
"Anda kira anda sudah punya adab? Jika saya tidak punya adab, anda adalah orang yang tidak profesional"
"Terserah" ucap nya berlalu.
"Tunggu" ucap ku, lalu menutup pintu.
"Apa lagi?" Ucap nya santai.
"Sebenarnya, apa masalah mu dengan ku?"
"Sudah saya bilang, tidak ada, awas minggir saya ada banyak urusan" ucap nya, mendorong ku lalu pergi.
Apaan ini, kasar sekali, untuk saja aku tidak jatuh, dia kan tau jika aku sedang hamil. Awas aja aku akan balas perbuatan nya.
Setelah selesai mengajar, aku tidak sengaja melihat Gus Fahri dan Ning Sarah ber bincang di taman pesantren.
"Gus, tolong ya, beritahu istri mu agar memiliki sopan santun" ujar nya.
"Apa maksud mu?" tanya Gus Fahri.
"Tadi semasa di kantor, dia marah kepadaku tanpa alasan yang jelas" ucap nya
Apa maksud nya tidak jelas? Dia duluan yang mulai, ingin sekali aku meng hampiri nya, lalu merobek mulut nya.
"Aku tidak percaya, mana mungkin Humairah ku seperti itu" ucap Gus Fahri, membela ku.
"Gus kenapa sekarang berubah drastis seperti ini? Ingat pernikahan kalian hanya perjodohan" ucap nya marah, seperti anak kecil.
"Sudah lah Sarah lupakan segala nya, mulai lah hidup baru, bukan kah sebentar lagi kamu akan menikah"
Apa maksudnya ini, seperti nya mereka memang sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.
"Tapi, aku tidak mencintai nya Gus"
"Maaf Sarah aku harus pergi, assalamualaikum" ucap Gus Fahri ,lalu meninggalkan Sarah begitu saja.
Hahaha aku sangat senang sekali melihat Sarah di kacangin seperti itu, makan nya, jangan gatel sama suami orang. Aku lalu pergi dengan cepat menuju rumah, sebelum Gus Fahri yang lebih dulu datang.
Skip kamar
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ya Habibi" ucap Gus Fahri.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh sayang" balas ku.
"Lagi ngapain?" Tanya Gus Fahri, pada ku.
"Lagi main hp aja gus, Gus udah makan?" Tanya ku.
"Belum nih, kamu dah makan?" Tanya nya balik.
"Belum juga, ayo kita makan di luar gus, aku lagi bosan di sini, pengen keluar" ucap ku manja, kan sama suami sendiri boleh dong hehe, kecuali sama suami orang baru gak boleh.
"Hmm boleh deh, ayo makan keluar"
"Ayo Gus, aku siap-siap dulu ya"
"Iya"
Setelah beberapa menit bersiap-siap, kami pun langsung berangkat mencari makan di luar.
"Mau makan apa?" Tanya Gus Fahri.
__ADS_1
"Hmm, kayak nya aku pengen makan, di pinggir pantai deh gus" ucap ku.
"Kamu lagi ngidam ya sayang, oke deh kalo gitu, akan Abi turutin semua keinginan anak kesayangan Abi" ucap nya.
"Terus kalo ke inginan umi nya, gak mau di turutin?" Ucap ku cemberut.
"Di turutin dong sayang" ucap nya, sambil memegang tangan ku.
"Auah" ucap ku.
"Aduh bumil ku, makin cantik kalo lagi ngambek gini"
"Gak mempan" ucap ku.
"Ya udah deh, kita pulang aja"
"E-eh, jangan dong" ucap ku memelas.
"Hmm, pulang gak ya?"
"Ihhh, udah mau nyampe juga, masa putar lagi"
"Enggak kok sayang, tenang aja" ucap nya cengengesan.
Skip pantai
"Eumm sejuk sekali disini, rasanya bisa menghilangkan stres yang ada di otak"
"Kamu lagi stres sayang? Stres kenapa? Kenapa gak cerita sama ku aja?"
"Aku gak stres sayang, cuman bosan saja"
"Hmm baik lah, mau makan apa nih biar Abi pesanin"
"Iya sekarang kita panggil nya Abi umi aja, latihan dulu hehe"
"Iya Abi" ucap ku, kami tertawa kecil.
