
"Gus Fahri" ucap nya, membuat ku langsung melihat ke arah nya.
"Sarah" ucap ku.
Sarah adalah anak kiyai Ahmad dan yai Ida. Dia anak semata wayang mereka. Sebagai sepupu, kami lumayan dekat, tapi itu dulu, sebelum aku menikah.
"Gus Fahri, aku sangat rindu padamu, sudah lama kita tidak bertemu" ucap nya, mendekat.
"Maaf Sarah. Jaga jarak di antara kita, walaupun kita sepupu, tapi kita bukan mahram" ucapku, mengingatkan.
"Iya Gus, maaf aku tidak bermaksud" ucapnya menyesal.
"Iya Sarah, tidak PP, kalo begitu aku pergi dulu. soalnya ada urusan, assalamualaikum" aku berlalu pergi meninggalkan Sarah.
"Iya, wa'alaikumsalam"
Pov Sarah
Aku senang sekali ketika mendengar kabar bahwa Gus Fahri telah kembali ke pesantren. Aku langsung bergegas ke rumah Umi dan Abi, karena terlalu terburu-buru, aku tidak sengaja menabrak seseorang. Ternyata orang itu adalah Gus Fahri. Sebenarnya aku ingin sekali berbagi cerita lagi dengan nya, tapi sepertinya dia sedang menjaga jarak dengan ku. Entah ada apa dengan nya.
"Assalamualaikum umi" sapa ku.
"Wa'alaikumsalam, tumben kamu jam segini sudah pulang. Bukan nya hari ini kamu banyak kegiatan?" Tanya umi padaku.
"Na'am umi, tadi aku mendengar kabar kalo Gus Fahri telah pulang, jadi aku bergegas pulang"jawab ku jujur.
"Astaghfirullah Sarah, ingat Fahri sudah menikah" ucap umi mengingatkan ku.
"Aku tau umi" jawab ku lesu, lalu pergi ke kamar.
Pov sari
Setelah kak Fahri pergi aku tidak bisa tidur, jadi aku mengutus kan untuk keluar sebentar. Aku tidak sengaja mendengar percakapan umi dengan wanita bercadar di hadapan nya. Sarah adalah nama wanita itu, umi tadi menyebutkan nama nya. siapa sebenarnya gadis itu, kenapa dari perkataan nya seperti menyukai suamiku. Dan apa katanya Gus? Suami ku seorang Gus, tapi aku tidak tau? Istri macam apa aku ini.
"Ya Habibi, kamu sudah bangun" sapa kak Fahri, tiba-tiba datang dan mengagetkan ku. Habibi adalah panggilan sayang kami.
"Kakak mengaketkan ku saja, mana rujak ku"keselku, lalu meminta rujak pesanan ku.
"Maaf Habibi, kak kira kamu masih tidur, nih rujak nya" ucap nya, lalu menyodorkan plastik putih berisi sekotak rujak.
"Hmm Yammy, enak sekali rujak nya" ucapku, sambil menikmati rujak, bagai anak kecil.
"Pelan-pelan aja makan nya, itu milikmu, gak ada juga yang minta" ucap kak Fahri.
"Hehe, iya kak" ucapku cengengesan.
__ADS_1
Malam hari pun tiba. Setelah selesai melaksanakan sholat isya, aku memutuskan untuk menanyakan perihal tadi siang kepada kak Fahri.
"Gus Fahri" panggil ku. Aku sengaja Panggil Gus untuk melihat reaksi nya.
"Iya, ya Habibi, ada apa?" Tanya nya padaku.
"Kakak beneran seorang Gus?" Tanya ku. Aku tidak percaya bahwa selama ini aku menikahi seorang Gus, pantas saja dia menyuruh ku mengenakan cadar.
"Emang nya, ayah tidak bilang?"ucap nya.
"Tidak" kata ku, masih tidak menyangka.
"Lalu, darimana kamu tau aku seorang Gus?"tanya nya, lalu aku teringat lagi kejadian siang tadi.
"Dari seorang wanita yang menyukai mu" ucap ku dengan wajah kesal.
"Maksudnya gimana?" Tanya nya dengan wajah bingun.
