Semua Berawal Dari Perjodohan

Semua Berawal Dari Perjodohan
Hamil


__ADS_3

"Istri anda sedang hamil muda, saran saya jangan izinkan bekerja yang terlalu berat dulu"ucap dokter Hana.


"Masya Allah, Alhamdulillah, terimakasih banyak dok, saya senang sekali mendengar nya" ucap ku senang sekali.


"Iya sama-sama, kalo begitu saya izin pamit dulu" pamit dokter Hana.


"Baik dok, mari saya antar" ucap ku, lalu mengantar dokter Hana sampai ke depan.


Setelah beberapa menit kemudian sari tersadar.


"Habibi, aku sakit apa?"tanya nya.


"Alhamdulillah sayang, terimakasih banyak" ucap ku gembira, lalu memeluknya.


"Kamu Kenapa? girang sekali" tanya nya, dengan ekspresi Bingun.


"Aku bahagia sekali, karena kamu sedang hamil, sekali lagi terimakasih sayang" ucap ku.


"Hah? Apa, Hamil?" Tanya nya dengan ekspresi cemas.


"Kamu kenapa, seperti tidak suka dengar kabar ini" ucap ku.


"Hmm b-bukan gitu, aku cuman belum siap aja" ucap nya lesu.


"Aku akan selalu bersama mu, tenang lah Habibi" ucap ku menenangkan.


"Ini air jahe nya, silahkan minum sar, biar kamu dan calon bayi mu lebih sehat" ucap umi, tiba-tiba datang.


"I-iya umi, terimakasih" ucap sari, lalu meminum nya.


"Usia kandungan mu sudah berapa bulan?" Tany umi pada sari.


"Hmm gak tau umi, mungkin besok mau langsung ke dokter aja" ucap sari.


"Ya sudah,kalo begitu umi pergi dulu, umi mau kepasar, apakah kamu me inginkan sesuatu? Biar sekalian umi belikan" ucap umi, menawarkan pada sari.


"Hmm, seperti nya tidak ada mi" ucap nya.


"Baik lah, umi pergi dulu, assalamualaikum" ucap umi lalu pergi.


"Wa'alaikumsalam" ucap kami bersamaan.


Pov kiyai Ahmad


Tok tok tok


"Masuk" ucap ku.


"Assalamualaikum kiyai, maaf mengganggu waktu nya, apakah kiyai ada waktu sebentar" ucap nya.


"Wa'alaikumsalam, iya, ada apa darwis?" Tanya ku.


"Hmm, begini kiyai, istri saya sedang hamil anak pertama kami dan usia kandungan nya sudah masuk ke 9 bulan, kami tidak punya saudara di sini, jadi saya ingin ambil libur sampai istri saya sembuh nanti" jelas nya


"Masya Allah, sebelum nya saya ucapkan selamat, karena sebentar lagi antum akan menjadi seorang ayah, antum boleh mengambil cuti dari sekarang. Semoga antum bisa menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ayah dengan baik" ucap ku.

__ADS_1


"Alhamdulillah, aamiin Allahumma aamiin, terimakasih banyak kiyai, kalo begitu saya pamit, permisi. Assalamualaikum" ucap nya, lalu menyalim tangan ku, dan pergi.


"Aamiiin, wa'alaikumsalam" jawab ku.


Setelah kepergian Darwis, aku berfikir siapa yang bisa menggantikan nya menjadi teacher basing, secara untuk mencari guru bahasa Inggris sulit, ini membuat kepala ku pusing, lebih baik aku pulang saja.


Sesampai nya di rumah aku langsung menceritakan kepada istri ku Ida, dia selalu ada solusi di setiap masalah ku, aku sangat bangga padanya dia lah istri Sholehah ku, bidadari dunia akhirat ku.


"Dek, kamu tau ustad Fahri kan?" Tanya ku.


"Iya mas, guru basing itu kan?" Ucap nya.


"Iyaa, dia sedang cuti karena istri nya sedang hamil, sudah masuk 9 bulan, dia tidak punya saudara di sini" jelas ku


"Iya terus, masalah nya apa?" Tanya nya, dia sangat mengerti maksud ku.


"Hmm dia hanya guru bahasa Inggris satu-satunya di pesantren kita, mas mau cari guru lain, agar bisa mengajar di pesantren kita, selama Darwis tidak ada" ucap ku.


"Ouh begitu, hmm setau aku sari lulusan pendidikan basing mas, coba kamu tanya dia aja, siapa tau, dia mau menjadi guru basing di pesantren kita" ucap nya memberikan solusi, istri seperti ini lah yang aku mau, bisa menemukan solusi di setiap masalah ku aaa aku semakin mencintai mu sayang haha.


