
Kaisar pun sangat bahagia. Karena kehamilan Selir Xiao Pong. Kini Selir Xiao Meng meminta haknya Kepada Kaisar.
"Yang Mulia, Yang Mulia harus menempati Janji Yang Mulia kepada hamba. Yang Mulia harus Bermalam di kediaman hamba. Secara acaranya Selesai." ucap Selir Xiao Meng
"Iya Kau tidak perlu khawatir. Aku akan menempati Janji ku kepada mu." ucap Kaisar
"Iya Kau tidak perlu cemas Adik. Kaisar akan Bermalam di kediaman mu selama seminggu." Ucap Selir Xiao Pong
Setelah pesta kerajaan usai. Mereka pun pulang Ke paviliun masing-masing. Kaisar pun bermalam Dikediaman Xiao Meng. Setibanya di Paviliun Xiao Meng. Kaisar langsung bergegas tidur. Karena Xiao Meng kegerahan. Xiao Meng memutuskan Untuk mandi. Setelah Selesai mandi kini Xiao Meng mendekati Kaisar dengan sangat genitnya.
"Sayang bangun. Ayo Sayang Aku ingin segera Bisa memiliki keturunan." ucap Selir Xiao Meng
"Iya Sayang. Baiklah kalau begitu. Kau sudah siap Aku terkam." ucap Kaisar
Kaisar dan Selir Xiao Meng pun melakukan Rutinitas Dewasa kurang lebih selama 5 Jam. Dan Kini merekapun kelelahan. Hingga tak terasa Mereka terlelap dalam tidur mereka. Mereka Hanyut dalam mimpi masing-masing
Sementara Di Paviliun Xiao Pong. Xiao Pong dan Nu sedang bersantai sambil mencicipi Kue Bulan. Cemilan kesukaan mereka berdua.
"Nu Aku ingin berlatih Pedang. Tolong kau Siapkan Pedang untuk ku." ucap Xiao Pong
__ADS_1
"Nona Gak salah. Ingin memegang pedang. Nona Sedang hamil. Kalau Kaisar mengetahuinya Kita Akan dihukum Nona." ucap Nu
"Ya Ampun di Zaman Modern Aku ini Polwan. Kalau Zaman lampau sudah ada Senjata. Mungkin Aku akan berlatih menembak menggunakan Senjata ku. Pistol ku." ucap Xiao Pong Dalam hati
"Yasudah bawakan saja Nu. Ini permintaan Bayi Yang ada dalam kandungan ku. Maklum aku Sedang Ngidam." ucap Xiao Pong ngasal
"Baiklah Nona aku siapkan dulu. Nona ingin Berlatih dikamar atau dimana?" ucap Nu
"Dikamar saja Nu. Sudah malam juga. Kalau Siang Baru dihalaman." ucap Xiao Pong
"Baiklah Nona. Hamba pamit undur diri untuk Mengambil pedang. Yang nona pinta." ucap Nu
"Makasih banyak Nu. Nu kau disini saja. Temani Aku latihan pedang. Kau tidur di atas saja Temani Aku. Anggap saja kita saudara Nu. Jika kau Mengantuk kau boleh tidurduluan." ucap Xiao Pong
"Aku belum mengantuk Nona. Aku temani Nona Saja. Selama Nona masih mau latihan berlatih Pedang." ucap Nu
"Terimakasih banyak Nu." ucap Xiao Pong
Selir Xiao Pong berlatih pedang Selama Tiga Jam Lamanya. Karena kelelahan akhirnya dia berhenti Latihan. Nu yang melihat Junjungannya Kelelahan Kini memberinya Susu hamil dan Beraneka ragam Jenis Buah-buahan.
__ADS_1
"Silahkan Nona diminum Susu hamil beserta Buah-buahan nya. Nona pasti sangat letih. Jika Sudah selesai melatih pedang Nona. Alangkah Baiknya Nona segera istirahat dan segera tidur." Ucap Nu
"Baiklah Nu. Makasih banyak Nu. Tolong Pedangnya Kau masukan saja ke dalam lemari ku. Besok pagi aku mau berlatih lagi. Selagi Cecurut Itu tidak ke Paviliun ku. Aku bisa bersantai dan Berlatih pedang sepuasnya. Semoga saja Cecurut Itu betah di Paviliun Uget-uget. Semoga Saja Tidak Hanya Seminggu Cecurut di tempat Uget-uget. Semoga saja sebulan." ucap Xiao Pong
"Baik Nona. Saya letakkan pedang nya ke dalam Lemari Nona." ucap Nu
"Baiklah Nu. Ayo Kau kesini Nu. Tidur di sebelah Aku." ucap Xiao Pong
"Baik Nona. Terimakasih banyak Nona. Nona Sangat baik dan Cantik." ucap Nu
Selir Xiao Pong dan Nu pun terlelap dalam Mimpinya masing-masing
Bersambung
Jangan lupa like
Coment Vote
Beserta dukungannya.
__ADS_1