
"Emm anu buk, saya OB di sini, tadi bos menyuruh saya, untuk membawa kan berbagai cemilan, karena buk bos akan datang, katanya biar buk bos tidak bosan menunggu bos disaat di meeting" jelas nya.
"Ouh, maaf ya, saya tidak tau, terimakasih untuk cemilan nya" ucap ku tidak enak, uh dasar aku malu-malu in.
"Iya tidak apa-apa buk bos, kalo begitu saya pamit permisi" ucap nya berlalu.
"Iyaa" ucap ku.
Setelah kepergian OB, aku langsung duduk di sofa, sambil menikmati berbagai cemilan yang ada disana, untuk menghilangkan rasa bosan aku juga menonton film horor di aplikasi We TV and...
"Assalamualaikum sayang" ucap Gus Fahri mengagetkan ku.
"Iii kamu apaan sih, bikin kaget aja" ucap ku kesal.
"Menjawab salam itu wajib" ucap nya mengingatkan.
"Wa'alaikumsalam" ucap ku cemberut.
"Ululu bumil ku ngambek nih, kenapa kaget? Emang lagi nonton apa?" Tanya nya.
"Auah, ini film horor, film nya ngeri-ngeri sedep, kayak nya deru deh kalo kita nonton di bioskop-bioskop" ucap ku.
"Mau nonton?" Tawar nya.
"Mauuuu"
"Ya udah, ayo nonton"
"Tapi pekerjaan kamu gimana?"
"Gampang itu mah"
Lalu kami pergi ke bioskop dan menonton film horor yang berjudul *ku jual organku demi janda pirang* lalu kami pergi ke Wahana horor.
"Lumayan serem Gus, abis ini aku mau ke wahana horor ya Gus" ucap ku.
"Yasallam tumben banget horor gini" ucap nya heran.
"Aku juga gak tau gus, kayak nya ngidam deh, orang aku biasanya gak berani nonton kayak beginian, boro-boro nonton kayak gini, dengar suara kucing berantem aja aku takut"
"Haha iya sayang, gak PP selagi kita masih bisa menuruti kemauan anak kita, kita lakukan saja"
"Iya Gus bener banget, ayo lanjut ke wahana, film nya juga udah habis tuh"
"Ayo sayang"
Wahana
"Aaa sayang lihat deh itu sinderbolong nya lucu ya, itu juga tuyul nya gemoy banget" ucap ku girang, bak anak kecil.
"Iyaa lucu ya hehe //ya Allah, semoga saja istriku tidak sedang kerasukan" ucap nya cengengesan, dan menggaruk telinga tak gatal.
"Sayang aku mau photo sama setan-setan itu"
"Ya udah ayo kita ke sesi photo"
Sari dan Fahri menghabiskan waktu nya di wahana dengan bercanda ria.
Malam
"Sayang bangun ayo sholat tahajud" Gus Fahri.
"Eum, iya Gus" bangun sambil mengucek mata.
"Ayo sana bersiap-siap"
"Iyaaa"
Usai tahajud
"Sayang" Sari
__ADS_1
"Hmm, knp yang?"
"Aku pengen batagor, yang di jual di gang 3 itu"
"Astaghfirullah sayang, ini kan baru jam 3 pagi, mana buka yang"
"Buka sayang, dia jualan 24jam"
"Tau darimana?"
"Aku langganan disana, jadi aku tanya-tanya lah"
"Hmm ya udah, Abi belikan dulu ya"
"Iya ya udah sana"
"Gak mau ikut?"
"Gak ah males"
"Ya udah Abi belikan dulu ya"
"Iyaa, hati-hati sayang"
"Iyaa, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap fahri mencium kening sari.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
Pov Fahri
Setelah melaksanakan sholat tahajud, sari ngidam batagor di gang 3 di jam 3 pagi, sebenarnya aku tidak masalah, yang jadi masalh itu selain tempat nya yang jauh juga harus melewati kuburan, aku tidak takut cumn dari tadi pagi sari mengajak ku menonton film dan wahana horor, itu masih terbayang jelas di ingatan ku, bagaimana jika aku bertemu dengan setan asli huuu seram.
"Bang beli batagor nya 1 di bungkus" ucap ku. Ternyata sari benar batagor nya buka 24 jam, walaupun buka segitu warung ini tetap rame.
"Iya bang, silahkan duduk dulu"
Setelah beberapa menit pesanan ku pun datang, aku langsung pulang.
"Hikss tolong hikss"
"Tolong saya nak" ucap nya, terdengar suara nya dari semak-semak, karena aku penasaran aku pun menjumpai nya.