"Tadi siang aku tidak sengaja, mendengar percakapan umi dengan seorang wanita bercadar. Umi mengingatkan pada wanita itu jika kamu sudah menikah" ucap ku menjelaskan.
"Apakah kamu menguping? Ingat Habibi, kita tidak boleh menguping pembicaraan orang lain" ucap nya mengingatkan.
"Tidak sayang, aku tidak sengaja dengar" ucap ku ngeles, mana ada maling ngaku hehe.
"Baiklah, apakah kamu tau nama wanita itu?"tanya nya.
"Ouh Sarah, dia adalah sepupu ku sayang, anak kiyai Ahmad dan nyai Ida" jelas nya.
"Benar kah, kenapa ucapan nya tadi siang seolah kalian seperti pernah menjalin kasih" ucap ku, kesel mengingat perkataan wanita itu tadi siang.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja, sudah malam ayo tidur" ucap nya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Iya, baiklah" ucap ku tidak ingin berdebat, karena aku juga sudah mengantuk.
Adzan subuh pun telah berkumandang. Aku dan Gus Fahri melakukan aktivitas seperti biasanya, namun kali ini aku tidak ikut memasak, karena aku merasa pusing dan mual. Aku jadi tidak enak, padahal aku kan baru tinggal di sini tapi hanya menjadi beban.
Tok tok tok
"Gus Fahri, sarapan sudah siap, kiyai sudah menunggu untuk sarapan bersama" ucap seseorang dari luar.
"Iya, baiklah " ucap kak fahri.
Lalu kami turun ke bawah.
"Umi, maaf ya tadi aku tidak ikut membantu masak, soalnya tadi kepala ku sedikit pusing dan mual" ucap ku tidak enak.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, kamu pusing dan mual ya? Nanti akan umi buat kan jahe anget" ucap umi
"Tidak usah umi, nanti jadi malah repotin"ucap ku segan.
"Gak PP kok, ya udah ayo kita sarapan"
Selama sarapan berlangsung tidak ada pembicaraan, selesai makan aku dan umi mencuci piring bersama. Awal nya umi tidak mengizinkan ku untuk mencuci piring. Tapi aku tidak enak jika hanya duduk dan diam saja.
"Umi, dari tadi aku tidak melihat anak umi, apakah dia tidak makan bersama kita" ucap ku memulai pembicaraan.
"Anak umi sudah pergi tadi subuh, dia memang begitu, karena dia punya banyak kegiatan di pesantren ini" jelas nya.
"Ooo, begitu ya umi" ucap ku.
"Ouh iya, umi dengar kamu lulusan pendidikan basing di kampus ternama di Indonesia ya"tanya umi.
"Hehe iya umi, tapi hanya S1"ucap ku jujur.
"Masya Allah, bagus tau" ucap umi.
"Hehe makasih umi" ucap ku.
"Sama-sama sayang, setelah ini nanti umi buat kan air jahe nya ya"
"Iya umi, maaf ngerepotin" ucap ku
"Gak PP sayang"
Setelah selesai mencuci piring aku izin ke umi untuk pergi ke kamar, namun saat sampai di depan pintu dapur, penglihatan ku tiba-tiba rabun dan semakin gelap, setelah itu aku tidak sadar apa-apa.
Pov Fahri
Aku terkejut saat umi tiba-tiba berteriak memanggil nama ku, betapa panik nya aku saat melihat sari sudah tergeletak, tak sadarkan diri di lantai.
"Ada apa umi, sari, sari kenapa umi?" Tanya ku, lalu menggendong nya ke kamar.
"Umi tidak tau, tadi dia tiba-tiba pingsan" ucap umi sama panik nya dengan ku.
"Ya sudah aku telpon dokter Hana dulu"ucap ku, lalu menelpon dokter Hana.
Setelah beberapa menit dokter Hana datang lalu memeriksa sari
"Istri saya sakit apa dok?" Tanya ku penasaran.
"Istri anda...
__ADS_1
Hmm kira-kira sari sakit apa yaa? Ayo tebak di komen. Happy reading guys 🥰
By: secret writing