
"Leon" ucap ku pelan.
"Sari?"ucap nya.
"Iyaa" ucap ku memelas.
Kami pun melanjutkan makan, aku tidak ingin Gus Fahri salah paham. Setelah selesai makan, kiyai lalu mengajak kami keruang tamu untuk membahas acara pernikahan nya Sarah.
"Leon, kenapa bunda tidak ikut ke sini?" Tanya ku membisik.
"Maklum banyak urusan" ucap nya, aku cuman mengangguk.
Setelah berbagai perbincangan, akhirnya pernikahan sari di tentukan bulan depan. Setelah selesai aku dan Sarah langsung menjalankan tugas kami sebagai guru.
Di kantor
"Ekhem ada yang mau nikah nih, bagus deh gak ada lagi yang gatel sama suami ku" ucap ku menyindir.
"Maksud Lo apa?" Ucap nya emosi.
"Yang ngomong sama anda siapa?"ucap ku ngeles.
"Lo tu ya, lama-lama makin ngeselin, bikin gue makin benci sama Lo!" Ucap nya penuh emosi dan berlalu meninggalkan ku sendiri di ruangan.
Apa maksud nya? Seharus nya aku Yan benci sama dia, toh dia yang gatel sama suami ku, bikin geram aja!
Hari demi hari berlalu hubungan ku dengan Sarah semakin hancur, kami bahkan tak pernah bersapa walaupun bertemu. Ta terasa waktu berlalu begitu cepat, Semua keperluan acara pernikahan telah selesai dan esok adalah hari sakral pernikahan mereka, dimana besok Leon akan mengucapkan akad nikah nya.
Leon mengucapkan akad hanya dengan 1 kali tarikan napas, kini mereka telah sah menjadi suami istri, sekarang mereka duduk di pelaminan. Aku mengajak Gus Fahri ke sana untuk mengucapkan selamat kepada mereka.Saat sampai di pelaminan aku menyelami mereka dan melakukan cupika cupipi.
"Puaskan Lo?" Ucap sarah membisik, saat melakukan cupika cupipi
"Maksudnya?" Tanya ku, dia hanya diam dan aku melihat lekat matanya sembab, seperti habis menangis semalaman. walaupun dia memakai cadar dan makeup tapi jika di perhatikan mata nya sembab.
Aku dan fahri pun turun ke bawah, aku penasaran apa maksudnya, aku puas akan pernikahan nya?
Skip kamar
"Sayang" ucap ku
"Iya, knp sayang?"tanya nya
"Hmm, kenapa sih Sarah seperti tidak suka dengan ku" dengan wajah memelas dan sedih.
"Kenapa kamu bicara seperti itu"
"Tadi di pelaminan, dia bisikan pada ku, kalo dia bilang aku puas akan pernikahan nya, padahal aku kan gak tau apa-apa" ucap ku kesal
"Apa maksud nya dia bicara seperti itu?" Dengan wajah tegang dan emosi.
"Aku juga gak tau" ucap ku semakin kesal.
"Ya sudah tidak usah pikirin"
"Huft, sudah lah, bagaimana jika kita ke rumah sakit aja mas?" Ajak ku
"Kamu lagi sakit? Sakit apa? Tuh kan jangan kecapean" ucap nya panik
"Ya Allah sayang, kamu lupa ini sudah masuk bulan ke-4 kehamilan ku, jadi sudah bisa di cek dan di Usk anak nya cewek atau cowok" ucap ku memelas masak dia lupa dengan kehamilan ku
"Oalah, mas gak lupa, tadi mas kira kamu sakit soalnya belakangan ini kan kamu sibuk banget" ucap nya, memang sih aku sibuk karena selain menjadi seorang istri aku juga mengajar dan beberapa Minggu lalu butik juga bermasalah belum lagi aku harus membantu acara pernikahan sarah huft sangat melelahkan.
"Ya udah ayo kita ke rumah sakit" ucap ku, selama hamil aku sering mengganti kosa kata panggilan pada Gus Fahri, kadang aku panggil dia Gus, kadang kak, kadang mas, dan masih banyak lagi semua tergantung mood ku, untung saja dia mengerti mood ku.