"Iya ya, kenapa aku tidak kepikiran, aku minta tolong kamu bilang ke dia ya, siapa tau kalo kamu yang ngomong langsung, dia mau" bujuk ku.


"Hmm iya mas, nanti aku coba ya, tapi dia tidak boleh kecapean mas, soalnya dia sedang hamil" ucap nya


"Masya Allah, Alhamdulillah, akhirnya kita akan punya cucu" ucap ku girang, dan tidak menyangka sari secepat itu hamil, tapi aku bersyukur.


"Iya mas, aku tidak menyangka, sari secepat itu hamil" ucap nya, tenyata kami satu pemikiran.


"Itu adalah takdir Allah, kita harus bersyukur"


Ke esok kan pagi


Pov sari


Setelah selesai melakukan runitas biasanya, aku langsung turun ke bawah untuk membantu umi memasak.


"Assalamualaikum umi" sapa ku.


"Wa'alaikumsalam,sari"


"Umi sedang masak apa? Aku bantu ya" ucap ku, menawarkan diri membantu.


"Sedang masak gulai, ini kesukaan Fahri dan Sarah, umi rasa kamu juga suka" tebak umi.


"Hmm, aku tidak suka gulai mi" ucap ku jujur.


"Ouh ya, kalo begitu kamu suka apa?" Tanya nya.


"Aku suka makanan, yang pedas" ucap ku.


"Fahri dan Sarah, malah tidak terlalu suka makanan yang pedas" ucap umi.


Apa maksud nya ini? Kenapa umi selalu menyamakan Sarah dengan suami ku? Apa mereka sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?


"Kenapa umi selalu menyama kan Sarah dengan suami ku?" Ucap ku penasaran.

__ADS_1


"Tidak PP, lebih baik kamu duduk saja, ingat kamu sedang hamil, tidak boleh capek" ucap umi mengingatkan.


"Baik lah umi" ucap ku.


Setelah selesai memasak, makanan langsung di hidangkan di meja makan, lalu kami langsung memakan sarapan, seperti biasa nya aku tidak pernah bertemu Sarah, padahal kami serumah tapi aku tidak pernah melihat nya, hanya waktu itu saja aku melihat nya.


"Umi, kami mau pamit ke rumah sakit dulu ya" pamit ku pada umi.


"Iya, kalian hati-hati di jalan" ucap umi meningkatkan.


"Iya umi, assalamualaikum"ucap ku dan Gus Fahri bersamaan.


Hospital


"Dok, berapa usia kandungan saya?"tanya ku


"Usia nya sudah 3 bulan, apakah anda tidak sadar jika sedang hamil?" Tanya nya.


"Tidak dok" jawab ku, aku bahkan tidak kepikiran.


"Baik lah, kalo begitu, ini resep vitamin nya, bisa di tebus di apotik rumah sakit" ucap nya, menyerahkan resep itu pada Gus Fahri.


"Baik dok, terimakasih, kalo begitu kami pergi dulu" ucap Gus Fahri


"Iya sama-sama"


Kami pergi dan setelah selesai menebus vitamin tersebut kami langsung pulang. Di perjalanan tidak ada percakapan, aku fokus melihat gedung-gedung dan Gus Fahri fokus menyetir.


"Ternyata usia kandungan mu sudah 3 bulan, kenapa kamu bisa tidak sadar?"tanya Gus Fahri heran.


"Ya mana aku tau, lagian aku kan belum kepikiran untuk hamil" jelas ku. Dan teringat akan perkataan Ina waktu itu, saat di resto, apakah waktu itu aku sedang hamil?


"Ya sudah jangan di pikirin, kamu sedang ngidam apa?" Tanya Gus Fahri.


"Belum ada, aku mau ke bawah dulu, mau ambil cemilan" ucap ku.


"Mau aku temanin?" Tawar Gus


"Enggak perlu sayang" ucap ku, lalu ke bawah.


Dapur


"Assalamualaikum sari, kebetulan umi ketemu kamu di sini" ucap umi tiba-tiba datang.


"Wa'alaikumsalam umi, ada apa?" Tanya ku.


"Umi langsung ke intinya saja ya, kamu kan lulusan pendidikan basing, kebetulan di pesantren ini guru nya sedang ambil cuti karena istri nya akan melahirkan, jika kamu tidak keberatan, kamu mau tidak jadi guru di pesantren ini." Jelas umi.


"Aku....


Hmm kira-kira sari mau gak ya? Apakah dia akan menolak atau menerima? Ayo gusy komen di bawah menurut kalian gimana?


Happy reading guys


By.secret writing

__ADS_1


__ADS_2