
*Di dalam Islam wanita adalah sebaik-baik nya perhiasan, terkadang wanita terlalu sibuk memilih perhiasan ini itu, sampai dia lupa bahwa dirinya sendiri adalah perhiasan yang paling berharga 🥲❣️*
Ceklek...
Suara pintu di buka oleh seseorang, tanpa mengucapkan salam dan tanpa dosa.
"Sarah! Ngapain anda ke sini?" Tanya sari emosi.
"Gus, pasti belum makan kan? Ini aku bawakan makanan" ucap Sarah tanpa menggubris ucapan sari.
"Aku sudah makan Sarah, lebih baik kamu pulang saja. Aku tidak ingin ada keributan disini" ucap Fahri lembut.
"Aku mau nemenin Gus di sini"
"Aku sudah menikah sarah, istri ku juga ada disini" ucap Fahri masih tenang, dan tidak habis fikir dengan ucapan Sarah barusan.
"Tapi Gus" ucap Sarah sedih.
"Pergi lah" ucap Fahri tegas.
"Hmm baik lah, tapi setidak nya, terima lah makanan dari ku, ini aku yang memasak nya khusus untuk mu" ucap Sarah sedih.
"Baik lah" ucap Fahri lalu mengambil rantang yang di bawa Sarah. Sari diam saja dan hanya menyaksikan mereka.
"Aku pergi gus, Gus cepat sembuh ya, aku merindukan mu" ucap sari lalu pergi.
"Enak tuh makanan" ucap sari menyindir.
"Kamu mau? Nih makan" ucap Fahri memberikan rantang tadi.
Inilah kelemahan sari, dia tidak bisa menolak prihal makanan, jika sedang marah tidak usah bingung untuk membujuk nya, cukup berikan makanan pasti dia tidak akan marah lagi.
"Hmm enak juga masakan Sarah, mas mau?" Ucap sari sambil menyuapi Fahri. Dengan sigap Fahri Langsung membuka mulut nya, dan mereka pun memakan makanan yang dibawakan oleh Sarah sampai kandas.
Tok tok tok
"Masuk" ucap sari.
"Assalamualaikum, maaf saya telat mengantarkan pesanan buk, ini pesanan nya"
"Wa'alaikumsalam, terimakasih, sudah saya bayar lewat apk ya"
"Baik buk, terimakasih" ucap orang itu berlalu.
__ADS_1
"Banyak banget sayang, siapa yang mau ngabisin tuh?" Ucap Fahri
"Eum sebenarnya aku juga udah kenyang banget sih, gimana dong mas?" Ucap sari juga bingung Karena dia juga sudah memakan makanan dari sisi dan Sarah, kalo di tambah sebanyak itu entar Perut nya bisa meledak xixi.
"Hmm bagaimana kalo kita kasih saja ke orang di taman"
"Hmm boleh tuh" sari dah Fahri puh menuju di taman
\*\*\*
"Mas lihat deh itu ada ibu-ibu kayak lagi nangis gitu, seperti nya lagi gendong bayi juga deh" ucap sari menunjuk pada seorang ibu yang duduk di kursi taman itu.
"Eum kita samperin aja yok"
"Let's go"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " sapa sari dan Fahri
"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, ada apa ya?" Tanya ibu itu lalu menghapus air mata nya dengan cepat.
"Maaf mengganggu waktu nya buk, ini saya ada sedikit makanan, tadi saya mesan nya kebanyakan jadi gak habis, semoga ibu terima ya" ucap sari dengan lembut.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya nak" ucap ibu itu lalu memanggil ke 2 anak nya yang sedang bermain, lalu memberikan makanan itu kepada mereka.
"Suami saya sedang koma dan terlilit hutang karena dia di jebak oleh teman nya, teman nya juga yang telah membuat suami saya koma, sekarang saya tidak tahu harus berbuat apa, karena kami di sini tidak punya saudara lagi, anak saya juga masih kecil-kecil, dan bayi saya juga sedang makan asi"
"Ya Allah, ibu yang sabar ya insyaallah, Allah akan mempermudah urusan ibu" ucap sari tak enak.
