
*Di saat cinta hanya bertepuk sebelah tangan, keputusan yang tepat untuk kita ambil adalah pergi untuk meninggalkan nya selama lama nya, agar hati dan mental kita tidak terombang ambing dengan ke egoisan kita sendiri*
Setelah kepergian Leon dan umi, Sarah merenungi setiap ucapan yang mereka berikan pada nya, di satu sisi dia juga ingin keluar dari kisa percintaan yang hanya bertepuk sebelah tangan itu, tapi disisi lain bagi nya itu bukan lah hal yang mudah untuk melupakan nya begitu saja.
*
*
*
Infus Fahri telah di lepas dan kini sudah di perbolehkan untuk pulang.
"Huft akhir nya pulang juga, bosan banget di rumah sakit terus" ucap sari lesu.
"Kamu gak ikhlas ngerawat suami?" Ucap Fahri cemberut.
"Ikhlas sayang, cuman bosan aja" ucap sari cengengesan.
"Ya udah ayo kita pulang, kamu jangan ngabarin orang rumah ya. Soalnya aku mau kasih suprise" ucap Fahri antusias.
"Oke sayang"
*
*
*
"Assalamualaikum, Umi, Abi, I'm back" teriak Fahri bak anak kecil.
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah Fahri, umi sangat merindukan mu" ucap umi lalu memeluk Fahri.
"Iya umi, Abi mana?" Tanya Fahri, karena tak melihat Abi nya.
"Biasa lah, dia ke pesantren. Akhir-akhir ini Abi mu sangat sibuk ngurusin pesantren. kamu paham sendiri, sari sedang merawat kamu sedangkan Sarah sedang depresi" ucap umi menjelaskan dan sedih.
Mendengar Sarah depresi entah mengapa hati sari bagai di gores pisau, apalagi setelah ia tau kalo sarah adalah kembaran nya, mengapa ia tak menyadari ini sejak awal, bukan kah banyak para santri yang mengatakan mereka mirip? Bahkan Yanti saja pernah mengira kalo sarah adalah sari.
"Udah pulang bro" ucap Leon tiba-tiba datang dan langsung memeluk Fahri.
"Iya bro hehe"
"Aku di kacangin nih" ucap sari kesal.
"Galak amat neng" ucap Leon.
"Sudah-sudah ayo duduk dulu, biar umi buatin minum"
"Aku ikut bantuin ya umi"
"Iya" umi dan sari pun berlalu meninggalkan Leon dan Fahri.
***
"Umi apakah aku boleh bertanya tentang Sarah?" Tanya sari.
"Boleh, silahkan"
__ADS_1
"Eum, apakah benar kalo Sarah kembaran ku?" Sebenar nya sari tidak meragukan ucapan Fahri, hanya saja dia belum menemukan alasan yang memuaskan dari mulut Fahri.
"Em anu, kamu tau dari mana?" Tanya umi balik.
"Gus Fahri yang bilang sendiri" ucap sari santai.
"Jika suami mu sudah memberitahu mu, kenapa bertanya lagi?" Ucap umi sedih.
"Eum, karena aku ingin tahu alasan kenapa kami di pisah kan, Gus Fahri menyuruh ku untuk menanyakan hal ini pada umi" ucap sari berbohong, padahal Fahri selalu mengalihkan pembicaraan disaat dia bertanya.
"Hmm ini semua berawal dari perjodohan yang dilakukan ayah mu pada Abi kandung Fahri, mereka ingin menjodohkan salah satu dari anak kembar mereka"
Flashback
"Alhamdulillah Samuel, kamu juga telah memiliki bayi kembar"
"Iya, Alhamdulillah"
"Hmm bagaimana untuk kemajuan perusahaan kita bersama kita menjodohkan salah satu dari mereka"
"Aku setuju, bagaimana sedari kecil kita serahkan mereka pada Ahmad, agar mereka sudah saling mencintai sejak dini"
"Kurang lebih begitu" ucap umi sedih.
"Lalu kenapa umi sedih?"
"Karena setelah menyerahkan Fahri pada umi, saat perjalanan pulang orang tua Fahri mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, sedangkan kembaran nya, umi tidak tau dimana" ucap sedih dan hampir mengeluarkan air mata tapi langsung ditahan oleh nya.
