
Pagi ini Xiao Meng terbangun dan Ia pun memanggil Dayang Setianya.
"Shien Sie Tolong sediakan Aku Air Hangat, dengan aroma bunga Melati, dan tolong kamu pergi Bawakan Aku Kue Bulan yang Banyak untuk Aku bawakan untuk Kaisar Xiao Dilan.
"Baik Yang Mulia Selir Xiao Meng. Aku akan siapkan Air hangat untuk Yang Mulia mandi. Dan Kue Bulan Untuk Yang Mulia. Saya pamit Permisi dulu Yang Mulia." Shien Sie Pun melaksanakan permintaan Jungjungannya.
"Yang Mulia Air hangatnya sudah Siap Yang Mulia, Silahkan Yang Mulia, Kue Bulannya sudah Hamba Taruh didalam toples." ucap Shien Sie
"Baik Shien Sie, Aku mandi dulu. Aku ketemu dengan Pemuda Tersebut siang hari di Danau. Kau Tidak usah ikut menemaniku, Aku Bisa sendiri." Perintah Xiao Meng.
Xiao Meng pun kini berendam Dengan aroma terapi Bungga Melati, Ia berendam selama Satu Jam lebih, Setelah selesai ia Mengenakan Pakaian yang Tertutup semua, Ia pun kini Mengenakan selendang untuk Menutupi rambut dan wajahnya. Xiao Meng pun kini sambil Menunggu siang hari, Ia Memutuskan untuk merajut Sebuah sweater untuk ia berikan Kepada Putera Kaisar Xiao Dilan.
Hasil rajutan Xiao Meng sangat Bagus dan rapi. Sweater tersebut Berwarna Biru muda.
Siang hari pun tiba, Kini Xiao Meng Bergegas untuk bertemu dengan Kaisar Xiao Dilan di Danau, Setibanya didanau ia pun Menghampiri Kaisar Xiao Dilan Yang sudah terlebih dulu tiba Didanau tersebut.
"Ayo Nona Xiao Meng, Kita segera Berangkat, Aku akan membawa Kamu Ke Istana Anggin." ucap Xiao Dilan.
"Baiklah Kaisar." Xiao Meng tersipu Malu memandangi wajah Kaisar Xiao Dilan.
Mereka berduapun pergi Ke Istana Angin dengan mengendarai Kuda.
__ADS_1
Setibanya mereka di istana Anggin Mereka berdua langsung disambut Dengan Dayang Istana Angin. Dayang di Istana Anggin sangat Menghormati Xiao Meng, Mereka Semua mengira Xiao Meng adalah Calon Permaisuri Negeri Anggin Yang baru.
"Ayo Nona Xiao Pong aku tunjukan Kediaman ku dengan mendiang Permaisuri ku, Setelah kita kesana Kita ke Paviliun putera ku." Kaisar Xiao Dilan menarik tanggan Xiao Meng agar mengikuti langkah kaki.
"Baik Yang Mulia." tersenyum Xiao Meng dengan tersipu malu.
"Ayo Nona segera masuk ke Tempat ku dan Mendiang Permaisuriku. Silahkan duduk Nona." Kaisar Xiao Dilan Mempersilahkan Xiao Meng untuk Duduk di sampingnya.
"Terimakasih banyak Yang Mulia, Oia Yang Mulia, Aku membawakan Kue Bulan khusus untuk Yang Mulia dan Putera Makhota." ucap Xiao Meng
"Wah,,, Sepertinya Kue Bulannya Enak sekali, Aku akan Memakannya.Terimakasih banyak Nona Xiao Meng. Oia Apakah Nona Xiao Meng mau menikah Dengan ku menjadi Permaisuri Negeri Anggin? Ku mohon Nona Aku rasa Nona yang cocok Menjadi Ibu sambung bagi Putera Makhota." Kaisar Xiao Dilan Memohon kepada Xiao Meng agar Mempertimbangkan Permintaannya, untuk Menjadikannya Permaisuri.
"Aku menunggu mu sampai Kau Bercerai dengan Kaisar Xiao Lan. Istana Anggin selalu terbuka untuk Kamu. Kamu adalah Permaisuri Ku." ucap Kaisar Xiao Dilan.
"Baiklah Kaisar, aku akan Menggugat cerai Kaisar Xiao Lan. Aku tidak mungkin terus-terusan Hidup Bersama dengan Suami Yang tidak tulus mencintai Aku. Kaisar ayo kita segera Ke tempat Putera Makhota, Aku ingin Bertemunya." Xiao Meng Membujuk Kaisar Xiao Dilan untuk Segera ketempat Putera Makhota.
"Baiklah ayo sayang." Kaisar Xiao Dilan kini menggengam tangan Xiao Meng dengan mesranya.
Kini mereka berdua pun memasuki Kamar Putera Makhota, Putera Makhota yang kehausan Kasih Sayang seorang Ibu pun sangat Senang atas kehadiran Xiao Meng Didalam kamarnya, Putera Makhota langsung memeluk Xiao Meng sangking senangnya. Dan Ia Pun memanggilnya dengan Sebutan Ibunda.
"Ibunda,,, Ibunda,,, " ucap Putera Makhota sambil memeluk Xiao Meng.
__ADS_1
"Iya sayang, Ini Ibunda Nak." ucap Xiao Meng sambil mengelus Rambut Putera Makhota.
"Sayang setelah, Ibunda dan Ayahanda menikah, Ibunda akan Tinggal disini bersama kita Nak. Kamu sabar iya Nak, Menunggu Masa yang indah itu." Kaisar Xiao Dilan memberikan penjelasan.
"Oia sayang, Ibunda ada kue bulan Untuk kamu sayang, dan Sweater Biru muda untuk kamu Nak. Ibunda Yang merajut sendiri." Xiao Meng Pun memberikannya kepada Putera Makhota.
"Terimakasih Ibunda, Aku sangat Menyukainya, Baiklah Ayahanda Aku akan menunggu sampai Ayahanda dan Ibunda menikah." ucap Putera Makhota.
"Sayang Ayahanda ingin antar Ibunda pulang dulu iya sayang." Ucap Kaisar Xiao Dilan
"Nak Ibunda pulang dulu iya Sayang, Setelah Ibunda menikah Dengan Ayahanda mu kita akan Berkumpul lagi." ucap Xiao Meng.
"Baiklah Ayahanda, Baiklah Ibunda, Hati-hati di jalan iya." ucap Putera Makhota.
Kaisar Xiao Dilan pun Mengantarkan Xiao Meng ke Depan Istana Salju. Xiao Meng pun Langsung berjalan dengan cepat Takut ada yang melihatnya dan Melaporkan kejadian tersebut Kepada Kaisar Xiao Lan. Sementara Kaisar Xiao Dilan pun Berlalu pergi menuju Negerinya Yaitu Negeri Anggin.
Bersambung.
Jangan lupa like.
Coment vote dan dukunggannya.
__ADS_1