"Ya udah ayo"
Di perjalanan
"Sayang kamu masih ingat gak? waktu itu kamu ngidam Batagor jam 3 pagi"
"Yang kamu makan batagor nya kan, padahal kan yang ngidam aku"
"Tapi kan, kamu dah dandani aku, sampai photo nya kamu bikin jadi wallpaper"
"Ya itu kan kesalahan kamu"
"Kok jadi debat gini sih, padahal aku mau bilang sesuatu tadi"
"Kamu duluan yang mulai, ya udah mau bilang apa?"
__ADS_1
"Jadi waktu itu, aku gak sengaja dengar suara orang teriak di kuburan, karena aku penasaran aku akhirnya aku ke cari tau siapa yang teriak"
"Ha? Apa? Mas gak takut apa? Mana di kuburan lagi? Terus siapa yang teriak?"
"Satu-satu atuh neng"
"Hehe namanya juga kepo"
"Jadi pas sampai di kuburan tiba-tiba mobil mas mati, terus ada suara orang teriak di semak-semak, pas mas ke situ ternyata ada ibu-ibu yang jatuh ke lubang kuburan"
"Apa? Kok bisa sih mas"
"Yaa mas gak tau, makan nya mas bilang ke kamu mau mampir ke rumah nya, sekalian mau cek keadaan nya, soal nya waktu itu dia seperti trauma gitu"
"Ya Allah, ya udah mas ayo kita kesana dulu, nanti setelah dari sana baru kita ke rumah sakit"
"Ya udah kita kesana"
"Nah, ini dia rumah nya"
"Gak terlalu jauh dari rumah kita ya"
"Iya, katanya sih mereka baru pindah ke sini"
"Ya udah ayo kita turun"
"Yook"
"Wa'alaikumsalam cari siapa ya?"
"Begini pak, saya waktu itu pernah mengantarkan ibu-ibu di rumah ini yang tersesat jam 3 malam" jelas Fahri
"Ouh iya, nyonya besar pernah cerita, baiklah silahkan masuk, nyonya besar menanti mu"
"Baik pak terimalah" ucap fahri
Sari dan Fahri masuk ke dalam dan kebetulan ibu itu sedang ada di luar
"Ya Allah nak, ibu sudah lama menunggu kedatangan mu, ayo silahkan masuk" ucap nya, dan menuju ke ruang tamu, dan menanggil pelayanan di rumah itu untuk membawakan makanan dan minuman.
"Hehe iya buk, maaf baru berkunjung"
"Iya tidak PP, ayo silahkan dimakan" ucap nya menawarkan makanan yang telah di hidangkan.
"Iya buk terimakasih, ouh iya buk, ini istri saya nama nya sari" ucap fahri memperkenalkan sari
__ADS_1
"Sari buk" ucap sari menyalim tangan ibu itu
"Masya Allah, sopan sekali nak sari" ucap ibu Itu
"Terimakasih buk" ucap sari cengengesan dan menunduk
"Seharus nya ibu yang mengucapkan terimakasih kepada suami mu, kalo tidak ibu gak tau bagaimana nasib ibu malam itu" ucap wanita itu sedih
"Maaf buk saya langcang kalo boleh tau kenapa ibu bisa ada si sana?"
"Jadi waktu itu ibu sedang di kejar sama anak buah musuh cucu ibu, dan gak sengaja terjatuh di lubang itu"
"Astaghfirullah, untung saja ibu tidak kenapa-kenapa" ucap sari
"Iya, untung ada suami kamu, kebetulan cucu saya tidak ada di sini, dia ingin bertemu dengan suamimu untuk mengucapkan terima kasih langsung"
"Gak perlu buk, saya juga ikhlas kok" ucah fahru
Dan mereka pun melakukan berbagai perbincangan dan berpamitan. Lalu mereka ke rumah sakit
Skip rumah sakit
Sari dan Fahri sedang menunggu antrian untuk mengecek kandungan.
"Nomor antrian 5 atas nama ibu sari" ucap seorang suster
Sari yang mendengar nama nya di panggil langsung ke dalam ruangan dan ditemani oleh Fahri.
"Baik ibu sari, silahkan berbaring" ucap dokter kandungan menyuruh sari berbaring di kasur yang ada di dekat nya lalu me USG kandungan sari
"Bagaimana bayi saya dok? Sehat kan?" Tanya sari penasaran
"Bayi nya.....
Bersambung....
Kira-kira bayi sari kenapa ya? Ayo tebak di kolom komentar.
Happy reading guys 🥰
__ADS_1
By: secret writing