"Jadi umi mau apa ni?"
"Hmm, ayam bakar aja deh"
"Oke deh"
Gus Fahri pun pergi memesan makanan kami, dan beberapa menit kemudian, makanan pun datang.
"Selamat makan sayang"
"Iya Abi, selamat makan" ucap ku, mengambil cabe.
"Jangan banyak-banyak makan cabe nya, ingat kamu sedang hamil" ucap Gus Fahri, mengambil kembali cabe nya.
"Iiih ini kurang pedas sayang, aku cumn tambahin sedikit aja kok" ucap ku memohon.
"Enggak sayang" ucap nya tegas.
"Iiis, I hate you baby"
"I love you baby"
Kami pun makan dengan lahap, setelah selesai makan kami berjalan-jalan di pesisir pantai, sesekali kami bercanda dan bermain kejar-kejaran seperti anak kecil. Dan itu membuat ku lupa akan kejadian tadi pagi.
__ADS_1
Keesokan harinya, aku kembali bertemu dengan Sarah membuat ku malas mengajar, tapi mau bagaimana? ini sudah menjadi tanggung jawab ku, selama di ruangan kami hanya diam tanpa ada pembicaraan. Aku pun memutuskan untuk masuk kelas.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
"Baik lah, seperti biasanya sebelum memulai kelas, silahkan berdoa terlebih dahulu" ucap ku lalu mereka berdoa.
"Untuk pelajaran hari ini kita akan belajar listerning speaking jadi di sini nanti siapa yang akan membuat kuis, siapa yang skor nya tertinggi akan mendapatkan hadiah, bagaimana Setuju?"
"Yeay, setuju Miss" ucap mereka kompak.
Saat mengajar aku merasa happy dan masalah yang ada di otak ku seketika hilang dan setelah selesai mengajar aku langsung pulang karena malas melihat wajah Sarah.
Di kamar
Di kamar aku merasa sangat bosan karena Gus Fahri sedang ke kantor. Aku pun memutuskan untuk menelpon nya.
"Assalamualaikum Abi"
"Wa'alaikumsalam umi, ada apa?
"Hmm, sayang aku sangat bosan, aku mau ke kantor kamu aja ya" ucap ku memelas
"Hmm, boleh deh, nanti habis meeting aku bakal jemput kamu, soalnya sebentar lagi meeting nya akan di mulai"
"Gak usah yang, kami serlok aja kantor nya"
"Gak PP nanti aku jemput aja"
"Gak usah sayang, cepatan serlok" ucap ku menekan setiap kata
"Hmm, oke deh, nanti aku serlok, kamu hati-hati di jalan ya"
"Iya sayang, assalamualaikum" ucap ku mengakhiri percakapan.
"Iya wa'alaikumsalam"
Setelah telepon di putuskan Gus Fahri langsung mengirimkan pesan, lalu aku memesan taksi untuk berangkat ke sana. Awal nya aku tidak ingin memberitahu Gus fahri kalo aku mau ke kantor nya, tapi aku tidak pernah ke sana, ini adalah pertama kalinya aku ke kantor Gus Fahri.
Setelah menunggu beberapa menit taksi yang ku pesan tiba. Aku pun lalu masuk, taksi yang aku pesan yang driver nya wanita.
"Assalamualaikum mbak, sesuai yang di apk ya mbak" ucap ku
"Wa'alaikumsalam, siiap mbak" ucap nya lalu menyalakan mobil, beberapa menit kemudian kami pun sampai.
"Sudah sampai mbak"
"Iya mbak, sudah saya bayar lewat apk ya"
"Iya mbak, terimakasih"
"Sama-sama" ucap ku lalu turun
"Masya Allah, gedung nya bagus sekali" aku pun lalu masuk, Gus Fahri sudah mengabari ku untuk Langsung ke ruang nya, lalu aku langsung kesana.
"Assalamualaikum... apa Yang anda lakukan di ruangan suami saya!" Bentak ku, pada seorang yang berada di ruangan itu.
"Emm anu...
Bersambung..
__ADS_1
Hayo kira-kira itu siapa ya? Ngapain dia di ruangan Gus Fahri? Atau jangan-jangan selingkuhan Gus Fahri? xixi happy reading
By: secret writing