Selir Teraniaya

Selir Teraniaya
Jantung Xiao Meng Dag Dig Dug Ser


__ADS_3

"Terimakasih banyak Tuan, telah Membantu Hamba, Memakaikan Selendang untuk hamba." ucap Xiao Meng


"Sama-sama Nona, Oia aku belum Tau Nama mu, Siapa Nama mu Nona?" Xiao Dilan bertanya kepada Xiao Meng.


"Perkenalkan Nama Saya Xiao Meng." Xiao Meng mengulurkan Tanggannya kepada Xiao Dilan


"Ya ampun kenapa jantungku Berdetak dengan sangat kencang, Melihat pemuda tampan di Hadapan ku, Apakah aku berdosa Menyukai pemuda tampan yang Baru aku kenal? " gumam Xiao Meng dalam hati


"Cantik sekali gadis cantik Dihadapan ku, walaupun agak Aneh, dan berbeda dari gadis lain. Biasanya gadis lain bangga dan Pamer akan kecantikan pada Dirinya sendiri, Gadis ini malahan Menutupi kecantikannya dari Orang lain." gumam Xiao Dilan Dalam hati


Setelah selesai belanja Shien Sei Pun kini menghampiri Jungjungannya yang sedang asyik Bercengkarama dengan Pemuda Tampan. Shien Sie pun Menghampiri mereka.


"Nona maaf iya, Hamba agak lama Berbelanjanya, Nona sedang Berbincang dengan siapa Nona?" Shien Sie pun bertanya kepada Jungjungannya tersebut.

__ADS_1


"Iya Shien Sie tidak apa, Kau Santai Saja, tidak perlu kaku seperti ini. Perkenalkan Shien Sie Pemuda Tersebut Bernama Xiao Dilan. Xiao Dilan ini adalah Dayang ku Shien Sie." Xiao Meng memperkenalkan Mereka berdua.


"Nona-nona, Bagaimana kalau Kita Mengobrolnya di tempat makan Sebelah sana? Ada yang baru Membuka restaurant baru yang Rasanya sangat enak." Xiao Dilan Mengajak Xiao Meng dan Shien Sie Untuk ke restaurant tersebut.


"Baiklah ayo Shien Sie kita Memakan sambil mengobrol Direstaurant tersebut." Xiao Meng Meraih tanggan Shien Sei untuk Mengikuti langkah kaki Xiao Dilan.


"Enak sekali hidangan ini, Shien Sie Nanti kau beli lagi, untuk dibungkus Dan dibawa pulang." Perintah Xiao Meng kepada Shien Sie


"Nona Xiao Meng, Besok jika tidak Sibuk aku ingin mengajak mu Jalan-jalan, Kau mau berkuda Dengan ku, Nanti kita bertemu Didanau Dahlia." ucap Xiao Dilan


"Tentu saja Tuan, aku akan Luangkan waktu ku untuk Berjumpa lagi dengan mu." ucap Xiao Meng


"Kita ketemu berdua saja Nona Xiao Meng aku sekalian mengajak Mu ke Istana tempat ku tinggal." Ucap Xiao Dilan.

__ADS_1


"Aku adalah seorang Kaisar di Negeri angin yang sedang Mencari Permaisuri, Permaisuri ku Meninggal semenjak melahirkan Buah hati kami. Aku memiliki Seorang Putera berumur 7 tahun. Aku tidak memiliki Selir, Janganpun Banyak, satu saja tidak punya." Xiao Dilan curhat tentang dirinya Kepada Xiao Meng


"Hamba adalah Seorang Selir Di Istana salju, Hamba sengaja Menutupi wajah hamba karena Tidak ingin semua orang tau, Bahwa Hamba sudah sembuh dari Penyakit yang hamba derita, Bahkan suami ku sendiri saja Sangat jijik akan penyakit yang aku Derita di wajah dan sekujur Tubuhku. Yang membuat terlihat Menjijikan dan berbau. Jangankan Menyentuhku, melihat dan Menatap wajah ku saja suami ku Sangat jijik, dan seperti mau Muntah." Xiao Meng curhat Kepada Xiao Dilan


"Sudahlah Nona kau tidak boleh Bersedih, Tidak pantas laki-laki Tersebut di bilang Pria Dewasa. Cocoknya disebut wanita. Sebaiknya kau tidak usah Memikirkan laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut tidak pantas kau Cintai. Karena dia tidak tulus Menyayangi dan Mencintai kamu." Xiao Dilan memberi nasehat Kepada Xiao Meng.


Bersambung.


Jangan lupa like.


Coment vote.


Beserta dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2