
"Gimana ya, aku juga kepengen sih, kayak kak sari pakai cadar gitu, kayak nya nyaman gitu"
"Tuh kan, ayo masuk pesantren aja, nanti kalo kamu mau apa, kak bantu deh, soalnya kak jadi guru loh di sini" ucap ku pamer.
"Serius kak, guru apa tuh?" Ucap Siska.
"Paling kakak bercanda, kakak kan gak alumni pesantren, juga bukan ustadzah, mana mungkin bisa jadi guru pesantren" ucap Yanti, tidak percaya.
"Hahha ,apa yang tidak bisa sari lakukan?" ucap ku, menyombongkan diri.
"Is dasar" ucap mereka. Membuat muka datar.
"Haha aku juga gak nyangka sih, aku di tawarkan umi jadi guru basing, aku sih mau mau aja, kalo Yanti beneran mau ke sini, biar kak urus semua keperluan kamu" ucap ku.
"Nanti deh kak, aku pikirin dulu" ucap nya, masih bimbang.
"Ih, jangan gitu dong Yan, kak lagi hamil nih butuh teman" ucap ku, sok sedih.
"Wow, secepat itu, padahal kan baru nikah, dan nikah nya juga di jodohkan, secepat itu kakak jatuh cinta" ucap siska, tidak percaya.
"Iyaa, mau gimana lagi?" ucap ku, cengengesan.
"Yeyay akhirnya aku punya teman baru, baiklah kak aku mau ke pesantren " ucap Yanti.
"Alhamdulillah" ucap ku dan siska bersamaan.
Dan dilanjutkan dengan berbagai pembahasan, setelah selesai menelpon, aku langsung bersiap untuk tidur.
"Assalamualaikum" ucap Gus Fahri.
"Wa'alaikumsalam gus, udah selesai pengajian nya?" Tanya ku.
"Ya Allah sayang, aku cape banget tau cariin kamu, kenapa kalo pulang gak bilang-bilang dulu" ucap nya lesu, sambil merebahkan diri di king size.
"Hehe, maaf sayang aku lupa" ucap ku sambil cengengesan, padahal aku tidak lupa, tapi tidak ingin berpamitan.
"Ya sudah, kamu sudah lama pulang nya"
"Hmm gak tau gus, aku gak lihat jam sih"
"Terus kenapa belum tidur?"
"Tadi aku habis video call sama adik aku, Gus kenal Yanti kan?" Tanya ku.
"Adik mu yang kecil itu kan?" Tanya nya lagi.
"Iya mas"
"Emang nya dia kenapa?"
"Dia kan baru lulus SMP, jadi aku ada rencana untuk melanjutkan dia ke pesantren sini, menurut Gus Gimana?" Tanya ku.
"Masya Allah, mas setuju banget, nanti mas yang bakal ngurus keperluan nya"
"Beneran mas" ucap ku girang.
"Iya sayang, udah malam nih ayo tidur, entar subuh nya ke siangan" ujar nya.
"Iya mas, ayo" ucap ku
Setelah beberapa hari kemudian akhirnya sari masuk ke pesantren, ini adalah hari pertama kali mereka melakukan mos. Malam hari, kami bercerita sepanjang malam.
"Wih gimana perasaan tuan putri bersekolah di sini" ucap ku.
"Biasa aja" ucap nya
"Ah masak?"
"Ya seru sih, tapi gak tau ke depannya"
"Haha, cerita in dong pengalaman di masa mos"
__ADS_1
"Ah iya, aku tuh ada sebel sekali sama 1 orang"
"Siapa? Kenapa sebel?"
"Mereka panggil nya sih, Ning Sarah"
"Sebel Kenapa? Sebenarnya kak juga sebel juga sih sama itu orang" ucap ku.
"Hah? Kak sebel juga? siapa gak sebel coba, tadi tuh ya..
Flashback
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ustadzah dewi.
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab para santri baru.
"Saya ucapkan selamat, kepada para santri baru disini, karena telah berhasil lolos masuk ke pesantren ini. Sebelum nya, perkenalkan saya usatdzah Dewi, yang akan membimbing mos ini hingga usai blablabla, baiklah apakah ada yang ingin bertanya? " usatdzah dewi.
"Tidak ada" jawab santri serempak.
