Semua Berawal Dari Perjodohan

Semua Berawal Dari Perjodohan
Malam Pertama


__ADS_3

"Astaghfirullah ya Rabb, mata ku ternodai" ucap fahri, langsung menutup matanya.


"Iii apaan sih kak, kayak gak pernah lihat cewek seksi aja. Padahal kan, diluar sana ada lebih parah dari aku" keselku.


"I-iya, a-aku mandi dulu"ucapnya gagap, lalu pergi ke kamar mandi.


Is dia kenapa sih? seperti tidak pernah melihat wanita seksi saja. Lebih baik aku langsung pakai baju, lalu tidur deh. Aku mengambil piyama berwarna maron. Ini adalah kado pernikahan untuk ku dari mamah, dia membeli kan banyak sekali piyama berbeda warna dan model. Kata mama ini baju dinas, di pikiran ku mana ada baju dinas seperti ini. "Dasar sari terlalu polos ya bund haha"author. Kak Fahri lama sekali mandi nya, apa aku tidur duluan ya? Ngantuk banget.


Pov Fahri


Ini adalah malam pertama untuk pernikahan ku. Disaat sampai ke rumah, dia langsung bergegas mandi dan betapa terkejut nya aku, saat dia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk. Untuk pertama kali nya, aku tinggal berdua dengan seorang wanita yang halal untuk ku, satu rumah dengan ku yang dimana rumah itu, dulunya aku huni hanya seorang diri. Apalagi disaat dia keluar dari kamar mandi membuat jantungku dag dig dug Karena melihat nya berpakaian seperti itu, walaupun kami telah halal tapi aku masih segan kepada nya. Aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk menetralkan jantung ku. Setelah selesai mandi aku keluar, dan lagi dan lagi aku kembali terkejut melihat nya tertidur mengenakkan piyama yang sangat seksi menurut ku. Dimana paha nya yang putih mulus terlihat jelas dan belahan dada yang sedikit terbuka, sebagai lelaki normal pasti aku tertarik tapi aku tidak tega membangunkannya yang sangat terlelap pasti dia sanga kecapean.


Adzan subuh berkumandang aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan membangun kan sari untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Euh jam berapa ini?" Ucap sari


"Sudah subuh dek, ayo bergegas melaksanakan sholat subuh"


"Iya kak"


Sari pun bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap melaksanakan sholat subuh.


"Udah kak, ayo sholat"


Aku pun memulai sholat subuh setelah melaksanakan sholat subuh aku mengajaknya untuk mengaji sejenak, awalnya dia menolak tapi akhirnya dia mau walaupun menguras energi untuk memaksa nya mengaji. Selesai aktivitas dia langsung ke dapur untuk memasak.


"Kak fahri, ayo sarapan aku dah siap masak nih"


"Iya, sebentar"


"Gimana kak, enak gak masakan aku?" Tanya ya penasaran.


"Masya Allah, ini enak sekali seperti kamu sangat lihai dalam memasak" jujur lidahku sangat cocok dengan masakan nya yang sangat lezat.


"Seriously? Aku senang banget denger nya" girang nya.


"Iyaa ngapain aku boong, kalo begini setiap mau ke kantor aku kamu siapain bekal. Boleh gak?"


"Hmm boleh sih. Kak aku juga mau lanjutin kuliah ku dan juga lanjut kerja ya?"


"Untuk kuliah aku tidak masalah, tapi untuk kerja lebih baik kamu resign aja. Agar kamu tidak kecapean mengurus rumah dan agar bisa fokus sama kuliah kamu"


Aku sebenarnya tidak masalah jika di ingin berkerja tapi aku tega membiarkan nya kecapean dengan dibebankan 3 kewajiban sekaligus. Toh aku juga sanggup membayar kuliah nya.


"Hmm gimana ya kak, soalnya kan aku kerja nya di perusahaan yang aku rilis dari aku masih remaja tidak mungkin aku tidak turun tangan gitu aja" ucapnya


"Heum baiklah, selagi kamu masih bisa membagi waktu aku setuju"


Sebenarnya aku tertegun mendengar perkataan nya. Bagaimana tidak anak konglomerat berkuliah sambil merintis usaha di usia yang masih muda. Sebagai suami aku bangga padamu sayang hehe.


"Aaaa aku senang sekali mendengar nya terimakasih banyak kak"


"Iyaa sama-sama, ayo kita lanjutkan makan"


Pov sari


Aku senang sekali mendengar perkataan kak Fahri, karena dia sangat mengerti bagaimana mau ku. Nanti malam aku akan meminta izin padanya agar besok sudah mulai ke kampus kembali.

__ADS_1


"Kak aku mau mulai besok sudah ke kampus kembali"


"Hmm sar bagaimana jika kamu lanjutkan kuliah mu di pesantren saja"


"Apa? Gak kak, sebulan lagi aku akan membuat skripsi aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini"


"Baik lah. Bagaimana kalo setelah wisuda saja?"


