirnya sampai di Z-Glory. Benar saja, mobil Ale berada disana. Rama segera turun dan berjalan masuk kedalam.


"Maaf, Anda memiliki keperluan apa?" tanya satpam padanya


"Aku ingin menemui Nona Ale"


Satpam tampak heran, "Tidak ada yang namanya Nona Ale disini"


Ah, ya Rama baru ingat jika nama panggilan Ale sekarang adalah Mira. "Maksud saya Nona Mira"


"Apakah Anda sudah membuat janji?"


Rama baru akan menjawab, Ale sudah lebih dulu keluar bersama dengan Gavriel dan Zayn. Melihat kedatangan Rama, Gavriel segera menghampiri pria itu.


"Nyalimu besar juga ya!"


Rama tersenyum, "Apapun akan aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku" jawab Rama mantap. Ia menatap Ale dan juga Zayn yang seolah tidak melihat kedatangannya. Mereka tampak acuh sekali.


"Al, bisakah kita bicara sebentar?" pinta Rama

__ADS_1


"Kami tidak terbiasa bicara dengan orang asing", bukan Ale yang menjawab, melainkan Zayn


Tentu Rama merasa miris, putranya tidak mau menerima dirinya. "Tolong beri aku kesempatan"


Zayn menarik tangan Mommy-nya untuk segera pergi. Melihat hal itu, Gavriel tersenyum mengejek ke arah Rama, "Kehidupan mereka sudah sangat baik tanpa kehadiran bajingan sepertimu! Jadi, lupakan niatmu untuk mengusik ketenangan Kakak dan keponakanku!"


"Aku tidak akan menyerah. Aku akan melakukan apapun agar mendapatkan maaf dari mereka!"


Gabriel tertawa, "Lakukan apapun yang kamu bisa! Tapi aku sarankan, sebaiknya kamu menyerah sekarang" peringat Gavriel, "Selain Kak Ale dan Zayn yang tidak mau menerimamu, ada aku, saudara kembarku dan juga orang tua kami juga menentang niatmu! Kalau kau berfikir jalanmu akan mulus, maka kau harus menerima kenyataan jika semua takkan semudah itu!"


Gabriel berbalik hendak menyusul Kakak dan keponakannya yang lebih dulu masuk ke dalam mobil, namun kata - kata Rama menghentikan langkahnya.


"Zayn adalah putraku!"


Gabriel mengepalkan tangan, "Anakmu? Apa buktinya?"


"Kau jelas tahu betul jika aku Ayahnya!"


Deg


Jantung Rama berdetak kencang. Ia melupakan hal itu. Zayn tidak bernasab padanya. Bahkan dalam hukum, mereka tidak memiliki hubungan. Hal itu membuat Rama frustasi. Selain itu, penolakan yang Zayn berikan semakin membuatnya berkecil hati


Drrrt Drrrrt


Rama mengangkat panggilan yang masuk dalam ponselnya, "Ada apa, Dar?"


"Ada masalah, Ram. Beberapa klien tiba - tiba membatalkan acara dengan vendor kita dengan alasan catering yang kita pakai bukan dari Z-Glory"


Rama memijat kepalanya. Ia sudah menduga, masalah ini akan datang.

__ADS_1


"Aku akan segera kesana"


Rama menutup telponnya. Ia langsung menuju ke perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.


Tak membutuhkan waktu lama, Rama tiba di perusahaan. Ia melihat beberapa karyawan tengah gelisah menunggunya.


"Bos, bagaimana ini? Kalau mereka membatalkan acara, kita akan rugi besar. Sebagian persiapan sudah mulai dilakukan"


Rama berusaha menenangkan kekhawatiran karyawannya, "Aku akan membujuk mereka kembali"


Mereka yang begitu khawatir sampai tak memperhatikan wajah hancur Rama yang babak belur. Ia segera menuju ke ruangannya.


"Ram, kenapa dengan wajahmu?" tanya Haidar saat bosnya itu masuk kedalam ruangannya


"Hanya masalah kecil", sahut Rama lalu duduk dikursinya. "Bagaimana perkembangan masalahnya?"


Haidar menghela nafas, "Mereka menolak kembali"


"Bagaimana dengan memberikan diskon lebih besar?"


Haidar menggeleng, "Mereka bahkan sudah menemukan vendor lain"


Rama memijit kepalanya, "Bagaimana bisa hal ini terjadi? Biasanya kita bisa mengatasi masalah seperti ini", sebelumnya mereka tidak pernah kehilangan customer. Dan ia masih bisa meyakinkan klien untuk menggunakan catering lain. Tapi sekarang mereka menolak?


"Ram, Z-Glory menyediakan vendor lain yang kualitasnya sama dengan kita dan dengan harga yang lebih murah. Itulah mengapa klien langsung membatalkan acaranya dengan kita"


Rama menatap Haidar, "Bagaimana bisa mereka menawarkan harga yang lebih murah dari kita?"


Haidar kembali menghela nafas, "Karena vendor yang bekerja sama dengan mereka adalah milik adik kandung pemilik Z-Glory sendiri"

__ADS_1


Deg


__ADS_2