Selir Teraniaya

Selir Teraniaya
Xiao Daniel Harus Merelakan Kepergian Xiao Pong


__ADS_3

Nu pun kembali membawa Kayu Bakar beserta Buah Apel hijau Yang sangat segar untuk mereka Bertiga makan, menikmati udara Sore itu yang sangat sejuk.


"Maaf Nona, Saya baru kembali Saya harus memanjat Pohon Apel Dulu. untuk kita makan bersama Nona." ucap Nu


"Iya Nu tidak apa-apa, ayo Nu Kesini, Ayo duduk bareng dengan Kami." ucap Xiao Pong.


"Baiklah Nona." Nu pun bergabung Dengan Xiao Pong beserta Pangeran Xiao Daniel.


Mereka semua pun memakan Dengan lahapnya, Buah Apel dan Buah kecapinya.


Nu pun lelah dan mengantuk. Dan Ia pamit undur diri kepada Xiao Pong dan Pangeran Xiao Daniel.


"Yang Mulia Selir Xiao Pong, Yang Mulia Pangeran, Hamba pamit Undur diri dulu. Hamba sangat Mengantuk." Nu pun berkata Sambil menguap.

__ADS_1


"Iya silahkan Nu, Kau pasti lelah, Silahkan kau masuk dalam tenda, Untuk segera beristirahat di Dalam." Xiao Pong Mempersilahkan Nu untuk masuk Kedalam tenda untuk beristirahat.


"Dua hari kita akan berpisah Pangeran, Aku sangat sedih karena Kita tidak akan bertemu lagi, Aku Harap Pangeran mau menunggu Aku dengan sabar." Xiao Pong kini Terlihat lesu dan tak bergairah.


"Iya sayang aku akan bersabar Menunggu mu. Sampai kau Benar-benar bercerai dengan Kaisar. Sudah sayang kau jangan Seperti itu, Sudah sayang kau Jangan bersedih lagi. Nanti Kecantikan mu memudar loch Sayang." Pangeran Xiao Daniel Menenangkan sang gadis Pujaannya agar ia tidak murung Lagi.


"Iya Pangeran Empat bulan lebih Bukan waktu yang lama, Setelah Kita berdua melewati masa sulit ini, Kita dapat berbahagia untuk Selama-lamanya." Xiao Pong Memeluk tubuh Pangeran Xiao Daniel.


"Baiklah Pangeran, Aku masuk Kedalam tenda dulu iya, Aku akan Segera tidur, Selsmat malam Pangeran, semoga Pangeran Mimpi indah." gumam Xiao Pong Sebelum ia memasuki tenda.


"Selamat Malam sayang. Semoga Kamu mimpi indah juga." gumam Pangeran Xiao Daniel.


Xiao Daniel kini melamun, Sambil Memandangi bintang-bintang Dilangit.

__ADS_1


"Terimakasih Dewa Dewi, Telah Membuat Xiao Pong ku menerima Cinta ku. Dua hari lagi aku akan Berpisah dari Xiao Pong, Gimana Kalau besok aku ajak Xiao Pong Berkuda, meski dia pandai Berkuda, Aku ingin satu kuda Aku Menaikinya bersama Xiao Pong." Gumam Pangeran Xiao Daniel. Xiao Daniel pun memasuki tenda, Dan kini ia pun tertidur karena Sangat kelelahan.


Suara burung berkicau di pagi hari Sangatlah indah, Pangeran Xiao Daniel sudah bangun terlebih awal Ia pun pergi mandi di sungai, dan Membawakan buah Mangga Dan Pisang untuk sarapan mereka Pagi Ini. Xiao Daniel kini sudah tiba Didepan tenda, Dan ia pun Membangunkan Xiao Pong dan Nu.


"Nona Xiao Pong, Nona Nu ayo Segera bangun, sudah pagi, Aku Akan mengantarkan kalian mandi Disungai, setelah itu kita sarapan Bersama, baru kita pergi berkuda. Nona Xiao Pong tidak lupa kan Akan jandi Nona kepada ku, Yang Ingin menyembuhkan luka bakar Diwajah ku Nona." ucap Pangeran Xiao Daniel


"Tunggu sebentar Pangeran." Ucap Xiao Pong dan Nu secara Bebarengan.


Bersambung.


Jangan lupa like


Coment vote beserta Dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2