"Aamiin, terimakasih nak"
"Eum untuk pengobatan suami ibu tidak usah khawatir saya akan tanggung sampai dia sembuh " ucap Fahri angkat bicara sedari tadi hanya diam menyimak.
"Serius nak?" Ucap ibu itu dengan mata yang berbinar dan senang.
"Iyaa buk, apakah anak-anak ibu itu masih sekolah?" Tanya Fahri menunjuk anak kecil yang di hadapan nya.
"I-iya, seharusnya sudah sekolah, tapi putus karena kami tidak sanggup membayar biaya sekolah nya" ucap ibu itu sedih.
"//Kalo gak sanggup biayain dan bahagia in istri seharusnya gak punya anak banyak Bambang astaghfirullah" ucap Fahri dalam hati kesel dan kasian melihat anak kecil itu.
"Eum saya juga akan membiayai sekolah anak ibu sampai ia lulus" ucap Fahri.
"Aaaa benerin sayang?" Kali ini sari angkat bicara dan girang.
__ADS_1
"Iya sayang, emang aku pernah bicara bohong?" Tanya Fahri senang karena seperti nya Sari sudah melupakan masalah kemarin.
"Iyaa deh, aku senang banget pokok nya" ucap sari lalu memeluk suaminya.
"Terimakasih atas kebaikan kalian nak, padahal kita tidak saling mengenal tapi kalian dengan ikhlas membantu kami, terimakasih banyak, semoga keluarga kalian sakinah mawadah warohmah, dan semoga persalinan kamu lancar ya nak" ucap ibu itu membuat sari terharu
"Aamiin, terimakasih buk" ucap Fahri dan Sarah bersamaan.
\*
\*
\*
Sarah sedang merenungi nasib nya, bagaimana tidak orang yang ia cintai kini telah menjadi suami kembaran nya. Ia hanya bisa merenungi nasib, ingin sekali rasa nya merebut Fahri kembali tapi tidak mungkin, Karena mereka sama-sama telah menikah.
"Sudah lah sari, ikhlas Fahri, biarkan dia bahagia dengan sari" ucap umi dengan lembut.
"Tidak bisa umi, aku sudah berusaha tapi tidak bisa, ini semua salah Abi, kenapa bukan sari saja yang di jodohkan dengan Leon atas kesalahannya itu!" Ucap Sarah kesal bercampur lesu.
"Ini sudah terlanjur, tidak ada yang bisa merubah nasib, lagian Leon juga tampan dan kaya raya, perlahan-lahan kamu pasti juga mencintai nya, seperti Fahri yang telah mencintai sari"
"Tidak mungkin umi, cintaku kepada Fahri teramat besar dan tidak akan mudah digantikan" ucap sarah penuh penekanan.
"Umi, Sarah seperti nya butuh pengobatan" ucap leon tiba-tiba datang.
"Apa maksud mu?" Ucap Sarah tidak terima.
"Pengobatan bagaimana nak?" Tanya umi.
"Pengobatan menenangkan pikiran umi, bagaimana jika aku dan Sarah untuk sementara waktu tinggal di daerah lain, agar Sarah tidak menggangu hubungan sari dan Fahri" jelas Leon dan membuat Sarah terdiam.
"Ide yang bagus, umi setuju, bagaimana Sarah? Kamu mau kan, ingat dia kembaran mu, sampai kapan pun kalian tetap sedarah, masak kamu tega merusak kebahagiaan kembaran mu sendiri" ucap umi lembut.
"Aku pikirin dulu umi" ucap Sarah, ia merasa kan hati nya telah diiris pisau, tapi dia juga sedang berusaha untuk melupakan Fahri, bagaimana pun yang di ucapkan Leon dan umi ada benarnya juga.
"Baik lah, aku tunggu jawaban mu sampai lusa" ucap Leon berlalu.
"Umi juga pergi dulu ya, tolong dipikirkan baik-baik Sarah, ini menyangkut masa depan kalian" ucap umi berlalu.
Bersambung....
Happy reading guys 😍❤️
Jika kamu suka novel ini, jangan lupa bantu agar berkembang nya Novel ini, dengan cara berikan hadiah, like, dan commet saran atau kritik, thank you all🥰
By: secret writing
__ADS_1