"Baik lah, kita akan membagi menjadi beberapa kelompok, dan para guru di hadapan kalian akan menjadi pembimbing di setiap grup" ucap ustadzah dewi.
Setelah pembagian kelompok, Yanti dan teman-teman grup nya, di bimbing oleh Sarah. Yanti pun mendekati Sarah.
"Tolong,, yang sopan disaat berbicara dengan guru, seperti tidak di ajarkan adab saja" ucap Sarah.
"Kak sari tega sekali berbicara seperti itu"
"Anda salah orang, saya bukan sari, saya Ning Sarah" ucap nya, menekan kata Ning Sarah.
"Ups sory" ucap Yanti berlalu, dengan wajah kesal.
"Nah gitu dia kak ceritanya, setidak nya kan di bisa bicara baik-baik ya, kok pakek ngegas segala" ucap Yanti.
"Iss, bikin emosi aja deh, itu si Sarah, lagian kok bisa sih kamu berpikir kalo dia itu aku" ucap ku geram.
"Ngapain kalian bicara in saya" ucap Sarah tiba-tiba datang, seperti jalangkung saja.
"Tidak, jadi orang tidak usah kepedean" ucap ku ngeles.
"Saya gak budek ya, lagian ngapain sih kamu di kamar santri Wati, udah waktu nya mereka tidur. Nanti mereka bisa telat bangun tahajud, gara-gara kamu" ucap nya, membuat ku emosi.
"Saya hanya ingin bercerita dengan adik saya, apa salah? Lagian ngapain anda ke sini?" Ucap ku, geram.
"Saya ke sini, karena Gus Fahri nyariin anda, kalo pergi itu permisi dulu kek sama suami, biar gak nyusahin" ucap nya, lalu pergi.
"Iss awas aja Lo, ya udah deh kak pulang dulu ya, besok kita lanjut lagi, assalamualaikum" ucap ku pada Yanti.
__ADS_1
"Iya kak, wa'alaikumsalam"
Aku pun mengejar sarah
"Sarah tunggu" ucap ku.
"Apa?"
"Saya ingin bicara dengan anda"
"Anda tidak lihat, ini sudah larut malam, jika ingin bicara, bicara kan besok, jangan mengganggu waktu istirahat saya" ucap nya, berlalu pergi.
"Is sumpah dah, itu anak kenapa sih, kaya Punya dendam pribadi" ujar ku menolog.
Skip kamar
"Assalamualaikum ya Habibi" ucap ku lesu, sambil merebahkan diri di king size.
"Wa'alaikumsalam sayang, kamu darimana aja? Kenapa gak bilang kalo ke pesantren?" Tanya nya.
"Aku tadi mau izin sama Gus, tapi kata umi, Gus sedang keluar, jadi aku pergi aja"
"Kenapa gak bilang sama umi aja, biar nanti umi yang bilang sama aku"
"Males" ucap ku singkat.
"Kok gitu, gak boleh gitu sama orang tua" ucap nya mengingatkan.
"Udah ah, aku mau tidur, good night sayang" ucap ku lalu tidur.
"Hmm suami lagi ngomong malah di tinggal tidur, good night sayang" ucap Gus fahri, ikut tertidur.
Pagi hari di meja makan.
"Umi, Sarah mana?" Tanya ku.
"Udah ke pesantren" Umi
"Ouh oke, kalo gitu aku ke pesantren juga, assalamualaikum umi" ucap ku, menyalim tangan umi lalu pergi.
"Iya, wa'alaikumsalam"
Di ruangan
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap ku masuk ke ruangan, yang hanya di huni aku dan Sarah.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap Sarah.
"Pagi sekali anda ke sini, kenapa tidak menunggu saya" ucap ku.
"Itu sudah kewajiban saya, ngapain saya menunggu anda? sangat membuang waktu" Sarah. sangat melukai hati sekali.
"Anda punya dendam pribadi dengan saya" ucap ku.
"Tidak" katanya enteng
"Jika tidak kenapa ucapan anda seperti kalah bersaing dengan saya" ucap ku.
"Maksud anda apa?" Tanya sok tidak tau.
"Anda pikir saja sendiri" ucap ku
"Dasar tidak punya adab" ucap nya menyendir.
"Anda...
Bersambung...
Hmm kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Hayoo penesaran gak nih? ayo pentengin terus jangan sampai ketinggalan.happy reading gusy.
By: secret writing
__ADS_1