Selir Teraniaya

Selir Teraniaya
Diam-diam Xiao Pong Menyukai Pangeran Xiao Daniel


__ADS_3

Xiao pong beserta Nu, Mandi di Sungai selama satu jam. Sementara Pangeran Xiao Daniel Menjaga mereka berdua dan Melindungi mereka.


"Maaf Pangeran, Membuat kau Menunggu kami terlalu lama, Makasih banyak sudah menunggu Dan menjaga kami berdua." Xiao Pong pun sangat sumringah, Dengan senyuman yang sangat Menawan.


Mereka bertigapun, Kembali Ketenda mereka, Kini merekapun Sarapan pagi dengan makanan Yang telah dimasak oleh Pangeran Xiao Daniel


"Wah,,, Enak sekali Pangeran, Masakan yang Pangeran masak Untuk hamba dan Nu. Hamba dan Nu sangat berterimakasih kepada Pangeran." ucap Xiao Pong. Xiao Pong kini mengajukan jempolnya Betanda sangat menyukai Masakan yang di masakkan oleh Xiao Daniel


"Wah,,, Pangeran ini kalau Dilihat-lihat pasti sangat tampan Dan mempesona, Apalagi dia itu Pintar masak. Beruntung banget Pemilik asli tubuh ini. Kalau aku Jadi pemilik asli tubuh ini so pasti, Aku bakalan memilih Pangeran ini, Dibandingkan Kaisar. Kaisar Habisnya mata keranjang. Udah Gitu gak tulus. Mungkin kalau Wajah asli pemilik tubuh ini jelek Pasti bakalan di campakan lagi Seperti dulu." ucap Xiao Pong Dalam hati


"Nona manis kau kenapa? Kau Sakit iya? Jangan melamun Nona, Nona apakah kau sadar? Aku takut Kau kesurupan." ucap Pangeran Xiao Daniel, Xiao Daniel tampak Panik takut terjadi apa-apa dengan Gadis pujaannya.

__ADS_1


"Hamba tidak apa-apa Pangeran, Hamba tidak sakit kok, Sangat kuat Dan sehat malahan, Hamba hanya Ingin minum susu hamil saja Maklum kan Hamba sedang Hamil." ucap Xiao Pong. Xiao Pong Sengaja berbohong, Karena tidak Mungkin jika ia bilang kalau ia jujur Melamun karena memikirkan Pangeran Xiao Daniel. Secarakan Xiao Pong sudah menikah dan Menjadi istri Kaisar.


"Baiklah akan saya belikan yang Nona butuhkan, Nona mau apa Lagi? Saya akan belikan dipasar. Saya pamit undur diri membelikan Yang Nona butuhkan." ucap Pangeran Xiao Daniel


"Hamba ingin buah kecapi Pangeran, Maaf jika permintaan Ngidam Hamba merepotkan Pangeran. Sekali lagi Saya Meminta maaf dengan Sebesar-besarnya."ucap Xiao Pong. Xiao Pong kini menepuk Pundak Pangeran.


"Nona manis saya sangat senang Bisa membantu dan Menyenangkan gadis pujaan hati Saya. Saya tidak merasa terbebani Dengan permintaan Nona Xiao Pong. Baiklah saya akan belikan Yang Nona mau. jadi Nona dan Nu, Jaga diri baik-baik selama saya Pergi." ucap Pangeran. Pangeranpun bergegas menuju Kepasar untuk membelikan gadis Pujaan nya Susu hamil dan Buah Kecapi.


"Pangeran itu orang yang baik Nona, Sepertinya dia menyukai Nona." ucap Nu


"Iya Nu dia sangat tampan dan Baik. menurut mu aku dan Pangeran cocok gak jika kami Menjadi pasangan?" ucap Xiao Pong

__ADS_1


"Apa Nona sangat menyukai Pangeran? cocok saja Pangeran Orang baik Nona. Jika Nona ingin Menikah dengan Pangeran. Setelah bayi Nona lahir, Nona Harus menceraikan Kaisar." ucap Nu


"Aku tidak tau Nu, Yang jelas Aku Senang dan nyaman berada di Sampingnya, dibandingkan aku Berada di samping Kaisar, Aku Masih binggung, dan harus Pikir-pikir dulu takut salah Mengambil langkah dan sikap." Ucap Xiao Pong


"Wahai Dewa dan Dewi tolong Berikan petunjuk mu. Tolong Berilah tanda lewat mimpi. Siapakah laki-laki yang sangat Hamba cinta, Jika memang Pangeran aku akan menceraikan Kaisar, Jika ternyata Kaisar aku Akan berhenti memikirkan dan Menemui Pangeran." ucap Xiao Pong. Xiao Pong pun berdoa Menurut ajaran Budha.


Bersambung.


Jangan lupa like


Coment Vote

__ADS_1


Beserta dukungannya.


__ADS_2