"Astaghfirullah, kenapa ibu bisa di situ" ucap ku pada wanita yang terjatuh di lubang.
"Tolong ibu dulu nak" ucap nya meminta tolong.
"I-iya buk, sini ulurkan tangan ibu" aku pun membantu nya naik .
"Terimakasih banyak ya nak"
"Iya buk sama-sama, mari buk saya antar pulang, ini juga sudah malam" menuju ke mobil
"Hmm iya makasih ya nak"
Di perjalanan
"Ibu rumah nya dimana?"
"Gak jauh dari sini , di simpang depan itu"
"Baik buk" aku masih penasaran kenapa ibu itu bisa terjatuh, ke dalam lubang kuburan itu, tapi aku tidak berani bertanya lebih tepatnya segan.
"Itu nak , ibu berhenti di depan saja"
"Hmm oke buk"
"Terimakasih nak, lain kali datang lah kembali kemari" ucap nya.
"Iya buk, insyaallah" ucap ku lalu pergi.
Di rumah
__ADS_1
"Assalamualaikum sayang, nih batagor nya, maaf ya lama" ucap ku masuk ke kamar, ternyata sari kembali tidur, aku tidak enak membangun nya. Dan aku memakan batagor itu.
Adzan subuh berkumandang aku segera membersihkan diri untuk melaksanakan sholat subuh, tak lupa juga membangun kan sari.
"Gus mana batagor ku, kanapa tidak membangun kan ku" ucap nya kesal.
Deg, jantung ku berdetak 2kali lebih cepat dari biasa nya, bagaimana tidak? Aku sudah memakan batagor itu sampai habis.
"Eum hehe maaf sayang, batagor nya udah habis" ucap ku.
"Ha? Bagaimana mungkin, orang buka nya 24jam kok, kalo buka 24jam tapi udah habis ngapain di buka bla blaablaa"ucap nya, untuk pertama kali nya aku melihat nya cerewet sekali.
"Maaf sayang, bukan abis dari sana, tapi tadi malam pas abi pulang, kamu sudah tidur terlelap, jadi batagor nya abi makan, maaf ya sayang, nanti Abi belikan lagi" ucap ku menyesal,.
"Apa? Aku sudah tidak mau batagor lagi" ucap nya marah.
"Maaf dong sayang, sekarang kamu mau apa? Langsung aku beliin deh" ucap ku membujuk.
"Aku mau...." Berfikir.
"Apa?"
"Hmm, aku mau dandanin Gus" ucap nya membuat ku lesu.
"Apa? Apa tidak ada yang lain saja?" Ucap ku.
"Tidak!" Ucap nya.
"Hmm baik lah"
Dia pun mulai mendadani ku, ya Allah ampunilah dosa hamba mu ini, untung sayang kalo gak dah tak lempar ke sungai Amazon, sesekali kami tertawa karena perdebatan dan wajah ku yang lucu.
"Sudah selesai" ucap nya tertawa girang.
"Hmm berarti sudah bisa di hapus kan?" Tanya ku tak nyaman dengan wajah seperti ini.
"Eits tunggu dulu, kita berphoto dulu" ucap nya mengambil handphone.
"Ya udah ayo"
Kami pun mulai berhfhoto berbagai gaya. Setelah puas berfoto aku langsung membersihkan muke up, di wajah ku.
Pov sari
Aku senang sekali melihat wajah Gus Fahri yang sangat cantik ketika di dandanin, setelah selesai Gus Fahri membersihkan wajah nya kami langsung ke bawah untuk makan.
"Udah selesai Gus?"
"Udah, ayo kita sarapan, aku udah laper nih"
"Ayoo aku juga"
Di meja makan
"Kalian kenapa lama sekali?" Tanya kiyai.
"Maaf bi, tadi ada urusan sebentar" ucap Gus Fahri.
"Hmm, perkenalkan ini Leon calon suami Sarah" ucap kiyai memperkenalkan Gus Fahri dengan calon suami Sarah.
"Fahri" ucap nya menjabat tangan Leon.
"Leon" ucap nya membalas jabatan Gus.
"Ya sudah ayo kita lanjut makan"
Kami pun melanjutkan makan, aku duduk di tengah Gus Fahri dan Leon, dan saat mau makan aku tidak sengaja menjatuhkan sendok ke arah Leon, dan betapa terkejutnya aku sama melihat wajah nya, emang sedari Gus Fahri dan Leon dikenalkan aku hanya menunduk.
Bersambung....
Kira-kira leon siapa nya sari ya? Kok Sampek terkejut saat melihat wajah nya? Atau jangan-jangan.....?
__ADS_1
Happy reading guys 🥰
By: secret writing