Tiba-tiba Sarah mengingat Fahmi dimana dia melihat tanda lahir yang sama dengan milik Fahri.
"Kenapa umi tidak mencari nya?"
"Dulu sudah dilakukan, tapi polisi telah menutup kasus itu, karena kata mereka bayi nya mungkin terpental jauh dan telah dimakan binatang buas" ucap umi semakin sedih karena kehilangan keponakan nya yang tidak jelas keberadaan nya.
"Alasan yang tidak masuk akal, apakah ada tanda yang bisa di ketahui mi?"
"Maksudnya tanda apa?"
"Siapa tau mereka memliki tanda seperti tanda lahir?"
"Ada mereka memiliki tanda lahir di bagian dada nya, kenapa?"
"Emm gak PP mi, kalo begitu aku permisi dulu ya umi"
__ADS_1
Disaat sari ingin menaiki tangga, ia berpapasan dengan Sarah dan leon, mereka sedang turun kebawah dengan membawa koper di tangan mereka.
"Kalian mau kemana?" Tanya sari bingung.
"Kami mau bulan madu dulu" ucap Leon cengengesan.
"Ouh semoga lancar ya" ucap sari tanpa penasaran mereka sebenarnya ingin pergi kemana.
"Kalian beneran mau pergi?" Tanya umi tiba-tiba datang dan sedih akan kepergian Sarah dan Leon.
"Iya umi, umi jaga diri baik-baik ya" ucap Sarah menangis di pelukan umi.
"Iya kalian hati-hati ya, jangan lupa jaga kesehatan dan sering-sering mengabari umi" ucap umi juga ikut menangis.
Sari yang melihat adegan itu heran, bukan kah mereka hanya bulan madu kenapa pakai acara nangis segala. Sari lalu menyenggol lengan Leon seperti meminta penjelasan Leon yang mengerti maksud sari hanya menaik pundak seperti orang tidak paham.
"Kalian ingin kemana" tanya Fahri tiba-tiba datang.
"Bulan madu" jawab Leon santai.
"Kok pakek acara nangis segala" tanya Fahri heran. Biasalah suami istri pasti pemikiran nya sama xixi.
"Karena kemungkinan kami pergi nya lama" ucap leon cengengesan.
"Ya udah umi, aku mau ke pesantren dulu, mau pamit sama Abi" ucap Sarah berlalu tanpa memperdulikan Fahri dan sari. Leon pun menyusul istri nya itu.
*
*
*
"Sayang kenapa aku sedih ya kalo Sarah pergi dari sini" ucap sari sedih dan bergaluyut manja pada Fahri.
"Hmm ya begitulah manusia sering menyia-nyiakan kesempatan"
"Maksud kamu apa?"
"Kalian kan sering bertemu, tapi tidak pernah akur, dan akhirnya Sarah pergi jadi nya kamu sedih"
"Iyaa sih, kami selalu bertengkar, dan aku bahkan baru Tau kalo kami adalah kembar" ucap sari tanpa sadar ia meneteskan air mata.
"Udah dong jangan nangis, kan masih bisa ketemuan"
"Tapi hubungan ku dengan Sarah sedang tidak baik-baik saja"
"Tenang lah suatu saat nanti pasti akan baik"
"Hmm iya deh, untuk menghilangkan rasa sedih ini, izinkan aku besok kembali mengajar ya mas" ucap sari merayu.
"Iyaa, tapi harus tetap menjaga kesehatan ya" ucap Fahri tak tega melihat istri nya sedih.
Walaupun pernikahan mereka tanpa dasar cinta, tapi jika dibina karena Agama insyaallah pernikahan itu akan kekal abadi sampai akhirat. Kini tanpa Fahri dan sari sadari perlahan-lahan mereka telah jatuh cinta, walaupun awal pernikahan mereka adalah perjodohan. Tapi mereka ikhlas menjalani itu dan memperdalam ilmu agama mereka bersama hingga pada akhirnya mereka saling mencintai.
Bersambung....
Happy reading guys 😍❤️
__ADS_1
Jika kamu suka novel ini, jangan lupa bantu agar berkembang nya Novel ini, dengan cara berikan hadiah, like, dan commet saran atau kritik, thank you all🥰
By: secret writing