"Sebenarnya aku ingin melanjutkan S2 ku keluar negeri, tapi karena aku sudah menikah tidak mungkin aku meninggalkan tanggung jawab ku sebagai seorang istri"


Sebenarnya aku sangat ingin melanjutkan S2 di Australia tapi ya bagaimana, aku sudah menikah tanggung jawab pernikahan lebih penting daripada cita-cita ku.


"Maaf ya, karena menikah dengan kak, kamu harus kehilangan impian mu itu" ucapnya menyesal


"Tidak apa kak, ini sudah takdir" ucap ku berharap agar dia tidak merasa bersalah.


"Baiklah, jika nanti kamu sudah wisuda kakak akan langsung mengurus semua keperluan kamu nanti di pesantren"


"Iya kak" kali ini aku mengalah, toh aku tidak punya pilihan lain, tidak mungkin juga aku melanjutkan kuliah keluar negeri.


"Ya sudah ayo tidur, biar besok bangun nya tidak kesiangan"


Adzan subuh telah berkumandang dan seperti rutinitas kemarin, kami melaksanakan sholat subuh berjamaah dan mengaji bersama lalu aku pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


"Kamu jadi ke kampus hari ini"


"Iya kak"


"Ayo, biar kak antar"


"Gak usah kak, kakak kan mau ke kantor juga, nanti kakak bisa telat"


"Ya udah deh, ayo kak"


"Tunggu dulu"


"Apa kak?"


"Mana cadar mu?"


"Hah?"


"Cadar mu mana? Pakai cadar saat keluar rumah"


"Apa?"


"Jika tidak mau, kamu tidak boleh keluar rumah"


"Kok gitu?"


"Kak tidak menerima penolakan"


Dengan kesal aku pergi ke kamar dan mengambil cadar lalu mengenakan nya dan pergi ke kampus.


"Sudah sampai" ucak kak Fahri sambil mengulurkan tangan


"Iya kak" ucap ku sambil menerima uluran tangan nya dan aku kembali mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Kamu menyuruh kak untuk menyalami tangan mu?" Tanya nya dengan raut wajah bingung.


"Bukan kak, aku minta duit" ucap ku langsung tanpa ragu dan tanpa dosa, bagai minta duit pada ayah saja, padahal kami baru mengenal beberapa hari yang lalu tapi berstatus suami istri jadi gak masalah dong.


"Ooo, bilang dong" ucap kak Fahri tanpa banyak alasan dia langsung mengeluarkan uang berwarna merah 2 lembar. Padahal kan dia tau aku punya usaha sendiri tapi dia tidak pelit untuk memberikan aku uang heum suami idaman haha.


Syukur aku berada di kampus yang lumayan islami jadi mahasiswa di sini tidak memandang ku dengan aneh semua berjalan dengan baik. Bahkan teman dekat ku saja sangat mendukung aku untuk mengenakan cadar.


Tidak terasa pernikahan ku dengan kak Fahri sudah berlangsung selama 2 bulan dan hari ini adalah acara yang aku tunggu-tunggu yaitu hari wisuda. Aku sangat bersyukur diberi dosen pembimbing yang baik, jadi selama skripsi aku tidak di perumit, jadinya aku tidak terlalu menguras otak.


"Selamat atas gelar baru mu sar" ucap ara


"Selamat juga untuk kamu ra, ouh ya setelah ini kamu bakalan lanjut kemana nih?" Tanya ku


"Aku kayak nya bakalan langsung lamar jadi guru deh, aku sudah males untuk melanjutkan S2, kalo kamu mau lanjut kemana?" Tanya nya balik padaku.


"Aku mau lanjut mondok, mau tobat dulu hehe" ucap ku sambil cengengesan.


"Hah? serius seorang sari mau masuk pesantren? Aku senang banget denger nya"


"Hah? siapa yang masuk pesantren?" Tanya Ina yang tiba-tiba muncul bagai jalangkung.


"Aku na" ucapku jujur.


"Wah, aku dukung banget biar kamu bisa berubah jadi waras haha" ucap nya sambil tertawa.


"Aku kan emang waras na, sejak kapan aku jadi gila" kesel ku.


"Ii gak nyadar dia Ra"


"Maklum na orang gila Memang tidak pernah sadar diri haha"


"Iii sudah lah, btw Ina jadi mau lanjut keluar negeri?" Tanya ku


"Insyaallah jadi"


"Senang banget deh dengar nya, sebentar lagi kita bakalan pisah dan mencapai cita-cita kita"


"Iya nih bener banget, jadinya sedih deh pengen mewek"


"Jangan nangis dong, udah cantik-cantik gini nanti makeup nya luntur nih"


"Tau nih, daripada mewek gini mending kita ke sesi photo aja yok, biar banyak kenangan nya"


"Let's go"


Kami pun langsung ke sesi pemotretan di saat sedang asyik berphoto ada seorang yang ternyata memperhatikan kami bertiga


"Sarii" panggil seseorang


"Siapa itu sar?" Tanya Ara


"Iya sar dia siapa?" Tanya Ina


"Emm diaa.....


Kira-kira siapa ya orang tersebut? Ada yang bisa nebak gak? Komen dong di bawah menurut kalian siapa hehe. Happy reading

__ADS_1


By: secret writing


Ig:sari.12388


__ADS_2